logo
Tragedi Banjir Bandang Nepal-Tibet: Korban Tewas Tembus 469 Orang, 1.500 Lebih M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manjakan Lidah Warga Pekanbaru, Dawik Toast Tawarkan Roti Panggang Kekinian Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Padamkan Karhutla dengan Tepung Singkong, BRIN Kaji Metode Penyebaran: Kan Tak M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Ditutup ke Rp17.693 per Dolar AS, Sentimen BI Jad Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN 2026, Menkeu: Pendapatan Negara Meningkat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Bupati Kuansing: Menhut Raja Juli Kembali Bungkam Saat Ditanya Selisih Uan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kebakaran Lahan Gambut Dekati Permukiman di Tembilahan, Tim Gabungan Berjibaku P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Digempur Konten Medsos, Wabup Rohil Jhony Charles Tetap Fokus Tangani Karhutla Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Harga Cabai Merah Mulai Turun, Cabai Rawit dan Sayuran Malah Meroket di Pasar Pekanbaru
Cabe di pasar tradisional Pekanbaru
Harga Cabai Merah Mulai Turun, Cabai Rawit dan Sayuran Malah Meroket di Pasar Pekanbaru
Editor: ridho | Penulis: ferdy mahdavikia
Rubrik: news | 15 Juli 2026 | 21:43:59

PEKANBARU-Pergerakan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru mulai menunjukkan tren yang berbeda. Jika harga cabai merah perlahan turun setelah sempat melonjak tinggi pada bulan lalu, harga cabai rawit dan beberapa jenis sayuran justru mengalami kenaikan yang cukup tajam.

Pantauan di Pasar Pagi Panam, Rabu (15/7/2026), menunjukkan harga cabai merah kini berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan sebulan lalu yang sempat menembus Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang, Weni Novika, mengatakan penurunan harga cabai merah mulai dirasakan dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, kondisi ini sedikit meringankan beban konsumen yang sebelumnya mengurangi pembelian akibat harga yang terlalu tinggi.

iklan-view

"Kalau dibandingkan bulan kemarin, harganya sudah jauh turun. Sekarang kami jual sekitar Rp35.000 sampai Rp40.000 per kilogram," ujar Weni.

Namun, penurunan harga cabai merah tidak diikuti komoditas lainnya. Cabai rawit bukit justru mengalami lonjakan signifikan. Dari sebelumnya hanya berkisar Rp20.000 hingga Rp35.000 per kilogram, kini harganya mencapai Rp60.000 per kilogram. Sementara itu, harga tomat masih relatif stabil dan belum mengalami perubahan berarti.

Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Pagi Arengka. Pedagang sayur, Gunawan, mengungkapkan harga cabai merah masih berfluktuasi setiap hari. Menurutnya, perubahan harga terjadi sangat cepat sehingga pedagang kesulitan menentukan harga jual yang tetap.

"Harga cabai sekarang bervariasi, ada yang Rp38.000, Rp40.000 sampai Rp44.000 per kilogram. Bahkan tiap malam bisa berubah, kadang naik Rp4.000, kadang turun lagi," katanya.

Di pasar tersebut, harga cabai rawit bahkan lebih tinggi, yakni berkisar Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada sejumlah komoditas sayuran seperti wortel, terong, dan buncis yang rata-rata naik sekitar Rp4.000 per kilogram.

Gunawan menduga kenaikan dipicu terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi. "Kemungkinan dari pemasok memang sudah mahal karena barang yang masuk berkurang. Buncis misalnya, dari Rp14.000 sampai Rp16.000 sekarang naik menjadi Rp18.000 per kilogram," jelasnya.

Fluktuasi harga antar komoditas ini membuat pedagang harus lebih cermat mengatur modal dan stok dagangan setiap hari. Mereka berharap pemerintah segera melakukan pemantauan terhadap distribusi dan pasokan dari daerah penghasil agar gejolak harga, khususnya cabai rawit dan sayuran, dapat dikendalikan sehingga tidak semakin membebani pedagang maupun masyarakat.(*)

Home / News
Harga Cabai Merah Mulai Turun, Cabai Rawit dan Sayuran Malah Meroket di Pasar Pekanbaru
Editor: ridho | Penulis: ferdy mahdavikia
Rubrik: news | 15 Juli 2026 | 21:43:59
Harga Cabai Merah Mulai Turun, Cabai Rawit dan Sayuran Malah Meroket di Pasar Pekanbaru
Cabe di pasar tradisional Pekanbaru

PEKANBARU-Pergerakan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru mulai menunjukkan tren yang berbeda. Jika harga cabai merah perlahan turun setelah sempat melonjak tinggi pada bulan lalu, harga cabai rawit dan beberapa jenis sayuran justru mengalami kenaikan yang cukup tajam.

Pantauan di Pasar Pagi Panam, Rabu (15/7/2026), menunjukkan harga cabai merah kini berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan sebulan lalu yang sempat menembus Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang, Weni Novika, mengatakan penurunan harga cabai merah mulai dirasakan dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, kondisi ini sedikit meringankan beban konsumen yang sebelumnya mengurangi pembelian akibat harga yang terlalu tinggi.

"Kalau dibandingkan bulan kemarin, harganya sudah jauh turun. Sekarang kami jual sekitar Rp35.000 sampai Rp40.000 per kilogram," ujar Weni.

Namun, penurunan harga cabai merah tidak diikuti komoditas lainnya. Cabai rawit bukit justru mengalami lonjakan signifikan. Dari sebelumnya hanya berkisar Rp20.000 hingga Rp35.000 per kilogram, kini harganya mencapai Rp60.000 per kilogram. Sementara itu, harga tomat masih relatif stabil dan belum mengalami perubahan berarti.

Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Pagi Arengka. Pedagang sayur, Gunawan, mengungkapkan harga cabai merah masih berfluktuasi setiap hari. Menurutnya, perubahan harga terjadi sangat cepat sehingga pedagang kesulitan menentukan harga jual yang tetap.

"Harga cabai sekarang bervariasi, ada yang Rp38.000, Rp40.000 sampai Rp44.000 per kilogram. Bahkan tiap malam bisa berubah, kadang naik Rp4.000, kadang turun lagi," katanya.

Di pasar tersebut, harga cabai rawit bahkan lebih tinggi, yakni berkisar Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada sejumlah komoditas sayuran seperti wortel, terong, dan buncis yang rata-rata naik sekitar Rp4.000 per kilogram.

Gunawan menduga kenaikan dipicu terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi. "Kemungkinan dari pemasok memang sudah mahal karena barang yang masuk berkurang. Buncis misalnya, dari Rp14.000 sampai Rp16.000 sekarang naik menjadi Rp18.000 per kilogram," jelasnya.

Fluktuasi harga antar komoditas ini membuat pedagang harus lebih cermat mengatur modal dan stok dagangan setiap hari. Mereka berharap pemerintah segera melakukan pemantauan terhadap distribusi dan pasokan dari daerah penghasil agar gejolak harga, khususnya cabai rawit dan sayuran, dapat dikendalikan sehingga tidak semakin membebani pedagang maupun masyarakat.(*)