logo
Sinyal Pemerintah untuk KPK: Periksa Nusron Wahid Jika Dibutuhkan dalam Kasus Su Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pendidikan Gratis dari TK hingga Kuliah Disiapkan, Pemerintah Hitung Anggaran da Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Program BSPS 2026 Berjalan, Pemprov Riau Sebut 31 Ribu Rumah Masih Butuh Bantuan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sidang Pemerasan dan Penipuan: Saksi Pelapor Ungkap Transfer Rp35 Juta ke Terdak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sembilan Hari Tertekan, Rupiah Akhirnya Bangkit ke Rp17.818 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga Temukan Pemuda Tergantung dalam Apotek di Salo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Sudah Perbaiki 34 Km Jalan Rusak, Target 55 Km Tahun Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Antrean Solar Tak Kunjung Terurai, Edy Natar Duga Ada Mafia, Polda Riau: Masih K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf Langsung kepada Putin di Vladivostok
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Rusia Vladimir Putin karena tidak dapat menghadiri peringatan Hari Nasional Federasi Rusia dan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada Juni 2026 akibat adanya persoalan dalam negeri yang tidak dapat ditinggalkan.
Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf Langsung kepada Putin di Vladivostok
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 3 September 2026 | 12:26:45

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Rusia Vladimir Putin karena tidak dapat menghadiri peringatan Hari Nasional Federasi Rusia dan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada Juni 2026 akibat adanya persoalan dalam negeri yang tidak dapat ditinggalkan.

"Pertama, izinkan saya untuk menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada tanggal 12 Juni 2026, juga atas penyelenggaraan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada tanggal 18 Juni 2026," kata Prabowo saat menghadiri jamuan santap siang bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (9/9/2026).

Sebagaimana dipantau melalui tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo kemudian menyampaikan permintaan maaf karena tidak dapat menghadiri kedua agenda penting tersebut.

iklan-view

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan," ujarnya.

Presiden mengatakan kehadirannya di Vladivostok saat ini merupakan bentuk untuk memenuhi komitmennya setelah tidak dapat menghadiri kedua agenda tersebut.

"Tapi, saya membayar hutang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada Putin atas sambutan hangat dan keramahan yang diberikan selama kunjungannya ke Vladivostok.

Kepala Negara menilai Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam selama lebih dari lima dasawarsa. Menurutnya, Rusia merupakan mitra yang sangat penting bagi Indonesia.

Prabowo mengatakan Indonesia bangga dan gembira karena hubungan kedua negara meningkat menjadi kemitraan strategis pada tahun lalu.

"Dan, sekali lagi kami merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum) ke-11," ujarnya.

Menurut Presiden, Forum tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan.

Dirinya menilai Indonesia dan Rusia sama-sama merupakan negara Pasifik, sehingga konektivitas dan kerja sama maritim menjadi hal penting, khususnya bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.

"Indonesia terus berupaya untuk terus meningkatkan kerja sama di segala bidang demi mencapai keuntungan bagi kedua negara kita," katanya.

Prabowo juga menyebut hubungan Indonesia dan Rusia terus mengalami peningkatan, termasuk dalam bidang ekonomi dan perdagangan.

"Kami siap untuk meningkatkan kerja sama ini," pungkasnya.

Diketahui, Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung pada 1-4 September 2026. Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri sesi pleno utama EEF dan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Putin.

Forum tersebut menjadi salah satu wadah Rusia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk melalui perdagangan, investasi, dan kerja sama energi.

Kunjungan Presiden Prabowo juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang ekonomi. (*)

Home / News
Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf Langsung kepada Putin di Vladivostok
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 3 September 2026 | 12:26:45
Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf Langsung kepada Putin di Vladivostok
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Rusia Vladimir Putin karena tidak dapat menghadiri peringatan Hari Nasional Federasi Rusia dan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada Juni 2026 akibat adanya persoalan dalam negeri yang tidak dapat ditinggalkan.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Rusia Vladimir Putin karena tidak dapat menghadiri peringatan Hari Nasional Federasi Rusia dan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada Juni 2026 akibat adanya persoalan dalam negeri yang tidak dapat ditinggalkan.

"Pertama, izinkan saya untuk menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada tanggal 12 Juni 2026, juga atas penyelenggaraan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada tanggal 18 Juni 2026," kata Prabowo saat menghadiri jamuan santap siang bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (9/9/2026).

Sebagaimana dipantau melalui tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo kemudian menyampaikan permintaan maaf karena tidak dapat menghadiri kedua agenda penting tersebut.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan," ujarnya.

Presiden mengatakan kehadirannya di Vladivostok saat ini merupakan bentuk untuk memenuhi komitmennya setelah tidak dapat menghadiri kedua agenda tersebut.

"Tapi, saya membayar hutang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada Putin atas sambutan hangat dan keramahan yang diberikan selama kunjungannya ke Vladivostok.

Kepala Negara menilai Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam selama lebih dari lima dasawarsa. Menurutnya, Rusia merupakan mitra yang sangat penting bagi Indonesia.

Prabowo mengatakan Indonesia bangga dan gembira karena hubungan kedua negara meningkat menjadi kemitraan strategis pada tahun lalu.

"Dan, sekali lagi kami merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum) ke-11," ujarnya.

Menurut Presiden, Forum tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan.

Dirinya menilai Indonesia dan Rusia sama-sama merupakan negara Pasifik, sehingga konektivitas dan kerja sama maritim menjadi hal penting, khususnya bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.

"Indonesia terus berupaya untuk terus meningkatkan kerja sama di segala bidang demi mencapai keuntungan bagi kedua negara kita," katanya.

Prabowo juga menyebut hubungan Indonesia dan Rusia terus mengalami peningkatan, termasuk dalam bidang ekonomi dan perdagangan.

"Kami siap untuk meningkatkan kerja sama ini," pungkasnya.

Diketahui, Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung pada 1-4 September 2026. Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri sesi pleno utama EEF dan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Putin.

Forum tersebut menjadi salah satu wadah Rusia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk melalui perdagangan, investasi, dan kerja sama energi.

Kunjungan Presiden Prabowo juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang ekonomi. (*)