logo
UPDATE: Tangis di Laut Madura, Lima Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Tewas, 225 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Gempa Kumamoto Makin Mematikan, Korban Tewas Capai 38 Orang, KBRI Berger Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemutihan Pajak Kendaraan Riau Dimulai, Tunggakan Bertahun-tahun Cukup Bayar Dua Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Pilot Malaysia Airlines: Positif Tiga Jenis Narkoba, Bawa Urine Cadangan u Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Surabaya-Makassar Terbakar di Laut Jawa, Operasi Penyelamatan Ratusan Penu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Bupati Pemalang Terjaring OTT di Hotel, KPK Selidiki Keterlibatan Wanita Pendamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Semarang Usai Ratusan Siswa Didu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BK DPRD Riau Segera Putuskan Sanksi Dua Anggota yang Bentrok, Publik Menanti Ket Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Kampar
Yuk Ikuti Kajian Baitullah di Bangkinang, Edukasi Masyarakat Soal Umrah, Haji dan Cegah Penipuan Travel
Kajian Baitullah yang akan digelar 12 Juni 2026 di Aula Kantor Lurah Langgini, Bangkinang Kota. (Foto: Istimewa)
Yuk Ikuti Kajian Baitullah di Bangkinang, Edukasi Masyarakat Soal Umrah, Haji dan Cegah Penipuan Travel
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
9 Juni 2026 | 13:05:08

KAMPAR-Masyarakat Kabupaten Kampar dan sekitarnya bakal memperoleh kesempatan memperdalam pemahaman mengenai ibadah umrah dan haji, melalui Kajian Baitullah yang akan digelar 12 Juni 2026 di Aula Kantor Lurah Langgini, Bangkinang Kota. Kegiatan tersebut tidak hanya membahas persiapan spiritual menuju Tanah Suci, tetapi juga memberikan edukasi penting terkait pemilihan penyelenggara perjalanan yang legal dan terpercaya guna menghindari risiko penipuan travel.

Kajian yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.30 WIB tersebut menghadirkan dua narasumber, Zulfaini dan Ronny Karudin. Kegiatan dirancang sebagai forum edukasi sekaligus ruang berbagi pengalaman bagi masyarakat yang sedang merencanakan keberangkatan umrah maupun haji.

Panitia menyebutkan, materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari keutamaan ibadah ke Tanah Suci, pemahaman dasar mengenai umrah dan haji, hingga langkah-langkah yang perlu dipersiapkan calon jamaah sebelum berangkat.

iklan-view

Narasumber Kajian Baitullah, Zulfaini mengatakan, keberhasilan pelaksanaan ibadah tidak hanya ditentukan oleh kesiapan finansial, tetapi juga pemahaman yang memadai mengenai tata cara dan proses perjalanan ibadah.

"Ibadah umrah dan haji bukan hanya membutuhkan kesiapan biaya, tetapi juga kesiapan ilmu, mental, dan pemahaman yang benar. Melalui kajian ini, kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami proses ibadah serta dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mempersiapkan keberangkatan," ujarnya.

Menurut dia, tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah dalam beberapa tahun terakhir perlu diimbangi dengan peningkatan literasi calon jamaah. Pemahaman yang baik dinilai penting agar masyarakat mampu memilih biro perjalanan yang memiliki legalitas jelas serta rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain aspek ibadah, kajian tersebut juga akan mengangkat persoalan perlindungan jamaah dari berbagai praktik penipuan perjalanan yang masih kerap terjadi. Peserta akan diberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan verifikasi terhadap izin operasional penyelenggara perjalanan serta memahami hak-hak jamaah sebelum melakukan pendaftaran.

Ronny menilai, kegiatan edukatif seperti Kajian Baitullah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar terkait perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

"Banyak masyarakat yang memiliki keinginan kuat untuk menjadi tamu Allah, namun masih membutuhkan informasi dan pemahaman yang lebih luas mengenai persiapan serta langkah-langkah yang harus dilakukan. Kajian ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi seluruh peserta," katanya.

Ia menambahkan, pemahaman yang baik sejak awal dapat membantu calon jamaah menghindari berbagai kendala yang berpotensi muncul selama proses persiapan maupun pelaksanaan ibadah.

Kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi bagi masyarakat yang memiliki rencana berangkat ke Tanah Suci dalam waktu dekat maupun mereka yang masih mempersiapkan diri untuk mewujudkan niat tersebut di masa mendatang.

Penting bagi Calon Jamaah

Edukasi mengenai umrah dan haji dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan informasi yang akurat terkait perjalanan ibadah. Selain membantu memahami tata cara pelaksanaan ibadah, pengetahuan yang memadai juga berperan dalam melindungi calon jamaah dari risiko kerugian akibat memilih penyelenggara perjalanan yang tidak memenuhi ketentuan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai proses keberangkatan, persyaratan administrasi, kesiapan mental dan spiritual, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan keamanan perjalanan ibadah.

Panitia berharap Kajian Baitullah dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kampar dan daerah sekitarnya, baik yang tengah merencanakan keberangkatan umrah maupun yang ingin menambah wawasan tentang ibadah haji dan umrah.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Lurah Langgini, M. Ari Tri Putra Nasution, S.STP., M.IP, serta H. Yulizar Baharudin, S.Ag., MM, Dosen STIE Bangkinang sekaligus Founder MAGNet.

