logo
UPDATE: Tangis di Laut Madura, Lima Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Tewas, 225 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Gempa Kumamoto Makin Mematikan, Korban Tewas Capai 38 Orang, KBRI Berger Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemutihan Pajak Kendaraan Riau Dimulai, Tunggakan Bertahun-tahun Cukup Bayar Dua Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Pilot Malaysia Airlines: Positif Tiga Jenis Narkoba, Bawa Urine Cadangan u Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Surabaya-Makassar Terbakar di Laut Jawa, Operasi Penyelamatan Ratusan Penu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Bupati Pemalang Terjaring OTT di Hotel, KPK Selidiki Keterlibatan Wanita Pendamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Semarang Usai Ratusan Siswa Didu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BK DPRD Riau Segera Putuskan Sanksi Dua Anggota yang Bentrok, Publik Menanti Ket Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / KAMPAR
Polisi Gerebek PETI di Sungai Subayang Kampar, Tiga Rakit Tambang Emas Ilegal Diamankan
Ilustrasi. Penertiban PETI.
Polisi Gerebek PETI di Sungai Subayang Kampar, Tiga Rakit Tambang Emas Ilegal Diamankan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
5 Juni 2026 | 17:46:44

KAMPAR – Kepolisian kembali menindak aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Kampar. Dalam operasi yang digelar di aliran Sungai Subayang, petugas menemukan dan mengamankan tiga unit rakit yang digunakan untuk aktivitas tambang emas ilegal di Sungai Bio, Desa Kota Lama, Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Penertiban dilakukan tim gabungan pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, ketiga rakit tersebut dalam kondisi kosong dan tidak sedang beroperasi. Meski demikian, seluruh sarana penambangan ilegal yang ditemukan langsung diamankan sebagai barang bukti.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S melalui Kapolsek Kampar Kiri Kompol R Zuhri Siregar mengatakan pihaknya masih memburu pemilik rakit-rakit tersebut yang diduga merupakan warga setempat.

iklan-view

"Benar, ada tiga unit rakit yang digunakan untuk melakukan PETI. Saat dilakukan penindakan, tidak ada aktivitas maupun orang di lokasi. Pemiliknya masih dalam proses penyelidikan dan diduga merupakan warga Desa Kota Lama," ujar Zuhri.

Operasi penertiban dipimpin Panit Opsnal Intelkam Polsek Kampar Kiri IPDA Nurman Efendi bersama IPDA Aprizal Jafar dan tujuh personel lainnya. Tim menyisir kawasan tepi sungai hingga menemukan rakit-rakit yang diduga digunakan untuk mengeruk material sungai guna mencari emas.

Dari lokasi, petugas menyita sejumlah peralatan tambang, di antaranya satu unit mesin robin merek Pro-Quip, dua unit mesin robin merek ZS Power, beberapa sampan kayu, serta perlengkapan lain yang digunakan dalam aktivitas PETI.

Seluruh barang bukti kemudian dievakuasi dari lokasi menggunakan truk Colt Diesel dan dibawa ke Mapolsek Kampar Kiri untuk kepentingan penyidikan.

Kompol Zuhri menegaskan, pihaknya akan terus melakukan patroli dan razia berkala guna menekan aktivitas PETI yang berpotensi merusak lingkungan dan mencemari aliran sungai.

"Kami akan terus melakukan penindakan secara konsisten agar tidak ada lagi aktivitas penambangan emas tanpa izin di wilayah hukum Polsek Kampar Kiri," tegasnya. (mcr)

Home / Hukum
Polisi Gerebek PETI di Sungai Subayang Kampar, Tiga Rakit Tambang Emas Ilegal Diamankan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: hukum | 5 Juni 2026 | 17:46:44
Polisi Gerebek PETI di Sungai Subayang Kampar, Tiga Rakit Tambang Emas Ilegal Diamankan
Ilustrasi. Penertiban PETI.

KAMPAR – Kepolisian kembali menindak aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Kampar. Dalam operasi yang digelar di aliran Sungai Subayang, petugas menemukan dan mengamankan tiga unit rakit yang digunakan untuk aktivitas tambang emas ilegal di Sungai Bio, Desa Kota Lama, Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Penertiban dilakukan tim gabungan pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, ketiga rakit tersebut dalam kondisi kosong dan tidak sedang beroperasi. Meski demikian, seluruh sarana penambangan ilegal yang ditemukan langsung diamankan sebagai barang bukti.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S melalui Kapolsek Kampar Kiri Kompol R Zuhri Siregar mengatakan pihaknya masih memburu pemilik rakit-rakit tersebut yang diduga merupakan warga setempat.

"Benar, ada tiga unit rakit yang digunakan untuk melakukan PETI. Saat dilakukan penindakan, tidak ada aktivitas maupun orang di lokasi. Pemiliknya masih dalam proses penyelidikan dan diduga merupakan warga Desa Kota Lama," ujar Zuhri.

Operasi penertiban dipimpin Panit Opsnal Intelkam Polsek Kampar Kiri IPDA Nurman Efendi bersama IPDA Aprizal Jafar dan tujuh personel lainnya. Tim menyisir kawasan tepi sungai hingga menemukan rakit-rakit yang diduga digunakan untuk mengeruk material sungai guna mencari emas.

Dari lokasi, petugas menyita sejumlah peralatan tambang, di antaranya satu unit mesin robin merek Pro-Quip, dua unit mesin robin merek ZS Power, beberapa sampan kayu, serta perlengkapan lain yang digunakan dalam aktivitas PETI.

Seluruh barang bukti kemudian dievakuasi dari lokasi menggunakan truk Colt Diesel dan dibawa ke Mapolsek Kampar Kiri untuk kepentingan penyidikan.

Kompol Zuhri menegaskan, pihaknya akan terus melakukan patroli dan razia berkala guna menekan aktivitas PETI yang berpotensi merusak lingkungan dan mencemari aliran sungai.

"Kami akan terus melakukan penindakan secara konsisten agar tidak ada lagi aktivitas penambangan emas tanpa izin di wilayah hukum Polsek Kampar Kiri," tegasnya. (mcr)