logo
Polemik SPMB Siak Hulu, DPRD Kampar Soroti Kinerja Disdikpora hingga Dugaan Inte Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Bongkar Modus Pengurangan Isi Truk Tangki BBM Bersubsidi, Tiga Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Bungkam Soal Amplop Suhardiman, KPK Tegaskan Sudah Masuk Ranah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS, Kekhawatiran Defisit APBN Mulai Mereda Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Residivis Spesialis Bobol Ruko Kosong Ditangkap, Beraksi 12 Kali di Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Petani Riau: Harga Sawit Naik, TBS Plasma Sentuh Rp3.930/Kg, Sw Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sebulan Dua Korban Tewas, Kini Harimau Sumatera Nyaris Menerkam Pekerja Sawit di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Mabuk, Pengendara Motor Tabrak Pemotor Lain di Jalan Tengku Bey Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / SIAK
24 Perusahaan Swasta di Riau Patungan Bangun Jalan Strategis Siak, Investasi Tembus Rp28 Miliar
Perbaikan ruas Jalan Simpang Minas–Simpang Pemda–Simpang Tualang Timur di Kabupaten Siak. (Foto: MCR)
24 Perusahaan Swasta di Riau Patungan Bangun Jalan Strategis Siak, Investasi Tembus Rp28 Miliar
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
27 Juni 2026 | 19:12:29

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mempercepat perbaikan ruas Jalan Simpang Minas–Simpang Pemda–Simpang Tualang Timur di Kabupaten Siak melalui kolaborasi besar dengan sektor swasta. Sebanyak 24 perusahaan dari berbagai sektor industri dilibatkan untuk membangun jalan sepanjang 2,8 kilometer menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton kaku dengan total investasi mencapai Rp28 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan pemerintah daerah menangani langsung perbaikan sepanjang satu kilometer, sementara sisa ruas jalan dikerjakan melalui dukungan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.

"Pemprov Riau menangani satu kilometer, sedangkan sisanya kami kerjakan bersama pihak swasta melalui skema kolaborasi," kata Zulfahmi, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, penggunaan konstruksi rigid pavement dipilih agar jalan lebih tahan terhadap beban kendaraan berat. Ruas ini merupakan jalur vital bagi aktivitas industri, terutama angkutan kelapa sawit, kayu, serta distribusi logistik dari kawasan industri Perawang menuju Jalan Lintas Timur.

iklan-view

Sebanyak 24 perusahaan yang terlibat berasal dari sektor migas, perkebunan sawit, kehutanan, pelabuhan, hingga industri pengolahan. Di antaranya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), PT Pelindo, PT Surya Inti Raya, PT Indah Kiat Pulp and Paper, PT Arara Abadi, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), PTPN IV Regional III, Ivo Mas Tunggal, serta sejumlah perusahaan lainnya.

Untuk mempercepat pelaksanaan, perusahaan-perusahaan tersebut dibagi dalam empat klaster, masing-masing bertanggung jawab membangun sekitar 700 meter jalan.

Klaster Migas yang dikoordinasikan PHR dijadwalkan mulai bekerja pada Agustus dengan target pembangunan 500 meter tahun ini. Klaster Perkayuan di bawah koordinasi Arara Abadi memulai pekerjaan pada Oktober dengan target 500 meter. Sementara Klaster Sawit yang dipimpin Surya Inti Raya dan Klaster Transportasi yang dikoordinasikan Pelindo juga dijadwalkan memulai pembangunan pada Oktober.

Sementara itu, pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR-PKPP Riau telah dimulai sejak Juni 2026 dari titik setelah pintu keluar jalan tol. Pemerintah menargetkan pekerjaan tersebut selesai pada Desember mendatang.

Secara keseluruhan, panjang jalan yang diperbaiki tahun ini mencapai sekitar 3,4 kilometer, sedangkan sisa pekerjaan akan dilanjutkan pada 2027.

