
JAKARTA – Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas meski gencatan senjata masih berlaku. Militer AS melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Iran, termasuk lokasi peluncuran rudal, pusat komando, hingga markas intelijen di kawasan Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Kamis (7/5/2026) waktu setempat.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyebut serangan itu dilakukan sebagai respons atas aksi Iran yang disebut menyerang kapal perang Amerika di Selat Hormuz saat armada Angkatan Laut AS melintas menuju Teluk Oman.
“Pasukan Iran meluncurkan rudal, drone, dan kapal kecil ke arah kapal perang AS. Tidak ada aset Amerika yang terkena serangan,” demikian pernyataan CENTCOM seperti dikutip CNN.

Tiga kapal perusak AS yang disebut terlibat dalam insiden itu ialah USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason.
Washington menegaskan serangan udara tersebut merupakan tindakan “membela diri” dan mengklaim tidak menginginkan eskalasi konflik. Namun Iran menilai tindakan AS sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April lalu.
Militer Iran menuduh AS menyerang wilayah sipil di Pulau Qeshm, Bandar Khamir, dan Sirik. Teheran juga menyebut Washington menargetkan kapal tanker minyak Iran di Teluk Oman.
“Militer agresor Amerika telah melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak Iran,” bunyi pernyataan Markas Pusat Khatam Al Anbiya, dikutip Al Jazeera.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap kapal-kapal perang AS menggunakan rudal balistik, rudal jelajah antikapal, dan drone tempur. Media pemerintah Iran bahkan mengklaim tiga kapal perusak AS mengalami kerusakan dan mundur ke arah Teluk Oman.
Sementara itu, ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah pesisir selatan Iran, termasuk Qeshm, Bandar Abbas, dan Minab.
Eskalasi terbaru ini terjadi sehari setelah militer AS melumpuhkan kapal tanker berbendera Iran, M/T Hasna, di Teluk Oman. Kapal tersebut ditembak di bagian kemudi saat mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran. Washington menuduh kapal itu melanggar blokade laut yang diberlakukan AS.
Bentrok ini menjadi konfrontasi militer paling serius sejak gencatan senjata diberlakukan bulan lalu. Dalam beberapa pekan terakhir, AS diketahui meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan menyita kapal-kapal Iran dan memaksa puluhan kapal lainnya berbalik arah.
Langkah itu disebut menjadi bagian dari strategi tekanan Presiden Donald Trump terhadap Teheran di tengah mandeknya proses perundingan damai. (cnn)







JAKARTA – Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas meski gencatan senjata masih berlaku. Militer AS melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Iran, termasuk lokasi peluncuran rudal, pusat komando, hingga markas intelijen di kawasan Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Kamis (7/5/2026) waktu setempat.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyebut serangan itu dilakukan sebagai respons atas aksi Iran yang disebut menyerang kapal perang Amerika di Selat Hormuz saat armada Angkatan Laut AS melintas menuju Teluk Oman.
“Pasukan Iran meluncurkan rudal, drone, dan kapal kecil ke arah kapal perang AS. Tidak ada aset Amerika yang terkena serangan,” demikian pernyataan CENTCOM seperti dikutip CNN.
Tiga kapal perusak AS yang disebut terlibat dalam insiden itu ialah USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason.
Washington menegaskan serangan udara tersebut merupakan tindakan “membela diri” dan mengklaim tidak menginginkan eskalasi konflik. Namun Iran menilai tindakan AS sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April lalu.
Militer Iran menuduh AS menyerang wilayah sipil di Pulau Qeshm, Bandar Khamir, dan Sirik. Teheran juga menyebut Washington menargetkan kapal tanker minyak Iran di Teluk Oman.
“Militer agresor Amerika telah melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak Iran,” bunyi pernyataan Markas Pusat Khatam Al Anbiya, dikutip Al Jazeera.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap kapal-kapal perang AS menggunakan rudal balistik, rudal jelajah antikapal, dan drone tempur. Media pemerintah Iran bahkan mengklaim tiga kapal perusak AS mengalami kerusakan dan mundur ke arah Teluk Oman.
Sementara itu, ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah pesisir selatan Iran, termasuk Qeshm, Bandar Abbas, dan Minab.
Eskalasi terbaru ini terjadi sehari setelah militer AS melumpuhkan kapal tanker berbendera Iran, M/T Hasna, di Teluk Oman. Kapal tersebut ditembak di bagian kemudi saat mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran. Washington menuduh kapal itu melanggar blokade laut yang diberlakukan AS.
Bentrok ini menjadi konfrontasi militer paling serius sejak gencatan senjata diberlakukan bulan lalu. Dalam beberapa pekan terakhir, AS diketahui meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan menyita kapal-kapal Iran dan memaksa puluhan kapal lainnya berbalik arah.
Langkah itu disebut menjadi bagian dari strategi tekanan Presiden Donald Trump terhadap Teheran di tengah mandeknya proses perundingan damai. (cnn)