
ROKAN HILIR – Menjelang puncak Ritual Bakar Tongkang Ing Hok King Bagansiapiapi yang akan berlangsung pada 1 Juli 2026, panitia pelaksana mengajak seluruh masyarakat, peserta, dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, serta menghormati seluruh rangkaian prosesi budaya yang menjadi kebanggaan Kabupaten Rokan Hilir.
Ketua Panitia Pelaksana Ritual Bakar Tongkang Ing Hok King Bagansiapiapi, Budiono, mengatakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut bukan sekadar perayaan budaya dan keagamaan, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang tinggi serta menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
"Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya Ritual Bakar Tongkang Ing Hok King Bagansiapiapi Tahun 2026. Semoga tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun ini terus menjadi simbol persatuan, kerukunan, serta pelestarian nilai-nilai budaya yang membanggakan," ujar Budiono di Bagansiapiapi, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, suksesnya penyelenggaraan Ritual Bakar Tongkang tidak hanya bergantung pada panitia, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengimbau seluruh peserta dan pengunjung mematuhi aturan yang berlaku serta mengikuti arahan panitia dan aparat keamanan selama kegiatan berlangsung.

"Kami mengajak seluruh masyarakat, peserta, panitia, dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, serta saling menghormati selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Dengan kebersamaan, kami berharap perayaan Bakar Tongkang 2026 berjalan aman, tertib, lancar, dan penuh kedamaian," katanya.
Budiono menambahkan, Ritual Bakar Tongkang Ing Hok King kini telah berkembang menjadi salah satu agenda budaya dan destinasi wisata unggulan yang mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara setiap tahunnya.

Ia berharap puncak perayaan pada 1 Juli mendatang dapat berlangsung sukses sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perputaran ekonomi masyarakat di Kabupaten Rokan Hilir.
"Semoga kegiatan ini membawa berkah, kemakmuran, kesehatan, serta semakin mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman. Mari kita sukseskan Ritual Bakar Tongkang Ing Hok King Bagansiapiapi 2026 sebagai kebanggaan bersama dan warisan budaya yang terus lestari untuk generasi mendatang," ujarnya.
Di akhir pesannya, Budiono mengajak seluruh masyarakat menjadikan perayaan tahun ini sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga toleransi, serta melestarikan warisan budaya yang telah dikenal hingga ke mancanegara.
"Bersatu dalam kebersamaan, melestarikan budaya, menjaga keamanan, dan mewujudkan perayaan yang aman, tertib, serta lancar," tutupnya. (rom)






ROKAN HILIR – Menjelang puncak Ritual Bakar Tongkang Ing Hok King Bagansiapiapi yang akan berlangsung pada 1 Juli 2026, panitia pelaksana mengajak seluruh masyarakat, peserta, dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, serta menghormati seluruh rangkaian prosesi budaya yang menjadi kebanggaan Kabupaten Rokan Hilir.
Ketua Panitia Pelaksana Ritual Bakar Tongkang Ing Hok King Bagansiapiapi, Budiono, mengatakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut bukan sekadar perayaan budaya dan keagamaan, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang tinggi serta menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
"Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya Ritual Bakar Tongkang Ing Hok King Bagansiapiapi Tahun 2026. Semoga tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun ini terus menjadi simbol persatuan, kerukunan, serta pelestarian nilai-nilai budaya yang membanggakan," ujar Budiono di Bagansiapiapi, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, suksesnya penyelenggaraan Ritual Bakar Tongkang tidak hanya bergantung pada panitia, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengimbau seluruh peserta dan pengunjung mematuhi aturan yang berlaku serta mengikuti arahan panitia dan aparat keamanan selama kegiatan berlangsung.
"Kami mengajak seluruh masyarakat, peserta, panitia, dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, serta saling menghormati selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Dengan kebersamaan, kami berharap perayaan Bakar Tongkang 2026 berjalan aman, tertib, lancar, dan penuh kedamaian," katanya.
Budiono menambahkan, Ritual Bakar Tongkang Ing Hok King kini telah berkembang menjadi salah satu agenda budaya dan destinasi wisata unggulan yang mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara setiap tahunnya.

Ia berharap puncak perayaan pada 1 Juli mendatang dapat berlangsung sukses sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perputaran ekonomi masyarakat di Kabupaten Rokan Hilir.
"Semoga kegiatan ini membawa berkah, kemakmuran, kesehatan, serta semakin mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman. Mari kita sukseskan Ritual Bakar Tongkang Ing Hok King Bagansiapiapi 2026 sebagai kebanggaan bersama dan warisan budaya yang terus lestari untuk generasi mendatang," ujarnya.
Di akhir pesannya, Budiono mengajak seluruh masyarakat menjadikan perayaan tahun ini sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga toleransi, serta melestarikan warisan budaya yang telah dikenal hingga ke mancanegara.
"Bersatu dalam kebersamaan, melestarikan budaya, menjaga keamanan, dan mewujudkan perayaan yang aman, tertib, serta lancar," tutupnya. (rom)