
PEKANBARU-Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan di sejumlah wilayah. Hingga September 2026, sebanyak 34 kilometer jalan telah diperbaiki menggunakan metode overlay atau pengaspalan ulang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, mengatakan pekerjaan tersebut tersebar pada 22 ruas jalan yang menjadi bagian dari program perbaikan infrastruktur pemerintah daerah.
“Total jalan yang sudah kita overlay mencapai 34 kilometer dan tersebar di 22 ruas jalan,” kata Edward Riansyah, Rabu (23/9/2026).

Menurut Edward, capaian tersebut telah melampaui 70 persen dari keseluruhan target perbaikan jalan yang ditetapkan Pemko Pekanbaru untuk tahun ini. Pemerintah daerah menargetkan perbaikan jalan rusak melalui metode overlay mencapai 55 kilometer hingga akhir 2026.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 21 kilometer jalan yang perlu diselesaikan agar target tahunan tersebut dapat tercapai.
Edward menegaskan, pekerjaan perbaikan jalan saat ini masih terus dikebut. Dinas PUPR Pekanbaru berupaya menyelesaikan sejumlah ruas yang telah masuk dalam rencana pekerjaan sesuai arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar.
“Proses perbaikan masih terus kita gesa. Kami berupaya semaksimal mungkin agar target yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perbaikan jalan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan. Kondisi jalan yang lebih baik diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas warga sehari-hari.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, peningkatan kualitas jalan juga dinilai berkaitan dengan kelancaran kegiatan ekonomi. Akses jalan yang memadai diperlukan untuk menunjang pergerakan kendaraan, distribusi barang, serta aktivitas masyarakat di berbagai kawasan Kota Pekanbaru.
Di sisi lain, Edward menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pelaksanaan pekerjaan menimbulkan gangguan terhadap kelancaran lalu lintas. Menurutnya, gangguan tersebut merupakan konsekuensi sementara dari proses pembangunan dan perbaikan yang sedang berlangsung.
“Kami mohon maaf apabila selama pekerjaan berlangsung ada gangguan terhadap arus lalu lintas. Perbaikan ini dilakukan untuk kepentingan dan kenyamanan masyarakat bersama,” tutupnya. (*)




PEKANBARU-Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan di sejumlah wilayah. Hingga September 2026, sebanyak 34 kilometer jalan telah diperbaiki menggunakan metode overlay atau pengaspalan ulang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, mengatakan pekerjaan tersebut tersebar pada 22 ruas jalan yang menjadi bagian dari program perbaikan infrastruktur pemerintah daerah.
“Total jalan yang sudah kita overlay mencapai 34 kilometer dan tersebar di 22 ruas jalan,” kata Edward Riansyah, Rabu (23/9/2026).
Menurut Edward, capaian tersebut telah melampaui 70 persen dari keseluruhan target perbaikan jalan yang ditetapkan Pemko Pekanbaru untuk tahun ini. Pemerintah daerah menargetkan perbaikan jalan rusak melalui metode overlay mencapai 55 kilometer hingga akhir 2026.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 21 kilometer jalan yang perlu diselesaikan agar target tahunan tersebut dapat tercapai.
Edward menegaskan, pekerjaan perbaikan jalan saat ini masih terus dikebut. Dinas PUPR Pekanbaru berupaya menyelesaikan sejumlah ruas yang telah masuk dalam rencana pekerjaan sesuai arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar.
“Proses perbaikan masih terus kita gesa. Kami berupaya semaksimal mungkin agar target yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perbaikan jalan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan. Kondisi jalan yang lebih baik diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas warga sehari-hari.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, peningkatan kualitas jalan juga dinilai berkaitan dengan kelancaran kegiatan ekonomi. Akses jalan yang memadai diperlukan untuk menunjang pergerakan kendaraan, distribusi barang, serta aktivitas masyarakat di berbagai kawasan Kota Pekanbaru.
Di sisi lain, Edward menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pelaksanaan pekerjaan menimbulkan gangguan terhadap kelancaran lalu lintas. Menurutnya, gangguan tersebut merupakan konsekuensi sementara dari proses pembangunan dan perbaikan yang sedang berlangsung.
“Kami mohon maaf apabila selama pekerjaan berlangsung ada gangguan terhadap arus lalu lintas. Perbaikan ini dilakukan untuk kepentingan dan kenyamanan masyarakat bersama,” tutupnya. (*)