logo
Polemik SPMB Siak Hulu, DPRD Kampar Soroti Kinerja Disdikpora hingga Dugaan Inte Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Bongkar Modus Pengurangan Isi Truk Tangki BBM Bersubsidi, Tiga Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Bungkam Soal Amplop Suhardiman, KPK Tegaskan Sudah Masuk Ranah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS, Kekhawatiran Defisit APBN Mulai Mereda Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Residivis Spesialis Bobol Ruko Kosong Ditangkap, Beraksi 12 Kali di Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Petani Riau: Harga Sawit Naik, TBS Plasma Sentuh Rp3.930/Kg, Sw Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sebulan Dua Korban Tewas, Kini Harimau Sumatera Nyaris Menerkam Pekerja Sawit di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Mabuk, Pengendara Motor Tabrak Pemotor Lain di Jalan Tengku Bey Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / PEKANBARU
Tengah Malam Tanpa Konflik: Ketika Kawanan Gajah Liar Menyapa Warga Perkebunan di Muara Fajar
Seorang warga memotret kawanan gajah liar yang melintas di Muara Fajar, Rumbai, Pekanbaru, Sabtu malam. (31/5/2026). (Foto: MCR)
Tengah Malam Tanpa Konflik: Ketika Kawanan Gajah Liar Menyapa Warga Perkebunan di Muara Fajar
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
31 Mei 2026 | 15:42:18

PEKANBARU - Malam belum terlalu larut ketika telepon darurat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru berdering. Di ujung sambungan, seorang warga bernama Heriyanto melaporkan keberadaan kawanan gajah liar yang memasuki kawasan perkebunan di Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 22.40 WIB.

Bagi sebagian orang, pertemuan dengan gajah mungkin menjadi pengalaman langka dan mengagumkan. Namun, bagi warga yang tinggal di sekitar perbatasan kawasan hutan dan perkebunan, kemunculan satwa berukuran raksasa itu pada malam hari bisa menghadirkan kecemasan tersendiri.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti. Tim penyelamatan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru yang dipimpin Komandan Peleton (Danton) Robi Setiawan bergerak dari Pos 13 Cempaka menggunakan Mobil Penyelamatan Khusus (MPK) 21. Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 35 menit sebelum akhirnya petugas tiba pada pukul 23.25 WIB.

Di tengah gelapnya malam, petugas mendapati pemandangan yang tidak biasa. Sekitar 12 ekor gajah liar terlihat melintas di kawasan perkebunan warga yang berada di sepanjang Jalan Pekanbaru-Minas. Kawanan tersebut bergerak perlahan mengikuti jalur yang telah lama menjadi lintasan alami mereka.

iklan-view

Situasi itu segera mendapat perhatian serius. Selain petugas Damkar, upaya penanganan juga melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau dan aparat TNI. Ketiga unsur tersebut berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga sekaligus menjaga agar kawanan gajah tidak mengalami gangguan selama proses penghalauan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan bahwa kemunculan kawanan gajah di kawasan Muara Fajar bukanlah fenomena baru. Wilayah tersebut memang berada di jalur yang kerap dilalui satwa liar ketika berpindah dari satu kawasan ke kawasan lainnya.

"Perlintasan gajah di kawasan tersebut memang cukup sering terjadi karena merupakan jalur migrasi atau lintasan alami kawanan gajah. Oleh karena itu, penanganan dilakukan dengan mengedepankan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian satwa yang dilindungi," ujarnya, Minggu (31/5/2026).

Bagi petugas di lapangan, operasi seperti ini membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian. Berbeda dengan evakuasi satwa kecil yang dapat segera diamankan, kawanan gajah harus diarahkan secara perlahan agar tidak merasa terancam dan tidak menimbulkan kepanikan yang berpotensi membahayakan manusia maupun satwa itu sendiri.

Beruntung, proses penghalauan berlangsung lancar. Setelah beberapa waktu, kawanan gajah berhasil diarahkan menjauh dari area perkebunan dan kembali menuju habitatnya. Tidak ada kerusakan yang ditimbulkan, baik terhadap lahan perkebunan warga maupun fasilitas lainnya.

Yang lebih melegakan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Operasi penyelamatan pun berakhir dengan aman dan seluruh personel kembali ke pos pada pukul 00.55 WIB.

Peristiwa itu kembali mengingatkan bahwa wilayah penyangga hutan di sekitar Pekanbaru masih menjadi ruang hidup bagi berbagai satwa liar, termasuk gajah Sumatra yang keberadaannya semakin terancam akibat berkurangnya habitat alami.

Di satu sisi, warga membutuhkan rasa aman untuk beraktivitas dan mengelola lahan mereka. Namun, di sisi lain satwa liar juga membutuhkan ruang untuk bertahan hidup. 

