logo
● Penampungan Solar Ilegal di Kampar Digerebek Polda, Sempat Dihalangi Warga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer, Cetak Prestasi Bersejarah bagi Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kasus Sabu 46,93 Kg di Pekanbaru: Oknum TNI Ditahan Pomdam dan Terancam Dipecat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Lapas Bagansiapiapi Gagalkan Penyelundupan Liquid Vape Diduga Narkotika dalam Bo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pelajar 14 Tahun Tewas Tabrak Truk Parkir di Jalan SM Amin Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pekanbarutv.com dan UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Gagalkan Peredaran 46,9 Kg Sabu, Tersangka Babinsa dan Warga Sipil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Direktur Toba Pulp Lestari Anwar Lawden Tersangka Dugaan Korupsi Rp 2 Triliun Tr Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / ROHIL
Usai Geledah Dinas PUTR, Penyidik Tipikor Polda Riau Sita Dokumen di BPKAD Rohil
Penyidik Ditreskrimsus Polda Riau menggeledah dan memasang garis polisi di Kantor BPKAD Rohil. (Foto: Rico)
Usai Geledah Dinas PUTR, Penyidik Tipikor Polda Riau Sita Dokumen di BPKAD Rohil
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: hukum | 29 Juli 2026 | 12:43:16

PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau terus mengusut dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Air Hitam Pujud di Kabupaten Rokan Hilir. Pada Rabu (29/7/2026), penyidik memperluas penggeledahan dengan mendatangi Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rohil.

Penggeledahan tersebut dilakukan setelah tim penyidik lebih dahulu memeriksa dan menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Rokan Hilir dalam rangkaian penyidikan perkara yang sama.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan membenarkan adanya penggeledahan lanjutan di BPKAD. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penyidik melengkapi alat bukti.

iklan-view

"Penggeledahan dilanjutkan ke Kantor BPKAD," ujar Ade saat dikonfirmasi.

Dari lokasi itu, penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan proyek pembangunan Jembatan Air Hitam Pujud.

"Beberapa dokumen terkait proyek pembangunan Jembatan Air Hitam Pujud," katanya.

Sebelumnya, penyidik juga telah menyita berbagai dokumen dari Kantor Dinas PUTR Rohil yang dinilai relevan dengan proses penyidikan.

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek pembangunan Jembatan Air Hitam Pujud memiliki nilai kontrak lebih dari Rp31,6 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Rokan Hilir Tahun Anggaran 2022. Pekerjaan konstruksi tersebut dilaksanakan oleh PT Tirta Marga Jaya Beton dengan pengawasan dari PT Sandi Arifa Consultant.

Jembatan yang dibangun memiliki panjang sekitar 140 meter dengan lebar tujuh meter. Namun, dalam proses penyidikan, proyek itu diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan sehingga berpotensi memengaruhi kualitas dan ketahanan konstruksi.

Hingga kini, Ditreskrimsus Polda Riau masih mendalami perkara tersebut dengan menelusuri dokumen, mekanisme penganggaran, serta peran para pihak yang terlibat. (ric)

Home / Hukum
Usai Geledah Dinas PUTR, Penyidik Tipikor Polda Riau Sita Dokumen di BPKAD Rohil
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: hukum | 29 Juli 2026 | 12:43:16
Usai Geledah Dinas PUTR, Penyidik Tipikor Polda Riau Sita Dokumen di BPKAD Rohil
Penyidik Ditreskrimsus Polda Riau menggeledah dan memasang garis polisi di Kantor BPKAD Rohil. (Foto: Rico)

PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau terus mengusut dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Air Hitam Pujud di Kabupaten Rokan Hilir. Pada Rabu (29/7/2026), penyidik memperluas penggeledahan dengan mendatangi Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rohil.

Penggeledahan tersebut dilakukan setelah tim penyidik lebih dahulu memeriksa dan menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Rokan Hilir dalam rangkaian penyidikan perkara yang sama.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan membenarkan adanya penggeledahan lanjutan di BPKAD. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penyidik melengkapi alat bukti.

"Penggeledahan dilanjutkan ke Kantor BPKAD," ujar Ade saat dikonfirmasi.

Dari lokasi itu, penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan proyek pembangunan Jembatan Air Hitam Pujud.

"Beberapa dokumen terkait proyek pembangunan Jembatan Air Hitam Pujud," katanya.

Sebelumnya, penyidik juga telah menyita berbagai dokumen dari Kantor Dinas PUTR Rohil yang dinilai relevan dengan proses penyidikan.

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek pembangunan Jembatan Air Hitam Pujud memiliki nilai kontrak lebih dari Rp31,6 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Rokan Hilir Tahun Anggaran 2022. Pekerjaan konstruksi tersebut dilaksanakan oleh PT Tirta Marga Jaya Beton dengan pengawasan dari PT Sandi Arifa Consultant.

Jembatan yang dibangun memiliki panjang sekitar 140 meter dengan lebar tujuh meter. Namun, dalam proses penyidikan, proyek itu diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan sehingga berpotensi memengaruhi kualitas dan ketahanan konstruksi.

Hingga kini, Ditreskrimsus Polda Riau masih mendalami perkara tersebut dengan menelusuri dokumen, mekanisme penganggaran, serta peran para pihak yang terlibat. (ric)