
PEKANBARU-Pergerakan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru mulai menunjukkan tren yang berbeda. Jika harga cabai merah perlahan turun setelah sempat melonjak tinggi pada bulan lalu, harga cabai rawit dan beberapa jenis sayuran justru mengalami kenaikan yang cukup tajam.
Pantauan di Pasar Pagi Panam, Rabu (15/7/2026), menunjukkan harga cabai merah kini berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan sebulan lalu yang sempat menembus Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang, Weni Novika, mengatakan penurunan harga cabai merah mulai dirasakan dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, kondisi ini sedikit meringankan beban konsumen yang sebelumnya mengurangi pembelian akibat harga yang terlalu tinggi.

"Kalau dibandingkan bulan kemarin, harganya sudah jauh turun. Sekarang kami jual sekitar Rp35.000 sampai Rp40.000 per kilogram," ujar Weni.
Namun, penurunan harga cabai merah tidak diikuti komoditas lainnya. Cabai rawit bukit justru mengalami lonjakan signifikan. Dari sebelumnya hanya berkisar Rp20.000 hingga Rp35.000 per kilogram, kini harganya mencapai Rp60.000 per kilogram. Sementara itu, harga tomat masih relatif stabil dan belum mengalami perubahan berarti.
Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Pagi Arengka. Pedagang sayur, Gunawan, mengungkapkan harga cabai merah masih berfluktuasi setiap hari. Menurutnya, perubahan harga terjadi sangat cepat sehingga pedagang kesulitan menentukan harga jual yang tetap.
"Harga cabai sekarang bervariasi, ada yang Rp38.000, Rp40.000 sampai Rp44.000 per kilogram. Bahkan tiap malam bisa berubah, kadang naik Rp4.000, kadang turun lagi," katanya.
Di pasar tersebut, harga cabai rawit bahkan lebih tinggi, yakni berkisar Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada sejumlah komoditas sayuran seperti wortel, terong, dan buncis yang rata-rata naik sekitar Rp4.000 per kilogram.
Gunawan menduga kenaikan dipicu terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi. "Kemungkinan dari pemasok memang sudah mahal karena barang yang masuk berkurang. Buncis misalnya, dari Rp14.000 sampai Rp16.000 sekarang naik menjadi Rp18.000 per kilogram," jelasnya.
Fluktuasi harga antar komoditas ini membuat pedagang harus lebih cermat mengatur modal dan stok dagangan setiap hari. Mereka berharap pemerintah segera melakukan pemantauan terhadap distribusi dan pasokan dari daerah penghasil agar gejolak harga, khususnya cabai rawit dan sayuran, dapat dikendalikan sehingga tidak semakin membebani pedagang maupun masyarakat.(*)




PEKANBARU-Pergerakan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru mulai menunjukkan tren yang berbeda. Jika harga cabai merah perlahan turun setelah sempat melonjak tinggi pada bulan lalu, harga cabai rawit dan beberapa jenis sayuran justru mengalami kenaikan yang cukup tajam.
Pantauan di Pasar Pagi Panam, Rabu (15/7/2026), menunjukkan harga cabai merah kini berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan sebulan lalu yang sempat menembus Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang, Weni Novika, mengatakan penurunan harga cabai merah mulai dirasakan dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, kondisi ini sedikit meringankan beban konsumen yang sebelumnya mengurangi pembelian akibat harga yang terlalu tinggi.
"Kalau dibandingkan bulan kemarin, harganya sudah jauh turun. Sekarang kami jual sekitar Rp35.000 sampai Rp40.000 per kilogram," ujar Weni.
Namun, penurunan harga cabai merah tidak diikuti komoditas lainnya. Cabai rawit bukit justru mengalami lonjakan signifikan. Dari sebelumnya hanya berkisar Rp20.000 hingga Rp35.000 per kilogram, kini harganya mencapai Rp60.000 per kilogram. Sementara itu, harga tomat masih relatif stabil dan belum mengalami perubahan berarti.
Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Pagi Arengka. Pedagang sayur, Gunawan, mengungkapkan harga cabai merah masih berfluktuasi setiap hari. Menurutnya, perubahan harga terjadi sangat cepat sehingga pedagang kesulitan menentukan harga jual yang tetap.
"Harga cabai sekarang bervariasi, ada yang Rp38.000, Rp40.000 sampai Rp44.000 per kilogram. Bahkan tiap malam bisa berubah, kadang naik Rp4.000, kadang turun lagi," katanya.
Di pasar tersebut, harga cabai rawit bahkan lebih tinggi, yakni berkisar Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada sejumlah komoditas sayuran seperti wortel, terong, dan buncis yang rata-rata naik sekitar Rp4.000 per kilogram.
Gunawan menduga kenaikan dipicu terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi. "Kemungkinan dari pemasok memang sudah mahal karena barang yang masuk berkurang. Buncis misalnya, dari Rp14.000 sampai Rp16.000 sekarang naik menjadi Rp18.000 per kilogram," jelasnya.
Fluktuasi harga antar komoditas ini membuat pedagang harus lebih cermat mengatur modal dan stok dagangan setiap hari. Mereka berharap pemerintah segera melakukan pemantauan terhadap distribusi dan pasokan dari daerah penghasil agar gejolak harga, khususnya cabai rawit dan sayuran, dapat dikendalikan sehingga tidak semakin membebani pedagang maupun masyarakat.(*)