logo
Tragedi Banjir Bandang Nepal-Tibet: Korban Tewas Tembus 469 Orang, 1.500 Lebih M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manjakan Lidah Warga Pekanbaru, Dawik Toast Tawarkan Roti Panggang Kekinian Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Padamkan Karhutla dengan Tepung Singkong, BRIN Kaji Metode Penyebaran: Kan Tak M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Ditutup ke Rp17.693 per Dolar AS, Sentimen BI Jad Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN 2026, Menkeu: Pendapatan Negara Meningkat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Bupati Kuansing: Menhut Raja Juli Kembali Bungkam Saat Ditanya Selisih Uan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kebakaran Lahan Gambut Dekati Permukiman di Tembilahan, Tim Gabungan Berjibaku P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Digempur Konten Medsos, Wabup Rohil Jhony Charles Tetap Fokus Tangani Karhutla Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / HUKUM
Kasus Bupati Kuansing: Menhut Raja Juli Kembali Bungkam Saat Ditanya Selisih Uang SGD 2000
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni saat diwawancarai awak media usai rakor pengendalian karhutla Riau di Gor Presisi, Polda Riau pada Jumat, (28/8/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)
Kasus Bupati Kuansing: Menhut Raja Juli Kembali Bungkam Saat Ditanya Selisih Uang SGD 2000
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: hukum | 28 Agustus 2026 | 20:18:08

PEKANBARU - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni kembali bungkam ketika ditanya soal dugaan selisih uang dalam amplop yang diberikan Bupati Kuantan Singingi nonaktif, Suhardiman Amby.

Namun pertanyaan itu tidak diacuhkannya dan Raja Juli tidak memberikan penjelasan lebih lanjut soal kasus tersebut.

Hal itu terjadi ketika Raja Juli diwawancarai awak media usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian karhutla Riau di GOR Presisi, Polda Riau, Jumat (28/8/2026).

Ini adalah kali kedua Menhut Raja Juli tidak merespon pertanyaan awak media berkaitan dengan kasus Bupati Kuansing nonaktif Suhardiman Ambi. Sebelumnya, Raja Juli juga memilih bungkam ketika ditanya wartawan usai menghadiri rapat koordinasi penanganan karhutla di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Alih-alih menjawab dugaan pemberian uang yang kini menjadi bagian dari penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Raja Juli justru mengalihkan pembicaraan ke persoalan karhutla. "Kita fokus karhutla ya, ini bahaya," kata Raja Juli singkat.

Selisih SGD 2000

Dalam penyidikan kasus suap Bupati Kuansing Suhardiman Ambi yang ikut "menyeret" nama Menhut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga jumlah yang dikembalikan Raja Juli terdapat selisih sekitar 2.000 dolar Singapura atau SGD.

Dari informasi KPK, amplop tersebut berisi 14.000 SGD tetapi KPK hanya menyita 12.000 SGD.

Selisih itu kini sedang dilakukan pendalaman penyidikan. Penyidik tengah berupaya mencari penjelasan mengenai perbedaan nominal antara uang yang diduga diberikan dengan uang yang telah dikembalikan.

Raja Juli mengaku sempat mengembalikan amplop yang ditinggalkan tersangka Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby.

Raju Juli bilang, amplop tersebut dikembalikan sebelum Suhardiman Amby terjaring OTT KPK.

Ia membeberkan bahwa pernah menerima audiensi Suhardiman Amby di kantor Kemenhut pada 2 Juni 2026. Suhardiman disebut meninggalkan amplop usai audiensi selesai. Oleh sebab itu, ia meminta ajudannya untuk mengembalikan amplop tersebut. (har)

Home / Hukum
Kasus Bupati Kuansing: Menhut Raja Juli Kembali Bungkam Saat Ditanya Selisih Uang SGD 2000
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: hukum | 28 Agustus 2026 | 20:18:08
Kasus Bupati Kuansing: Menhut Raja Juli Kembali Bungkam Saat Ditanya Selisih Uang SGD 2000
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni saat diwawancarai awak media usai rakor pengendalian karhutla Riau di Gor Presisi, Polda Riau pada Jumat, (28/8/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)

PEKANBARU - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni kembali bungkam ketika ditanya soal dugaan selisih uang dalam amplop yang diberikan Bupati Kuantan Singingi nonaktif, Suhardiman Amby.

Namun pertanyaan itu tidak diacuhkannya dan Raja Juli tidak memberikan penjelasan lebih lanjut soal kasus tersebut.

Hal itu terjadi ketika Raja Juli diwawancarai awak media usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian karhutla Riau di GOR Presisi, Polda Riau, Jumat (28/8/2026).

Ini adalah kali kedua Menhut Raja Juli tidak merespon pertanyaan awak media berkaitan dengan kasus Bupati Kuansing nonaktif Suhardiman Ambi. Sebelumnya, Raja Juli juga memilih bungkam ketika ditanya wartawan usai menghadiri rapat koordinasi penanganan karhutla di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Alih-alih menjawab dugaan pemberian uang yang kini menjadi bagian dari penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Raja Juli justru mengalihkan pembicaraan ke persoalan karhutla. "Kita fokus karhutla ya, ini bahaya," kata Raja Juli singkat.

Selisih SGD 2000

Dalam penyidikan kasus suap Bupati Kuansing Suhardiman Ambi yang ikut "menyeret" nama Menhut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga jumlah yang dikembalikan Raja Juli terdapat selisih sekitar 2.000 dolar Singapura atau SGD.

Dari informasi KPK, amplop tersebut berisi 14.000 SGD tetapi KPK hanya menyita 12.000 SGD.

Selisih itu kini sedang dilakukan pendalaman penyidikan. Penyidik tengah berupaya mencari penjelasan mengenai perbedaan nominal antara uang yang diduga diberikan dengan uang yang telah dikembalikan.

Raja Juli mengaku sempat mengembalikan amplop yang ditinggalkan tersangka Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby.

Raju Juli bilang, amplop tersebut dikembalikan sebelum Suhardiman Amby terjaring OTT KPK.

Ia membeberkan bahwa pernah menerima audiensi Suhardiman Amby di kantor Kemenhut pada 2 Juni 2026. Suhardiman disebut meninggalkan amplop usai audiensi selesai. Oleh sebab itu, ia meminta ajudannya untuk mengembalikan amplop tersebut. (har)