logo
Pemko Pekanbaru Tegaskan Rumah Sakit Tak Boleh Bedakan Pasien BPJS dan Umum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Buka Peluang Bangun Waste Station di Kampus UNRI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Bengkalis, Diduga Bawa Lebih 2 Ton Methamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Masih Mampu Belum Buka Bantuan Asing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gempa NTT Rusak 19.297 Rumah, Lebih dari 6.000 Bangunan Masuk Kategori Berat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Desa Sungai Gantang Sukses Bentangkan Bendera 1.081 Meter di Jembatan Rumbai Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 133 HGB Pedagang STC Dipersoalkan, Pemko Pekanbaru Didesak Buka Dasar Kebijakan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Pekanbaru Soroti Data Desil Warga: Salah Klasifikasi Bisa Bikin Bantuan Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / SUMUT
Viral, Guru di Tanjung Balai Diamuk Warga, Suami Diduga Cabuli Murid
Ilustrasi
Viral, Guru di Tanjung Balai Diamuk Warga, Suami Diduga Cabuli Murid
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: hukum | 23 Juli 2026 | 20:00:16

TANJUNG BALAI- Sebuah rumah milik pasangan suami istri di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, digeruduk warga setelah muncul dugaan seorang murid menjadi korban pencabulan oleh suami seorang guru. Peristiwa yang terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Teluk Nibung, Rabu (22/7/2026), sempat viral di media sosial dan memicu kemarahan masyarakat.

Dalam video yang beredar, puluhan warga terlihat mendatangi rumah pasangan tersebut. Guru perempuan yang diketahui mengajar sebagai PPPK paruh waktu tampak menangis saat dibawa keluar rumah dengan pengawalan aparat kepolisian. Sementara suaminya mendapat pengamanan ketat karena massa berupaya menghakiminya.

Kepala Seksi Humas Polres Tanjung Balai, Ipda Ruslan, membenarkan adanya penggerudukan tersebut. Menurutnya, polisi segera mendatangi lokasi untuk mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri dan mengamankan penghuni rumah.

iklan-view

"Petugas datang untuk mengamankan orang yang berada di rumah agar tidak menjadi sasaran amukan massa," ujar Ruslan, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga pria berinisial A melakukan pencabulan terhadap seorang murid berinisial AM yang merupakan siswa dari istrinya. Dugaan itu kini masih terus didalami oleh penyidik melalui pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Sementara itu, status istri terduga pelaku masih sebagai saksi. Polisi juga menyelidiki dugaan keterlibatannya setelah muncul informasi yang menyebut korban dibawa ke rumah oleh sang guru. Namun hingga kini, belum ada penetapan tersangka selain suaminya.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar narasi di media sosial yang menyebut korban merupakan seorang anak yatim. Informasi itu memicu emosi warga hingga mendatangi rumah pasangan tersebut.

Meski demikian, kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi maupun mengambil tindakan sendiri. Seluruh proses hukum, termasuk pengungkapan kronologi dan kemungkinan keterlibatan pihak lain, masih berlangsung.

Polres Tanjung Balai memastikan penyidikan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan perlindungan terhadap korban. Polisi juga meminta masyarakat mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum agar proses penyidikan berjalan tanpa gangguan dan seluruh fakta dapat terungkap secara utuh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(*)

Home / Hukum
Viral, Guru di Tanjung Balai Diamuk Warga, Suami Diduga Cabuli Murid
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: hukum | 23 Juli 2026 | 20:00:16
Viral, Guru di Tanjung Balai Diamuk Warga, Suami Diduga Cabuli Murid
Ilustrasi

TANJUNG BALAI- Sebuah rumah milik pasangan suami istri di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, digeruduk warga setelah muncul dugaan seorang murid menjadi korban pencabulan oleh suami seorang guru. Peristiwa yang terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Teluk Nibung, Rabu (22/7/2026), sempat viral di media sosial dan memicu kemarahan masyarakat.

Dalam video yang beredar, puluhan warga terlihat mendatangi rumah pasangan tersebut. Guru perempuan yang diketahui mengajar sebagai PPPK paruh waktu tampak menangis saat dibawa keluar rumah dengan pengawalan aparat kepolisian. Sementara suaminya mendapat pengamanan ketat karena massa berupaya menghakiminya.

Kepala Seksi Humas Polres Tanjung Balai, Ipda Ruslan, membenarkan adanya penggerudukan tersebut. Menurutnya, polisi segera mendatangi lokasi untuk mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri dan mengamankan penghuni rumah.

"Petugas datang untuk mengamankan orang yang berada di rumah agar tidak menjadi sasaran amukan massa," ujar Ruslan, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga pria berinisial A melakukan pencabulan terhadap seorang murid berinisial AM yang merupakan siswa dari istrinya. Dugaan itu kini masih terus didalami oleh penyidik melalui pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Sementara itu, status istri terduga pelaku masih sebagai saksi. Polisi juga menyelidiki dugaan keterlibatannya setelah muncul informasi yang menyebut korban dibawa ke rumah oleh sang guru. Namun hingga kini, belum ada penetapan tersangka selain suaminya.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar narasi di media sosial yang menyebut korban merupakan seorang anak yatim. Informasi itu memicu emosi warga hingga mendatangi rumah pasangan tersebut.

Meski demikian, kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi maupun mengambil tindakan sendiri. Seluruh proses hukum, termasuk pengungkapan kronologi dan kemungkinan keterlibatan pihak lain, masih berlangsung.

Polres Tanjung Balai memastikan penyidikan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan perlindungan terhadap korban. Polisi juga meminta masyarakat mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum agar proses penyidikan berjalan tanpa gangguan dan seluruh fakta dapat terungkap secara utuh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(*)