logo
Sinyal Pemerintah untuk KPK: Periksa Nusron Wahid Jika Dibutuhkan dalam Kasus Su Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pendidikan Gratis dari TK hingga Kuliah Disiapkan, Pemerintah Hitung Anggaran da Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Program BSPS 2026 Berjalan, Pemprov Riau Sebut 31 Ribu Rumah Masih Butuh Bantuan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sidang Pemerasan dan Penipuan: Saksi Pelapor Ungkap Transfer Rp35 Juta ke Terdak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sembilan Hari Tertekan, Rupiah Akhirnya Bangkit ke Rp17.818 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga Temukan Pemuda Tergantung dalam Apotek di Salo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Sudah Perbaiki 34 Km Jalan Rusak, Target 55 Km Tahun Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Antrean Solar Tak Kunjung Terurai, Edy Natar Duga Ada Mafia, Polda Riau: Masih K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / RIAU
Kontribusi Terhadap PAD Kecil, Komisi II DPR RI Minta Kompetensi Manajemen BUMD Riau Di-Upgrade
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima saat diwawancarai awak media usai memimpin rapat kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Menara Dang Merdu BRK Syariah, Kota Pekanbaru, Rabu (2/9/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)
Kontribusi Terhadap PAD Kecil, Komisi II DPR RI Minta Kompetensi Manajemen BUMD Riau Di-Upgrade
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: ekonomi | 2 September 2026 | 17:15:21

PEKANBARU - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima meminta pemerintah daerah Provinsi Riau agar memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mengelola aset dan potensi ekonomi daerah.

Hal itu menanggapi kecilnya kontribusi BUMD terhadap pendapatan asli daerah (PAD). 

Aria menyoroti perlunya peningkatan kompetensi direktur hingga jajaran komisaris di lingkup BUMD. Sebab BUMD adalah harapan dari pembangunan ekonomi daerah dan berdampak bagi penerimaan daerah.

iklan-view

"Kapasitas dan kapabilitas dari jajaran BUMD ini perlu di upgrade lagi untuk menjadi pemain nasional atau pemain global dari segi kemampuan kompetensinya supaya BUMD semakin hari menjadi tumpuan dan harapan dari pembangunan ekonomi daerah maupun penerimaan daerah," kata Aria saat diwawancarai awak media usai memipin rapat kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Menara Dang Merdu BRK Syariah, Kota Pekanbaru, Rabu (2/9/2026).

Aria bilang, seharusnya BUMD harus memilki cara berpikir bagaimana memberdayakan aset sehingga tidak lagi bergantung pada transfer daerah.

"Kita harapkan akses-akses memberdayakan aset daerah lewat BUMD ini menjadi hal yang penting karena transfer daerah cepat atau lambat harus mendidik daerah itu menjadi produktif dan tidak tergantung pada dana transfer daerah," ujarnya.

Di sisi lain, Aria membeberkan bahwa komisi II saat ini sedang melakukan terobosan dengan dibentuknya Direktorat Jenderal yang mengurusi BUMD di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Aria menilai Provinsi Riau memiliki kekayaan alam baik dari aspek energi hingga perkebunan.

Oleh sebab itu, ia berharap agar BUMD di Bumi Lancang Kuning ini dapat tumbuh seperti BUMD nasional melalui berbagai produk dengan nilai ekspor yang tinggi.

"Cara yang paling efektif adalah memberdayakan BUMD, apalagi Riau yang mempunyai kekhasan tentang kekayaan alamnya dari aspek energi maupun perkebunan," tutupnya. (har)

Home / Ekonomi
Kontribusi Terhadap PAD Kecil, Komisi II DPR RI Minta Kompetensi Manajemen BUMD Riau Di-Upgrade
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: ekonomi | 2 September 2026 | 17:15:21
Kontribusi Terhadap PAD Kecil, Komisi II DPR RI Minta Kompetensi Manajemen BUMD Riau Di-Upgrade
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima saat diwawancarai awak media usai memimpin rapat kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Menara Dang Merdu BRK Syariah, Kota Pekanbaru, Rabu (2/9/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)

PEKANBARU - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima meminta pemerintah daerah Provinsi Riau agar memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mengelola aset dan potensi ekonomi daerah.

Hal itu menanggapi kecilnya kontribusi BUMD terhadap pendapatan asli daerah (PAD). 

Aria menyoroti perlunya peningkatan kompetensi direktur hingga jajaran komisaris di lingkup BUMD. Sebab BUMD adalah harapan dari pembangunan ekonomi daerah dan berdampak bagi penerimaan daerah.

"Kapasitas dan kapabilitas dari jajaran BUMD ini perlu di upgrade lagi untuk menjadi pemain nasional atau pemain global dari segi kemampuan kompetensinya supaya BUMD semakin hari menjadi tumpuan dan harapan dari pembangunan ekonomi daerah maupun penerimaan daerah," kata Aria saat diwawancarai awak media usai memipin rapat kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Menara Dang Merdu BRK Syariah, Kota Pekanbaru, Rabu (2/9/2026).

Aria bilang, seharusnya BUMD harus memilki cara berpikir bagaimana memberdayakan aset sehingga tidak lagi bergantung pada transfer daerah.

"Kita harapkan akses-akses memberdayakan aset daerah lewat BUMD ini menjadi hal yang penting karena transfer daerah cepat atau lambat harus mendidik daerah itu menjadi produktif dan tidak tergantung pada dana transfer daerah," ujarnya.

Di sisi lain, Aria membeberkan bahwa komisi II saat ini sedang melakukan terobosan dengan dibentuknya Direktorat Jenderal yang mengurusi BUMD di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Aria menilai Provinsi Riau memiliki kekayaan alam baik dari aspek energi hingga perkebunan.

Oleh sebab itu, ia berharap agar BUMD di Bumi Lancang Kuning ini dapat tumbuh seperti BUMD nasional melalui berbagai produk dengan nilai ekspor yang tinggi.

"Cara yang paling efektif adalah memberdayakan BUMD, apalagi Riau yang mempunyai kekhasan tentang kekayaan alamnya dari aspek energi maupun perkebunan," tutupnya. (har)