Karena itu, sinergi antara masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga konservasi menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam.

Malam itu, tidak ada kerusakan, tidak ada korban, dan tidak ada konflik yang terjadi. Hanya kawanan gajah yang melanjutkan perjalanan pulang ke habitatnya, meninggalkan jejak di tanah perkebunan serta sebuah pelajaran bahwa hidup berdampingan dengan alam membutuhkan kesadaran dan kerja sama semua pihak. (mcr)

Tengah Malam Tanpa Konflik: Ketika Kawanan Gajah Liar Menyapa Warga Perkebunan di Muara Fajar
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: lingkungan | 31 Mei 2026 | 15:42:18
Tengah Malam Tanpa Konflik: Ketika Kawanan Gajah Liar Menyapa Warga Perkebunan di Muara Fajar
Seorang warga memotret kawanan gajah liar yang melintas di Muara Fajar, Rumbai, Pekanbaru, Sabtu malam. (31/5/2026). (Foto: MCR)

PEKANBARU - Malam belum terlalu larut ketika telepon darurat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru berdering. Di ujung sambungan, seorang warga bernama Heriyanto melaporkan keberadaan kawanan gajah liar yang memasuki kawasan perkebunan di Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 22.40 WIB.

Bagi sebagian orang, pertemuan dengan gajah mungkin menjadi pengalaman langka dan mengagumkan. Namun, bagi warga yang tinggal di sekitar perbatasan kawasan hutan dan perkebunan, kemunculan satwa berukuran raksasa itu pada malam hari bisa menghadirkan kecemasan tersendiri.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti. Tim penyelamatan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru yang dipimpin Komandan Peleton (Danton) Robi Setiawan bergerak dari Pos 13 Cempaka menggunakan Mobil Penyelamatan Khusus (MPK) 21. Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 35 menit sebelum akhirnya petugas tiba pada pukul 23.25 WIB.

Di tengah gelapnya malam, petugas mendapati pemandangan yang tidak biasa. Sekitar 12 ekor gajah liar terlihat melintas di kawasan perkebunan warga yang berada di sepanjang Jalan Pekanbaru-Minas. Kawanan tersebut bergerak perlahan mengikuti jalur yang telah lama menjadi lintasan alami mereka.

Situasi itu segera mendapat perhatian serius. Selain petugas Damkar, upaya penanganan juga melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau dan aparat TNI. Ketiga unsur tersebut berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga sekaligus menjaga agar kawanan gajah tidak mengalami gangguan selama proses penghalauan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan bahwa kemunculan kawanan gajah di kawasan Muara Fajar bukanlah fenomena baru. Wilayah tersebut memang berada di jalur yang kerap dilalui satwa liar ketika berpindah dari satu kawasan ke kawasan lainnya.

"Perlintasan gajah di kawasan tersebut memang cukup sering terjadi karena merupakan jalur migrasi atau lintasan alami kawanan gajah. Oleh karena itu, penanganan dilakukan dengan mengedepankan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian satwa yang dilindungi," ujarnya, Minggu (31/5/2026).

Bagi petugas di lapangan, operasi seperti ini membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian. Berbeda dengan evakuasi satwa kecil yang dapat segera diamankan, kawanan gajah harus diarahkan secara perlahan agar tidak merasa terancam dan tidak menimbulkan kepanikan yang berpotensi membahayakan manusia maupun satwa itu sendiri.

Beruntung, proses penghalauan berlangsung lancar. Setelah beberapa waktu, kawanan gajah berhasil diarahkan menjauh dari area perkebunan dan kembali menuju habitatnya. Tidak ada kerusakan yang ditimbulkan, baik terhadap lahan perkebunan warga maupun fasilitas lainnya.

Yang lebih melegakan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Operasi penyelamatan pun berakhir dengan aman dan seluruh personel kembali ke pos pada pukul 00.55 WIB.

Peristiwa itu kembali mengingatkan bahwa wilayah penyangga hutan di sekitar Pekanbaru masih menjadi ruang hidup bagi berbagai satwa liar, termasuk gajah Sumatra yang keberadaannya semakin terancam akibat berkurangnya habitat alami.

Di satu sisi, warga membutuhkan rasa aman untuk beraktivitas dan mengelola lahan mereka. Namun, di sisi lain satwa liar juga membutuhkan ruang untuk bertahan hidup. 

Karena itu, sinergi antara masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga konservasi menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam.

Malam itu, tidak ada kerusakan, tidak ada korban, dan tidak ada konflik yang terjadi. Hanya kawanan gajah yang melanjutkan perjalanan pulang ke habitatnya, meninggalkan jejak di tanah perkebunan serta sebuah pelajaran bahwa hidup berdampingan dengan alam membutuhkan kesadaran dan kerja sama semua pihak. (mcr)