logo
BREAKING NEWS: Galodo Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Lumpuh, Tiga Gedung OP Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nasib Bripda SAS Usai Kepergok Warga Bersama Wanita di Dalam Mobil 'Bergoyang' Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Wacana Dua Parpol Jadi Syarat Capres, Politisi Senayan Khawatir Pilpres 2029 Tet Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Agung Nugroho: Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen Jadi Sinyal Positif Investasi Pek Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sengketa Ribuan Hektare di Rupat Memanas, Warga Desak Pemkab Bengkalis Turun Tan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Penuh Waktu Tanpa Tes Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Prabowo Janjikan Kuliah PTN Gratis, Komisi X DPR Minta Kemendikti Segera Siapkan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dewan Pers Apresiasi Dedikasi Lima Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / KESEHATAN
Sebaran Asap Karhutla Makin Parah: Plt Gubri Imbau Warga Pakai Masker, Total 216 Titik Panas di Pelalawan
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto saat audiensi dan penanganan karhutla di Ruang Rapat Kantor Gubernur Riau pada Minggu (23/8/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)
Sebaran Asap Karhutla Makin Parah: Plt Gubri Imbau Warga Pakai Masker, Total 216 Titik Panas di Pelalawan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: lingkungan | 23 Agustus 2026 | 15:32:33

PEKANBARU - Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Riau, Sofyan Franyata Hariyanto menghimbau agar masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah di tengah karhutla yang makin parah di Riau, terutama Kabupaten Pelalawan dan sekitarnya. 

"Kalau memang tidak ada keperluan, masyarakat sebaiknya tetap di rumah. Kalau harus keluar, gunakan masker," kata SF Hariyanto saat audiensi dan penanganan karhutla di Ruang Rapat Kantor Gubernur Riau pada Minggu, (23/8/2026). 

Di sisi lain, SF Hariyanto menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi yang kering sehingga menimbulkan resiko kebakaran. 

iklan-view

Menurutnya, satu orang yang membakar lahan, maka akan berdampak untuk semua orang. 

"Jangan membakar lahan, Satu orang membakar lahan bisa berdampak ke semua orang," ujarnya. 

Penanganan karhutla dinilai memerlukan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. 

Oleh sebab itu, ia meminta agar masyarakat melaporkan apabila menemukan titik kebakaran maupun aktivitas pembakaran lahan. 

"Kami meminta masyarakat turut membantu dengan segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran atau aktivitas pembakaran," tegasnya. 

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus memperkuat koordinasi dan antisipasi perkembangan karhutla.

Pemrov Riau menyiapkan sekitar 110 ribu masker per hari untuk mendukung kebutuhan petugas maupun masyarakat yang terdampak. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBDPK Riau, Edy Afrizal menyebut total ada 216 titik panas di wilayah Kabupaten Pelalawan. 

Kata Edy, sebagian lokasi berada di kawasan gambut dengan kedalaman tertentu dan memiliki vegetasi yang menjadi bahan bakar api. 

"Untuk memperkuat penanganan, peralatan pemadaman dan sumber air terus kita tambah, dari sebelumnya enam menjadi 15 unit. Personel juga terus diperkuat melalui kolaborasi Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD dan unsur lainnya, " pungkasnya. (*)

Sebaran Asap Karhutla Makin Parah: Plt Gubri Imbau Warga Pakai Masker, Total 216 Titik Panas di Pelalawan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: lingkungan | 23 Agustus 2026 | 15:32:33
Sebaran Asap Karhutla Makin Parah: Plt Gubri Imbau Warga Pakai Masker, Total 216 Titik Panas di Pelalawan
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto saat audiensi dan penanganan karhutla di Ruang Rapat Kantor Gubernur Riau pada Minggu (23/8/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)

PEKANBARU - Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Riau, Sofyan Franyata Hariyanto menghimbau agar masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah di tengah karhutla yang makin parah di Riau, terutama Kabupaten Pelalawan dan sekitarnya. 

"Kalau memang tidak ada keperluan, masyarakat sebaiknya tetap di rumah. Kalau harus keluar, gunakan masker," kata SF Hariyanto saat audiensi dan penanganan karhutla di Ruang Rapat Kantor Gubernur Riau pada Minggu, (23/8/2026). 

Di sisi lain, SF Hariyanto menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi yang kering sehingga menimbulkan resiko kebakaran. 

Menurutnya, satu orang yang membakar lahan, maka akan berdampak untuk semua orang. 

"Jangan membakar lahan, Satu orang membakar lahan bisa berdampak ke semua orang," ujarnya. 

Penanganan karhutla dinilai memerlukan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. 

Oleh sebab itu, ia meminta agar masyarakat melaporkan apabila menemukan titik kebakaran maupun aktivitas pembakaran lahan. 

"Kami meminta masyarakat turut membantu dengan segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran atau aktivitas pembakaran," tegasnya. 

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus memperkuat koordinasi dan antisipasi perkembangan karhutla.

Pemrov Riau menyiapkan sekitar 110 ribu masker per hari untuk mendukung kebutuhan petugas maupun masyarakat yang terdampak. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBDPK Riau, Edy Afrizal menyebut total ada 216 titik panas di wilayah Kabupaten Pelalawan. 

Kata Edy, sebagian lokasi berada di kawasan gambut dengan kedalaman tertentu dan memiliki vegetasi yang menjadi bahan bakar api. 

"Untuk memperkuat penanganan, peralatan pemadaman dan sumber air terus kita tambah, dari sebelumnya enam menjadi 15 unit. Personel juga terus diperkuat melalui kolaborasi Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD dan unsur lainnya, " pungkasnya. (*)