logo
Lima Anggota Sindikat MiChat Di Pekanbaru Diringkus, Polsek Sukajadi Buru 4 Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 287 Personel Berjibaku Hari Ketujuh, Karhutla di Desa Terusan Pelalawan Capai 64 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Starlink Mentawai Jadi Alarm, APJII Ingatkan ISP di Riau Jangan Langgar At Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tebang Kayu Buka Kebun Sawit, Dua Pria Dijerat UU Perusakan Hutan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 265 Hotspot Muncul di Riau, Pelalawan Catat Titik Panas Terbanyak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Semarak HUT RI ke-81, Mahasiswa KKN Abdurrab Ajak Anak Desa Lubuk Kerapat Berlom Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tragedi Banjir Bandang Nepal-Tibet: Korban Tewas Tembus 469 Orang, 1.500 Lebih M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manjakan Lidah Warga Pekanbaru, Dawik Toast Tawarkan Roti Panggang Kekinian Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / BISNIS
Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN 2026, Menkeu: Pendapatan Negara Meningkat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (28/8/2026). (Foto: Antara)
Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN 2026, Menkeu: Pendapatan Negara Meningkat
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: ekonomi | 28 Agustus 2026 | 20:39:57

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menyetorkan sekitar Rp120 triliun dari keuntungannya ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan keputusan tersebut telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. Dana tersebut nantinya dicatat sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya.

“Sekitar Rp120 triliun untuk tahun ini. Itu yang diputuskan oleh Presiden (Prabowo Subianto),” kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jumat (28/8/2026), seperti dikutip antaranews.

iklan-view

Purbaya menyambut positif kebijakan tersebut. Menurut dia, setoran Rp120 triliun dari Danantara menunjukkan adanya peningkatan penerimaan negara dibandingkan periode ketika dividen BUMN masih secara langsung masuk ke APBN.

Sebelum pengelolaan investasi BUMN dialihkan ke Danantara, penerimaan dividen BUMN yang masuk ke pos PNBP Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) berada di kisaran Rp90 triliun per tahun.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya cuma dapat Rp90 triliun dari dividen. Kalau jadi Rp120 triliun kan bagus, meningkat. Malah pemerintah nggak rugi, pendapatan malah nambah,” ujar Purbaya.

Ia berharap kinerja Danantara dan perusahaan-perusahaan BUMN terus membaik sehingga kontribusi terhadap penerimaan negara dapat meningkat pada tahun-tahun mendatang.

“Saya harap ke depan untungnya lebih besar lagi,” katanya.

Bantu Jaga Defisit APBN

Menurut Purbaya, tambahan penerimaan dari Danantara juga akan memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah dalam mengelola fiskal, termasuk menjaga defisit APBN.

Pemerintah sebelumnya memproyeksikan defisit APBN 2026 melebar menjadi Rp734,3 triliun atau 2,85 persen terhadap PDB, dari pagu awal sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB.

Setoran Danantara akan menambah penerimaan negara dan membantu pemerintah menjaga defisit tetap terkendali. Selain itu, dana tersebut dapat menjadi bantalan fiskal apabila pemerintah membutuhkan tambahan anggaran untuk kebutuhan yang tidak terduga.

“Di antaranya itu (menjaga defisit APBN). Juga untuk cadangan kalau kami perlu pengeluaran lebih yang tak terduga,” jelas Purbaya.

Meski demikian, Purbaya belum memastikan apakah skema setoran keuntungan Danantara ke APBN tersebut akan kembali diterapkan pada tahun anggaran berikutnya.

Dalam RAPBN 2027, pemerintah mematok target PNBP sebesar Rp517,4 triliun, turun sekitar 10 persen dibandingkan proyeksi APBN 2026 yang mencapai Rp575,1 triliun.

Sementara itu, defisit RAPBN 2027 dirancang sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap PDB. (*)

Home / Ekonomi
Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN 2026, Menkeu: Pendapatan Negara Meningkat
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: ekonomi | 28 Agustus 2026 | 20:39:57
Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN 2026, Menkeu: Pendapatan Negara Meningkat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (28/8/2026). (Foto: Antara)

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menyetorkan sekitar Rp120 triliun dari keuntungannya ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan keputusan tersebut telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. Dana tersebut nantinya dicatat sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya.

“Sekitar Rp120 triliun untuk tahun ini. Itu yang diputuskan oleh Presiden (Prabowo Subianto),” kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jumat (28/8/2026), seperti dikutip antaranews.

Purbaya menyambut positif kebijakan tersebut. Menurut dia, setoran Rp120 triliun dari Danantara menunjukkan adanya peningkatan penerimaan negara dibandingkan periode ketika dividen BUMN masih secara langsung masuk ke APBN.

Sebelum pengelolaan investasi BUMN dialihkan ke Danantara, penerimaan dividen BUMN yang masuk ke pos PNBP Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) berada di kisaran Rp90 triliun per tahun.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya cuma dapat Rp90 triliun dari dividen. Kalau jadi Rp120 triliun kan bagus, meningkat. Malah pemerintah nggak rugi, pendapatan malah nambah,” ujar Purbaya.

Ia berharap kinerja Danantara dan perusahaan-perusahaan BUMN terus membaik sehingga kontribusi terhadap penerimaan negara dapat meningkat pada tahun-tahun mendatang.

“Saya harap ke depan untungnya lebih besar lagi,” katanya.

Bantu Jaga Defisit APBN

Menurut Purbaya, tambahan penerimaan dari Danantara juga akan memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah dalam mengelola fiskal, termasuk menjaga defisit APBN.

Pemerintah sebelumnya memproyeksikan defisit APBN 2026 melebar menjadi Rp734,3 triliun atau 2,85 persen terhadap PDB, dari pagu awal sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB.

Setoran Danantara akan menambah penerimaan negara dan membantu pemerintah menjaga defisit tetap terkendali. Selain itu, dana tersebut dapat menjadi bantalan fiskal apabila pemerintah membutuhkan tambahan anggaran untuk kebutuhan yang tidak terduga.

“Di antaranya itu (menjaga defisit APBN). Juga untuk cadangan kalau kami perlu pengeluaran lebih yang tak terduga,” jelas Purbaya.

Meski demikian, Purbaya belum memastikan apakah skema setoran keuntungan Danantara ke APBN tersebut akan kembali diterapkan pada tahun anggaran berikutnya.

Dalam RAPBN 2027, pemerintah mematok target PNBP sebesar Rp517,4 triliun, turun sekitar 10 persen dibandingkan proyeksi APBN 2026 yang mencapai Rp575,1 triliun.

Sementara itu, defisit RAPBN 2027 dirancang sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap PDB. (*)