
JAKARTA – Setelah rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina berakhir, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air mulai memasuki tahap pelaksanaan. Kepulangan jemaah dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 1 hingga 30 Juni 2026.
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf mengatakan seluruh jemaah akan dipulangkan sesuai jadwal kelompok terbang (kloter) masing-masing.
"Mulai 1 Juni, proses kepulangan jemaah ke Tanah Air akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni," ujar Irfan, dikutip dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah, Minggu (31/5/2026).
Khusus untuk Provinsi Riau, pemulangan jemaah akan dilakukan dalam dua gelombang. Berdasarkan jadwal yang disampaikan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, gelombang pertama akan diberangkatkan melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAIAA) Jeddah mulai 4 Juni 2026 pukul 02.25 Waktu Arab Saudi.

Sementara gelombang kedua dijadwalkan berangkat dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada 20 Juni 2026 pukul 00.35 Waktu Arab Saudi.
Setelah tiba di Bandara Hang Nadim Batam, para jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing sesuai jadwal yang ditetapkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon berharap seluruh proses pemulangan berjalan lancar dan seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat.
Ia mendoakan para jemaah memperoleh keselamatan selama perjalanan serta dapat berkumpul kembali bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan.
“Perjalanan ibadah boleh berakhir, namun semangat menjadi hamba yang lebih baik harus terus berlanjut,” ujarnya.
Meski fase Mina telah berakhir, Irfan mengingatkan bahwa layanan bagi jemaah tetap berjalan. Sejumlah jemaah masih harus menyelesaikan tawaf ifadah dan rangkaian ibadah lainnya sebelum kembali ke Indonesia.
Karena itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi diminta terus melakukan pendampingan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan kelompok berisiko tinggi, sekaligus mengantisipasi kepadatan di area tawaf.
Pemerintah juga mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan dan memanfaatkan waktu istirahat dengan baik menjelang perjalanan panjang kembali ke Tanah Air. (tsp)






JAKARTA – Setelah rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina berakhir, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air mulai memasuki tahap pelaksanaan. Kepulangan jemaah dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 1 hingga 30 Juni 2026.
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf mengatakan seluruh jemaah akan dipulangkan sesuai jadwal kelompok terbang (kloter) masing-masing.
"Mulai 1 Juni, proses kepulangan jemaah ke Tanah Air akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni," ujar Irfan, dikutip dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah, Minggu (31/5/2026).
Khusus untuk Provinsi Riau, pemulangan jemaah akan dilakukan dalam dua gelombang. Berdasarkan jadwal yang disampaikan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, gelombang pertama akan diberangkatkan melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAIAA) Jeddah mulai 4 Juni 2026 pukul 02.25 Waktu Arab Saudi.
Sementara gelombang kedua dijadwalkan berangkat dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada 20 Juni 2026 pukul 00.35 Waktu Arab Saudi.
Setelah tiba di Bandara Hang Nadim Batam, para jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing sesuai jadwal yang ditetapkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon berharap seluruh proses pemulangan berjalan lancar dan seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat.
Ia mendoakan para jemaah memperoleh keselamatan selama perjalanan serta dapat berkumpul kembali bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan.
“Perjalanan ibadah boleh berakhir, namun semangat menjadi hamba yang lebih baik harus terus berlanjut,” ujarnya.
Meski fase Mina telah berakhir, Irfan mengingatkan bahwa layanan bagi jemaah tetap berjalan. Sejumlah jemaah masih harus menyelesaikan tawaf ifadah dan rangkaian ibadah lainnya sebelum kembali ke Indonesia.
Karena itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi diminta terus melakukan pendampingan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan kelompok berisiko tinggi, sekaligus mengantisipasi kepadatan di area tawaf.
Pemerintah juga mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan dan memanfaatkan waktu istirahat dengan baik menjelang perjalanan panjang kembali ke Tanah Air. (tsp)