logo
● Oknum Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Pagi Hari Sempat Terlihat Keluar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kuasa Hukum PT Kaluku Permai Wood Industries Bantah Tuduhan Mafia Tanah di Meran Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejar Target Rp1,3 Triliun, Bapenda Pekanbaru Andalkan Lonjakan Penerimaan Pajak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Harga Sawit Riau Tembus Rp3.739 per Kg, Petani Umur 9 Tahun Paling Diuntungkan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Bukan Cuma Judi Online, Polri-Komdigi Sasar Kebocoran Data dan Hoaks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Bongkar Jaringan Internasional Penyeludup Sabu 35 Kg, Lima Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pemesanan Perdana Kia Carens EV Resmi Dibuka untuk Pasar Indonesia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dua Putra Menteri Haji dan Umrah Akhirnya Mundur dari Tenaga Ahli Kementrian Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Kampar
Jembatan Rumbio Mangkrak, Pemprov Riau Siapkan Peninjauan Ulang
Pelaksana tugas Gubernur Riau SF Hariyanto dan Bupati Kampar Ahmad Yuzar (ft:dok Mediacentreriau)
Jembatan Rumbio Mangkrak, Pemprov Riau Siapkan Peninjauan Ulang
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 26 Oktober 2026 | 20:42:06

PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau menyoroti tiga persoalan pembangunan di Kabupaten Kampar: penyelesaian Jembatan Rumbio, perbaikan fasilitas SD 007 Sungai Agung, dan pengembangan kawasan Candi Muara Takus.

Ketiganya dibahas dalam pertemuan Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto dengan Bupati Kampar Ahmad Yuzar di Kantor Gubernur Riau, Senin, 26 Oktober 2026.

iklan-view

Jembatan Rumbio menjadi salah satu persoalan yang membutuhkan penanganan serius. Proyek yang dimulai pada 2019 itu terhenti sejak tahun pertama pengerjaan. Hingga kini, pembangunan baru mencakup lima titik pondasi dan satu sisi abutmen. Rangka jembatan belum tersedia.

SF Hariyanto meminta pemerintah meninjau kembali seluruh aspek proyek tersebut, termasuk pembebasan lahan, sebelum menentukan langkah lanjutan. Ia menegaskan, pembangunan harus diarahkan pada penyelesaian yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, jembatan ini mau diapakan? Kita review dulu semuanya, termasuk pembebasan lahan,” kata SF Hariyanto.

Persoalan lain menyangkut SD 007 Sungai Agung yang sempat menjadi perhatian publik karena kondisi fasilitas pendidikannya dinilai tidak layak. Ahmad Yuzar menjelaskan, sekolah tersebut merupakan kelas jauh dari gedung induk yang keberadaannya belum dilaporkan kepada pemerintah daerah.

Setelah persoalan itu mencuat, pemerintah kabupaten meninjau lokasi dan membangun dua ruang kelas beserta toilet. Fasilitas tersebut ditargetkan dapat diresmikan pada akhir tahun ini. Pemerintah juga akan mempertimbangkan jumlah murid sebelum memutuskan apakah sekolah terpisah perlu didirikan.

Sementara itu, pengembangan kawasan Candi Muara Takus menjadi agenda berikutnya. Situs bersejarah tersebut mendapat perhatian setelah kunjungan Menteri Kebudayaan. SF Hariyanto meminta penyusunan rencana perbaikan akses jalan, termasuk jalur dari pintu keluar tol, agar perjalanan menuju kawasan candi lebih mudah.

Ia juga mendorong pemanfaatan kawasan sekitar untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tanpa mengabaikan nilai sejarahnya.

Ahmad Yuzar menyatakan kondisi jalan menuju Candi Muara Takus saat ini cukup baik. Pemerintah Kabupaten Kampar, kata dia, akan menindaklanjuti arahan gubernur terkait peningkatan aksesibilitas dan pengembangan potensi kawasan.

Peninjauan ulang Jembatan Rumbio, pembenahan fasilitas sekolah, dan pengembangan Muara Takus kini menjadi pekerjaan yang menuntut perencanaan matang serta tindak lanjut konkret dari pemerintah.

Home / News
Jembatan Rumbio Mangkrak, Pemprov Riau Siapkan Peninjauan Ulang
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 26 Oktober 2026 | 20:42:06
Jembatan Rumbio Mangkrak, Pemprov Riau Siapkan Peninjauan Ulang
Pelaksana tugas Gubernur Riau SF Hariyanto dan Bupati Kampar Ahmad Yuzar (ft:dok Mediacentreriau)

PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau menyoroti tiga persoalan pembangunan di Kabupaten Kampar: penyelesaian Jembatan Rumbio, perbaikan fasilitas SD 007 Sungai Agung, dan pengembangan kawasan Candi Muara Takus.

Ketiganya dibahas dalam pertemuan Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto dengan Bupati Kampar Ahmad Yuzar di Kantor Gubernur Riau, Senin, 26 Oktober 2026.

Jembatan Rumbio menjadi salah satu persoalan yang membutuhkan penanganan serius. Proyek yang dimulai pada 2019 itu terhenti sejak tahun pertama pengerjaan. Hingga kini, pembangunan baru mencakup lima titik pondasi dan satu sisi abutmen. Rangka jembatan belum tersedia.

SF Hariyanto meminta pemerintah meninjau kembali seluruh aspek proyek tersebut, termasuk pembebasan lahan, sebelum menentukan langkah lanjutan. Ia menegaskan, pembangunan harus diarahkan pada penyelesaian yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, jembatan ini mau diapakan? Kita review dulu semuanya, termasuk pembebasan lahan,” kata SF Hariyanto.

Persoalan lain menyangkut SD 007 Sungai Agung yang sempat menjadi perhatian publik karena kondisi fasilitas pendidikannya dinilai tidak layak. Ahmad Yuzar menjelaskan, sekolah tersebut merupakan kelas jauh dari gedung induk yang keberadaannya belum dilaporkan kepada pemerintah daerah.

Setelah persoalan itu mencuat, pemerintah kabupaten meninjau lokasi dan membangun dua ruang kelas beserta toilet. Fasilitas tersebut ditargetkan dapat diresmikan pada akhir tahun ini. Pemerintah juga akan mempertimbangkan jumlah murid sebelum memutuskan apakah sekolah terpisah perlu didirikan.

Sementara itu, pengembangan kawasan Candi Muara Takus menjadi agenda berikutnya. Situs bersejarah tersebut mendapat perhatian setelah kunjungan Menteri Kebudayaan. SF Hariyanto meminta penyusunan rencana perbaikan akses jalan, termasuk jalur dari pintu keluar tol, agar perjalanan menuju kawasan candi lebih mudah.

Ia juga mendorong pemanfaatan kawasan sekitar untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tanpa mengabaikan nilai sejarahnya.

Ahmad Yuzar menyatakan kondisi jalan menuju Candi Muara Takus saat ini cukup baik. Pemerintah Kabupaten Kampar, kata dia, akan menindaklanjuti arahan gubernur terkait peningkatan aksesibilitas dan pengembangan potensi kawasan.

Peninjauan ulang Jembatan Rumbio, pembenahan fasilitas sekolah, dan pengembangan Muara Takus kini menjadi pekerjaan yang menuntut perencanaan matang serta tindak lanjut konkret dari pemerintah.