
PEKANBARU – Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji Riau asal Kabupaten Kampar, Muhammad Amin Kiran, yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 10, wafat di pemondokan jemaah di Kota Makkah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026).
Almarhum merupakan warga Desa Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta sesama jemaah yang sedang menunaikan ibadah haji.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menjelaskan bahwa sebelum wafat, almarhum telah berhasil menunaikan seluruh rukun dan wajib haji. Satu-satunya rangkaian yang belum sempat dilaksanakan adalah Tawaf Wada', yang sedianya dilakukan menjelang kepulangan ke Tanah Air.
“Almarhum memiliki riwayat penyakit sesak napas, diabetes melitus, dan hipertensi. Meski demikian, seluruh rangkaian utama ibadah hajinya telah berhasil ditunaikan. Almarhum juga telah menyelesaikan rukun dan wajib haji, kecuali Tawaf Wada'. Beliau dimakamkan di Pemakaman Al Soraya, Makkah,” ujar Defizon.

Atas nama pribadi dan instansi, Defizon menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya Muhammad Amin Kiran. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya, menerima seluruh amal ibadahnya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” katanya.
Defizon menambahkan, wafatnya almarhum terjadi setelah pelaksanaan puncak ibadah haji. Karena seluruh rukun dan wajib haji telah ditunaikan, maka secara syariat ibadah haji almarhum dinyatakan telah sempurna.
“Jemaah yang wafat setelah menyelesaikan seluruh rukun dan wajib haji, maka ibadah hajinya telah sah dan sempurna. Pemerintah juga akan tetap memproses serta menyelesaikan seluruh hak-hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Berdasarkan data Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau hingga 3 Juni 2026, tercatat 10 jemaah haji asal Riau meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal di Madinah, tujuh orang di Makkah, dua orang di Batam, serta satu orang meninggal di daerah asal sebelum keberangkatan ke Tanah Suci (mcr)






PEKANBARU – Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji Riau asal Kabupaten Kampar, Muhammad Amin Kiran, yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 10, wafat di pemondokan jemaah di Kota Makkah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026).
Almarhum merupakan warga Desa Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta sesama jemaah yang sedang menunaikan ibadah haji.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menjelaskan bahwa sebelum wafat, almarhum telah berhasil menunaikan seluruh rukun dan wajib haji. Satu-satunya rangkaian yang belum sempat dilaksanakan adalah Tawaf Wada', yang sedianya dilakukan menjelang kepulangan ke Tanah Air.
“Almarhum memiliki riwayat penyakit sesak napas, diabetes melitus, dan hipertensi. Meski demikian, seluruh rangkaian utama ibadah hajinya telah berhasil ditunaikan. Almarhum juga telah menyelesaikan rukun dan wajib haji, kecuali Tawaf Wada'. Beliau dimakamkan di Pemakaman Al Soraya, Makkah,” ujar Defizon.
Atas nama pribadi dan instansi, Defizon menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya Muhammad Amin Kiran. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya, menerima seluruh amal ibadahnya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” katanya.
Defizon menambahkan, wafatnya almarhum terjadi setelah pelaksanaan puncak ibadah haji. Karena seluruh rukun dan wajib haji telah ditunaikan, maka secara syariat ibadah haji almarhum dinyatakan telah sempurna.
“Jemaah yang wafat setelah menyelesaikan seluruh rukun dan wajib haji, maka ibadah hajinya telah sah dan sempurna. Pemerintah juga akan tetap memproses serta menyelesaikan seluruh hak-hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Berdasarkan data Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau hingga 3 Juni 2026, tercatat 10 jemaah haji asal Riau meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal di Madinah, tujuh orang di Makkah, dua orang di Batam, serta satu orang meninggal di daerah asal sebelum keberangkatan ke Tanah Suci (mcr)