Zulfahmi menjelaskan, pembangunan satu kilometer rigid pavement oleh pemerintah membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar. Dengan tambahan kontribusi perusahaan senilai Rp28 miliar, percepatan penanganan jalan strategis tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan distribusi barang di Kabupaten Siak.

"Kami mengapresiasi seluruh perusahaan yang telah berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur ini. Sinergi seperti ini akan terus kami tingkatkan untuk mendukung percepatan pembangunan di Riau," ujarnya. (**)

Sumber: Mediacenter Riau

Home / Ekonomi
24 Perusahaan Swasta di Riau Patungan Bangun Jalan Strategis Siak, Investasi Tembus Rp28 Miliar
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: ekonomi | 27 Juni 2026 | 19:12:29
24 Perusahaan Swasta di Riau Patungan Bangun Jalan Strategis Siak, Investasi Tembus Rp28 Miliar
Perbaikan ruas Jalan Simpang Minas–Simpang Pemda–Simpang Tualang Timur di Kabupaten Siak. (Foto: MCR)

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mempercepat perbaikan ruas Jalan Simpang Minas–Simpang Pemda–Simpang Tualang Timur di Kabupaten Siak melalui kolaborasi besar dengan sektor swasta. Sebanyak 24 perusahaan dari berbagai sektor industri dilibatkan untuk membangun jalan sepanjang 2,8 kilometer menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton kaku dengan total investasi mencapai Rp28 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan pemerintah daerah menangani langsung perbaikan sepanjang satu kilometer, sementara sisa ruas jalan dikerjakan melalui dukungan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.

"Pemprov Riau menangani satu kilometer, sedangkan sisanya kami kerjakan bersama pihak swasta melalui skema kolaborasi," kata Zulfahmi, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, penggunaan konstruksi rigid pavement dipilih agar jalan lebih tahan terhadap beban kendaraan berat. Ruas ini merupakan jalur vital bagi aktivitas industri, terutama angkutan kelapa sawit, kayu, serta distribusi logistik dari kawasan industri Perawang menuju Jalan Lintas Timur.

Sebanyak 24 perusahaan yang terlibat berasal dari sektor migas, perkebunan sawit, kehutanan, pelabuhan, hingga industri pengolahan. Di antaranya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), PT Pelindo, PT Surya Inti Raya, PT Indah Kiat Pulp and Paper, PT Arara Abadi, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), PTPN IV Regional III, Ivo Mas Tunggal, serta sejumlah perusahaan lainnya.

Untuk mempercepat pelaksanaan, perusahaan-perusahaan tersebut dibagi dalam empat klaster, masing-masing bertanggung jawab membangun sekitar 700 meter jalan.

Klaster Migas yang dikoordinasikan PHR dijadwalkan mulai bekerja pada Agustus dengan target pembangunan 500 meter tahun ini. Klaster Perkayuan di bawah koordinasi Arara Abadi memulai pekerjaan pada Oktober dengan target 500 meter. Sementara Klaster Sawit yang dipimpin Surya Inti Raya dan Klaster Transportasi yang dikoordinasikan Pelindo juga dijadwalkan memulai pembangunan pada Oktober.

Sementara itu, pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR-PKPP Riau telah dimulai sejak Juni 2026 dari titik setelah pintu keluar jalan tol. Pemerintah menargetkan pekerjaan tersebut selesai pada Desember mendatang.

Secara keseluruhan, panjang jalan yang diperbaiki tahun ini mencapai sekitar 3,4 kilometer, sedangkan sisa pekerjaan akan dilanjutkan pada 2027.

Zulfahmi menjelaskan, pembangunan satu kilometer rigid pavement oleh pemerintah membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar. Dengan tambahan kontribusi perusahaan senilai Rp28 miliar, percepatan penanganan jalan strategis tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan distribusi barang di Kabupaten Siak.

"Kami mengapresiasi seluruh perusahaan yang telah berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur ini. Sinergi seperti ini akan terus kami tingkatkan untuk mendukung percepatan pembangunan di Riau," ujarnya. (**)

Sumber: Mediacenter Riau