logo
Tragedi Banjir Bandang Nepal-Tibet: Korban Tewas Tembus 469 Orang, 1.500 Lebih M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manjakan Lidah Warga Pekanbaru, Dawik Toast Tawarkan Roti Panggang Kekinian Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Padamkan Karhutla dengan Tepung Singkong, BRIN Kaji Metode Penyebaran: Kan Tak M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Ditutup ke Rp17.693 per Dolar AS, Sentimen BI Jad Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN 2026, Menkeu: Pendapatan Negara Meningkat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Bupati Kuansing: Menhut Raja Juli Kembali Bungkam Saat Ditanya Selisih Uan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kebakaran Lahan Gambut Dekati Permukiman di Tembilahan, Tim Gabungan Berjibaku P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Digempur Konten Medsos, Wabup Rohil Jhony Charles Tetap Fokus Tangani Karhutla Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Kuansing
Empat Kecamatan di Kuansing Diterjang Banjir, Sekolah hingga Puskesmas Ikut Terdampak
Ratusan rumah warga serta sekolah dan puskesmas di empat kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terendam banjir akibat luapan Sungai Kuantan. (Foto: MCR)
Empat Kecamatan di Kuansing Diterjang Banjir, Sekolah hingga Puskesmas Ikut Terdampak
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 17 Mei 2026 | 20:04:08

PEKANBARU – Banjir akibat luapan Sungai Kuantan merendam sedikitnya 526 rumah warga di empat kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Selain rumah penduduk, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, mushala, puskesmas hingga kantor desa juga ikut terdampak.

Empat kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang dan Inuman. Banjir berlangsung selama dua hari, sejak Kamis (14/5/2026) hingga Jumat (15/5/2026).

Kepala BPBD Kuansing, H Yulizar, mengatakan kondisi banjir saat ini telah berangsur surut. Namun, dampak yang ditinggalkan masih menjadi persoalan bagi masyarakat di wilayah terdampak.

iklan-view

“Total ada 526 rumah warga terdampak banjir. Selain itu, empat mushala, empat unit sekolah, satu puskesmas dan satu kantor desa juga sempat terendam,” ujar Yulizar.

Kecamatan Pangean menjadi wilayah yang paling awal diterjang banjir luapan Sungai Kuantan. Di Desa Pangit, sebanyak 15 rumah warga, satu sekolah dan satu musala terdampak. Kemudian di Desa Pulau Deras tercatat 50 rumah serta satu puskesmas terendam.

Sementara itu, di Desa Pembatang sebanyak 25 rumah terdampak dan di Desa Padang Kunyit mencapai 70 rumah. Secara keseluruhan, Kecamatan Pangean mencatat 160 rumah terdampak, ditambah satu sekolah, satu musala dan satu puskesmas.

Di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, banjir merendam 55 rumah warga yang tersebar di beberapa desa. Rinciannya, Desa Pelukahan sebanyak 15 rumah dan satu musala, Desa Pulau Baru 10 rumah, Desa Lombok 15 rumah serta Desa Pulau Beralo 15 rumah.

Sedangkan di Kecamatan Kuantan Hilir, banjir berdampak pada 48 rumah warga. Desa Pulau Kijang tercatat tiga rumah dan satu kantor desa terdampak, sementara di Desa Kampung Tengah sebanyak 45 rumah terendam.

Wilayah paling parah terdampak berada di Kecamatan Inuman dengan total 263 rumah warga terendam banjir. Di Desa Pulau Busuk, sebanyak 73 rumah dan satu musala terdampak. Desa Pulau Sipan mencatat 70 rumah, satu musala dan satu sekolah terendam.

Kemudian di Desa Seberang Pulau Busuk, banjir merendam 110 rumah dan dua unit sekolah. Sedangkan di Desa Pulau Busuk Jaya, sebanyak 10 rumah warga terdampak.

“Meski air sudah surut dan tidak lagi menggenangi permukiman warga, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi banjir susulan. Relawan bencana di kecamatan juga masih terus memantau kondisi di lapangan,” tutup Yulizar. (mcr)

Home / News
Empat Kecamatan di Kuansing Diterjang Banjir, Sekolah hingga Puskesmas Ikut Terdampak
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 17 Mei 2026 | 20:04:08
Empat Kecamatan di Kuansing Diterjang Banjir, Sekolah hingga Puskesmas Ikut Terdampak
Ratusan rumah warga serta sekolah dan puskesmas di empat kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terendam banjir akibat luapan Sungai Kuantan. (Foto: MCR)

PEKANBARU – Banjir akibat luapan Sungai Kuantan merendam sedikitnya 526 rumah warga di empat kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Selain rumah penduduk, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, mushala, puskesmas hingga kantor desa juga ikut terdampak.

Empat kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang dan Inuman. Banjir berlangsung selama dua hari, sejak Kamis (14/5/2026) hingga Jumat (15/5/2026).

Kepala BPBD Kuansing, H Yulizar, mengatakan kondisi banjir saat ini telah berangsur surut. Namun, dampak yang ditinggalkan masih menjadi persoalan bagi masyarakat di wilayah terdampak.

“Total ada 526 rumah warga terdampak banjir. Selain itu, empat mushala, empat unit sekolah, satu puskesmas dan satu kantor desa juga sempat terendam,” ujar Yulizar.

Kecamatan Pangean menjadi wilayah yang paling awal diterjang banjir luapan Sungai Kuantan. Di Desa Pangit, sebanyak 15 rumah warga, satu sekolah dan satu musala terdampak. Kemudian di Desa Pulau Deras tercatat 50 rumah serta satu puskesmas terendam.

Sementara itu, di Desa Pembatang sebanyak 25 rumah terdampak dan di Desa Padang Kunyit mencapai 70 rumah. Secara keseluruhan, Kecamatan Pangean mencatat 160 rumah terdampak, ditambah satu sekolah, satu musala dan satu puskesmas.

Di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, banjir merendam 55 rumah warga yang tersebar di beberapa desa. Rinciannya, Desa Pelukahan sebanyak 15 rumah dan satu musala, Desa Pulau Baru 10 rumah, Desa Lombok 15 rumah serta Desa Pulau Beralo 15 rumah.

Sedangkan di Kecamatan Kuantan Hilir, banjir berdampak pada 48 rumah warga. Desa Pulau Kijang tercatat tiga rumah dan satu kantor desa terdampak, sementara di Desa Kampung Tengah sebanyak 45 rumah terendam.

Wilayah paling parah terdampak berada di Kecamatan Inuman dengan total 263 rumah warga terendam banjir. Di Desa Pulau Busuk, sebanyak 73 rumah dan satu musala terdampak. Desa Pulau Sipan mencatat 70 rumah, satu musala dan satu sekolah terendam.

Kemudian di Desa Seberang Pulau Busuk, banjir merendam 110 rumah dan dua unit sekolah. Sedangkan di Desa Pulau Busuk Jaya, sebanyak 10 rumah warga terdampak.

“Meski air sudah surut dan tidak lagi menggenangi permukiman warga, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi banjir susulan. Relawan bencana di kecamatan juga masih terus memantau kondisi di lapangan,” tutup Yulizar. (mcr)