logo
Usai Santap MBG, Siswa Karo Hilang Ingatan dan Dirujuk ke RSCM Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Akademisi Kritik Penanganan Karhutla Riau: Jangan Sekadar Padamkan Api Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / KESEHATAN
Sebaran Asap Karhutla Makin Parah: Plt Gubri Imbau Warga Pakai Masker, Total 216 Titik Panas di Pelalawan
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto saat audiensi dan penanganan karhutla di Ruang Rapat Kantor Gubernur Riau pada Minggu (23/8/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)
Sebaran Asap Karhutla Makin Parah: Plt Gubri Imbau Warga Pakai Masker, Total 216 Titik Panas di Pelalawan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: lingkungan | 23 Agustus 2026 | 15:32:33

PEKANBARU - Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Riau, Sofyan Franyata Hariyanto menghimbau agar masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah di tengah karhutla yang makin parah di Riau, terutama Kabupaten Pelalawan dan sekitarnya. 

"Kalau memang tidak ada keperluan, masyarakat sebaiknya tetap di rumah. Kalau harus keluar, gunakan masker," kata SF Hariyanto saat audiensi dan penanganan karhutla di Ruang Rapat Kantor Gubernur Riau pada Minggu, (23/8/2026). 

Di sisi lain, SF Hariyanto menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi yang kering sehingga menimbulkan resiko kebakaran. 

iklan-view

Menurutnya, satu orang yang membakar lahan, maka akan berdampak untuk semua orang. 

"Jangan membakar lahan, Satu orang membakar lahan bisa berdampak ke semua orang," ujarnya. 

Penanganan karhutla dinilai memerlukan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. 

Oleh sebab itu, ia meminta agar masyarakat melaporkan apabila menemukan titik kebakaran maupun aktivitas pembakaran lahan. 

"Kami meminta masyarakat turut membantu dengan segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran atau aktivitas pembakaran," tegasnya. 

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus memperkuat koordinasi dan antisipasi perkembangan karhutla.

Pemrov Riau menyiapkan sekitar 110 ribu masker per hari untuk mendukung kebutuhan petugas maupun masyarakat yang terdampak. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBDPK Riau, Edy Afrizal menyebut total ada 216 titik panas di wilayah Kabupaten Pelalawan. 

Kata Edy, sebagian lokasi berada di kawasan gambut dengan kedalaman tertentu dan memiliki vegetasi yang menjadi bahan bakar api. 

"Untuk memperkuat penanganan, peralatan pemadaman dan sumber air terus kita tambah, dari sebelumnya enam menjadi 15 unit. Personel juga terus diperkuat melalui kolaborasi Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD dan unsur lainnya, " pungkasnya. (*)

Sebaran Asap Karhutla Makin Parah: Plt Gubri Imbau Warga Pakai Masker, Total 216 Titik Panas di Pelalawan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: lingkungan | 23 Agustus 2026 | 15:32:33
Sebaran Asap Karhutla Makin Parah: Plt Gubri Imbau Warga Pakai Masker, Total 216 Titik Panas di Pelalawan
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto saat audiensi dan penanganan karhutla di Ruang Rapat Kantor Gubernur Riau pada Minggu (23/8/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)

PEKANBARU - Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Riau, Sofyan Franyata Hariyanto menghimbau agar masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah di tengah karhutla yang makin parah di Riau, terutama Kabupaten Pelalawan dan sekitarnya. 

"Kalau memang tidak ada keperluan, masyarakat sebaiknya tetap di rumah. Kalau harus keluar, gunakan masker," kata SF Hariyanto saat audiensi dan penanganan karhutla di Ruang Rapat Kantor Gubernur Riau pada Minggu, (23/8/2026). 

Di sisi lain, SF Hariyanto menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi yang kering sehingga menimbulkan resiko kebakaran. 

Menurutnya, satu orang yang membakar lahan, maka akan berdampak untuk semua orang. 

"Jangan membakar lahan, Satu orang membakar lahan bisa berdampak ke semua orang," ujarnya. 

Penanganan karhutla dinilai memerlukan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. 

Oleh sebab itu, ia meminta agar masyarakat melaporkan apabila menemukan titik kebakaran maupun aktivitas pembakaran lahan. 

"Kami meminta masyarakat turut membantu dengan segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran atau aktivitas pembakaran," tegasnya. 

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus memperkuat koordinasi dan antisipasi perkembangan karhutla.

Pemrov Riau menyiapkan sekitar 110 ribu masker per hari untuk mendukung kebutuhan petugas maupun masyarakat yang terdampak. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBDPK Riau, Edy Afrizal menyebut total ada 216 titik panas di wilayah Kabupaten Pelalawan. 

Kata Edy, sebagian lokasi berada di kawasan gambut dengan kedalaman tertentu dan memiliki vegetasi yang menjadi bahan bakar api. 

"Untuk memperkuat penanganan, peralatan pemadaman dan sumber air terus kita tambah, dari sebelumnya enam menjadi 15 unit. Personel juga terus diperkuat melalui kolaborasi Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD dan unsur lainnya, " pungkasnya. (*)