Kajian Baitullah terbuka untuk masyarakat umum dengan jumlah peserta yang akan disesuaikan dengan kapasitas tempat yang tersedia. Bagi masyarakat yang ingin memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai ibadah ke Tanah Suci, kegiatan ini menjadi salah satu forum edukasi yang dapat dimanfaatkan sebelum mengambil keputusan untuk berangkat umrah atau haji. (*)

Home / News
Yuk Ikuti Kajian Baitullah di Bangkinang, Edukasi Masyarakat Soal Umrah, Haji dan Cegah Penipuan Travel
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: news | 9 Juni 2026 | 13:05:08
Yuk Ikuti Kajian Baitullah di Bangkinang, Edukasi Masyarakat Soal Umrah, Haji dan Cegah Penipuan Travel
Kajian Baitullah yang akan digelar 12 Juni 2026 di Aula Kantor Lurah Langgini, Bangkinang Kota. (Foto: Istimewa)

KAMPAR-Masyarakat Kabupaten Kampar dan sekitarnya bakal memperoleh kesempatan memperdalam pemahaman mengenai ibadah umrah dan haji, melalui Kajian Baitullah yang akan digelar 12 Juni 2026 di Aula Kantor Lurah Langgini, Bangkinang Kota. Kegiatan tersebut tidak hanya membahas persiapan spiritual menuju Tanah Suci, tetapi juga memberikan edukasi penting terkait pemilihan penyelenggara perjalanan yang legal dan terpercaya guna menghindari risiko penipuan travel.

Kajian yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.30 WIB tersebut menghadirkan dua narasumber, Zulfaini dan Ronny Karudin. Kegiatan dirancang sebagai forum edukasi sekaligus ruang berbagi pengalaman bagi masyarakat yang sedang merencanakan keberangkatan umrah maupun haji.

Panitia menyebutkan, materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari keutamaan ibadah ke Tanah Suci, pemahaman dasar mengenai umrah dan haji, hingga langkah-langkah yang perlu dipersiapkan calon jamaah sebelum berangkat.

Narasumber Kajian Baitullah, Zulfaini mengatakan, keberhasilan pelaksanaan ibadah tidak hanya ditentukan oleh kesiapan finansial, tetapi juga pemahaman yang memadai mengenai tata cara dan proses perjalanan ibadah.

"Ibadah umrah dan haji bukan hanya membutuhkan kesiapan biaya, tetapi juga kesiapan ilmu, mental, dan pemahaman yang benar. Melalui kajian ini, kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami proses ibadah serta dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mempersiapkan keberangkatan," ujarnya.

Menurut dia, tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah dalam beberapa tahun terakhir perlu diimbangi dengan peningkatan literasi calon jamaah. Pemahaman yang baik dinilai penting agar masyarakat mampu memilih biro perjalanan yang memiliki legalitas jelas serta rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain aspek ibadah, kajian tersebut juga akan mengangkat persoalan perlindungan jamaah dari berbagai praktik penipuan perjalanan yang masih kerap terjadi. Peserta akan diberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan verifikasi terhadap izin operasional penyelenggara perjalanan serta memahami hak-hak jamaah sebelum melakukan pendaftaran.

Ronny menilai, kegiatan edukatif seperti Kajian Baitullah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar terkait perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

"Banyak masyarakat yang memiliki keinginan kuat untuk menjadi tamu Allah, namun masih membutuhkan informasi dan pemahaman yang lebih luas mengenai persiapan serta langkah-langkah yang harus dilakukan. Kajian ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi seluruh peserta," katanya.

Ia menambahkan, pemahaman yang baik sejak awal dapat membantu calon jamaah menghindari berbagai kendala yang berpotensi muncul selama proses persiapan maupun pelaksanaan ibadah.

Kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi bagi masyarakat yang memiliki rencana berangkat ke Tanah Suci dalam waktu dekat maupun mereka yang masih mempersiapkan diri untuk mewujudkan niat tersebut di masa mendatang.

Penting bagi Calon Jamaah

Edukasi mengenai umrah dan haji dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan informasi yang akurat terkait perjalanan ibadah. Selain membantu memahami tata cara pelaksanaan ibadah, pengetahuan yang memadai juga berperan dalam melindungi calon jamaah dari risiko kerugian akibat memilih penyelenggara perjalanan yang tidak memenuhi ketentuan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai proses keberangkatan, persyaratan administrasi, kesiapan mental dan spiritual, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan keamanan perjalanan ibadah.

Panitia berharap Kajian Baitullah dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kampar dan daerah sekitarnya, baik yang tengah merencanakan keberangkatan umrah maupun yang ingin menambah wawasan tentang ibadah haji dan umrah.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Lurah Langgini, M. Ari Tri Putra Nasution, S.STP., M.IP, serta H. Yulizar Baharudin, S.Ag., MM, Dosen STIE Bangkinang sekaligus Founder MAGNet.

Kajian Baitullah terbuka untuk masyarakat umum dengan jumlah peserta yang akan disesuaikan dengan kapasitas tempat yang tersedia. Bagi masyarakat yang ingin memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai ibadah ke Tanah Suci, kegiatan ini menjadi salah satu forum edukasi yang dapat dimanfaatkan sebelum mengambil keputusan untuk berangkat umrah atau haji. (*)