
PEKANBARU – Sebuah kolam ikan lele seluas sekitar 150 meter persegi di Kelurahan Tampan menyimpan cerita tentang daya tahan ekonomi masyarakat. Dari kolam sederhana itu, kebutuhan pangan warga terpenuhi sekaligus menjadi sumber penghasilan keluarga yang terus berkembang.
Potret usaha produktif tersebut mendapat perhatian jajaran Polsek Payung Sekaki. Pada Selasa (2/6/2026), Kanit Binmas Ipda Restu Inanda bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Tampan Aipda Erick Jonatan Sihombing turun langsung meninjau lokasi budidaya ikan lele di Jalan Jambu Mawar.
Kunjungan dilakukan sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat sekaligus melihat perkembangan usaha warga yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Dari hasil peninjauan, budidaya ikan lele tersebut berjalan dengan baik. Hasil panen secara rutin dipasarkan ke pasar dan dijual kepada masyarakat sekitar sehingga menciptakan perputaran ekonomi di lingkungan setempat.

Usaha perikanan skala kecil seperti ini dinilai memiliki peran yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain menghasilkan sumber protein bagi masyarakat, budidaya lele juga membuka peluang usaha yang relatif terjangkau dibandingkan sektor lainnya.
Dalam kesempatan itu, personel kepolisian memberikan dorongan kepada pemilik usaha agar terus meningkatkan kapasitas budidaya. Langkah tersebut dianggap penting karena sektor pangan saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.
Ipda Restu Inanda menilai masyarakat yang mampu menciptakan usaha mandiri perlu mendapatkan dukungan dan motivasi. Kehadiran pelaku usaha lokal menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tengah dinamika kondisi ekonomi yang terus berubah.
Lebih jauh, keberhasilan budidaya ikan lele juga menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan secara produktif dapat menghasilkan nilai ekonomi yang nyata. Model usaha seperti ini berpotensi direplikasi oleh masyarakat lain yang ingin membangun usaha berbasis pangan.
Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal produksi dalam skala besar. Justru dari tingkat rumah tangga dan lingkungan terkecil, fondasi kemandirian pangan dapat dibangun secara berkelanjutan.
Karena itu, keberadaan usaha budidaya lele di Kelurahan Tampan menjadi gambaran nyata bagaimana sektor perikanan rakyat mampu menjadi solusi ekonomi sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan yang saat ini terus didorong pemerintah. (bsh)






PEKANBARU – Sebuah kolam ikan lele seluas sekitar 150 meter persegi di Kelurahan Tampan menyimpan cerita tentang daya tahan ekonomi masyarakat. Dari kolam sederhana itu, kebutuhan pangan warga terpenuhi sekaligus menjadi sumber penghasilan keluarga yang terus berkembang.
Potret usaha produktif tersebut mendapat perhatian jajaran Polsek Payung Sekaki. Pada Selasa (2/6/2026), Kanit Binmas Ipda Restu Inanda bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Tampan Aipda Erick Jonatan Sihombing turun langsung meninjau lokasi budidaya ikan lele di Jalan Jambu Mawar.
Kunjungan dilakukan sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat sekaligus melihat perkembangan usaha warga yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Dari hasil peninjauan, budidaya ikan lele tersebut berjalan dengan baik. Hasil panen secara rutin dipasarkan ke pasar dan dijual kepada masyarakat sekitar sehingga menciptakan perputaran ekonomi di lingkungan setempat.
Usaha perikanan skala kecil seperti ini dinilai memiliki peran yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain menghasilkan sumber protein bagi masyarakat, budidaya lele juga membuka peluang usaha yang relatif terjangkau dibandingkan sektor lainnya.
Dalam kesempatan itu, personel kepolisian memberikan dorongan kepada pemilik usaha agar terus meningkatkan kapasitas budidaya. Langkah tersebut dianggap penting karena sektor pangan saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.
Ipda Restu Inanda menilai masyarakat yang mampu menciptakan usaha mandiri perlu mendapatkan dukungan dan motivasi. Kehadiran pelaku usaha lokal menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tengah dinamika kondisi ekonomi yang terus berubah.
Lebih jauh, keberhasilan budidaya ikan lele juga menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan secara produktif dapat menghasilkan nilai ekonomi yang nyata. Model usaha seperti ini berpotensi direplikasi oleh masyarakat lain yang ingin membangun usaha berbasis pangan.
Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal produksi dalam skala besar. Justru dari tingkat rumah tangga dan lingkungan terkecil, fondasi kemandirian pangan dapat dibangun secara berkelanjutan.
Karena itu, keberadaan usaha budidaya lele di Kelurahan Tampan menjadi gambaran nyata bagaimana sektor perikanan rakyat mampu menjadi solusi ekonomi sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan yang saat ini terus didorong pemerintah. (bsh)