logo
● 4 Tersangka Baru Masuk Bui, Eks Anggota DPRD Kampar Terancam Dijemput Paksa Kasu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pemko Pekanbaru Segera Bagikan Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa SD dan SMP Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polsek Kubu Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Rokan Hilir, Satu Tersangka Diamank Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pilpeng Rantau Panjang Kiri Berlangsung Tertib, Dua Kandidat Bersaing Rebut Kepe Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SMK Pertanian Terpadu Pekanbaru Jadikan Budidaya Bebek Petelur sebagai Laborator Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Atlet Sepatu Roda Pekanbaru Borong 54 Medali di MIS Open 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Bangun Kepercayaan Publik, Kejati Riau Pererat Komunikasi dengan Media Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kapolda Riau Rangkul Insan Pers, Dorong Kolaborasi Cegah Narkoba dan Konflik Sos Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Gencatan Senjata Buntu, AS-Israel Bom Jembatan Tertinggi Iran, 13 Orang Tewas
Situasi sebuah bengkel mobil yang hancur akibat serangan rudal Israel, Teheran, Iran, Sabtu (28/3/2026). (Foto: Int)
Gencatan Senjata Buntu, AS-Israel Bom Jembatan Tertinggi Iran, 13 Orang Tewas
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 4 April 2026 | 14:55:51

WASHINGTON - Upaya negara-negara di kawasan untuk mencapai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu, menurut laporan The Wall Street Journal pada Jumat (3/4/2026), mengutip para mediator.

Iran telah memberi tahu para mediator tentang keengganannya untuk bertemu dengan pejabat AS di Pakistan dalam beberapa hari mendatang, karena menurut mereka tuntutan Washington tidak dapat diterima, kata laporan itu.

Sementara itu, Mesir dan Turki terus berupaya memfasilitasi dialog dan menawarkan berbagai tempat untuk pembicaraan antara AS dan Iran, seperti Doha atau Istanbul, menurut laporan itu.

iklan-view

Sebelumnya pada hari itu, kepala misi diplomatik Iran di Kairo Mojtaba Ferdosipour mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Iran hanya akan menyetujui pengakhiran perang sepenuhnya dan menentang gencatan senjata.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Rabu juga membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa Teheran meminta gencatan senjata.

Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap target di Iran pada 28 Februari, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi ketegangan seputar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yakni jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga energi.

Korban Tewas Capai 13 Orang

Sementara itu jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel di Jembatan B1 di Karaj, Iran, meningkat menjadi 13 orang, menurut Kantor Berita Mahasiswa Iran mengutip Direktur Jenderal Yayasan Veteran dan Martir Alborz, Amir Hossein Daneshkuhan, Sabtu (4/4/2026).

"Jumlah orang kehilangan nyawanya dalam serangan Amerika-Israel di Jembatan B1 di Provinsi Alborz telah meningkat menjadi 13 orang," kata Daneshkuhan seperti dilansir antaranews.

Serangan gabungan Amerika-Israel menghantam jembatan utama yang berada di jalan raya Provinsi Alborz, Iran utara, pada Kamis pagi (2/4/2026), demikian menurut laporan media.

Kantor Berita Fars menyebutkan beberapa lokasi terkena serangan berada di daerah Azimieh dekat Karaj, termasuk Jembatan B1, yang digambarkan sebagai jembatan tertinggi di Timur Tengah.

Kantor berita tersebut melaporkan beberapa korban luka. Jembatan yang merupakan bagian dari proyek infrastruktur besar dan akan segera diresmikan itu pun mengalami kerusakan.

Laporan mengatakan bahwa militer Amerika melakukan serangan double tap di Iran, yakni lokasi yang sama dihantam dua kali secara berturut-turut.

Menurut laporan yang dikutip dalam pemberitaan media, serangan kedua terjadi sekitar satu jam setelah serangan pertama. Saat serangan kedua terjadi, sejumlah petugas tanggap darurat sudah berada di lokasi kejadian untuk membantu korban luka, meskipun personel tersebut dianggap sebagai warga sipil yang dilindungi berdasarkan hukum internasional.

Serangan itu merupakan eskalasi terbaru dalam konvoi sejak 28 Februari lalu, saat Amerika dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran hingga menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran pun telah membalas dengan serangan drone dan rudal terhadap Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung pasukan Amerika, hingga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan. (**)

Home / News
Gencatan Senjata Buntu, AS-Israel Bom Jembatan Tertinggi Iran, 13 Orang Tewas
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 4 April 2026 | 14:55:51
Gencatan Senjata Buntu, AS-Israel Bom Jembatan Tertinggi Iran, 13 Orang Tewas
Situasi sebuah bengkel mobil yang hancur akibat serangan rudal Israel, Teheran, Iran, Sabtu (28/3/2026). (Foto: Int)

WASHINGTON - Upaya negara-negara di kawasan untuk mencapai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu, menurut laporan The Wall Street Journal pada Jumat (3/4/2026), mengutip para mediator.

Iran telah memberi tahu para mediator tentang keengganannya untuk bertemu dengan pejabat AS di Pakistan dalam beberapa hari mendatang, karena menurut mereka tuntutan Washington tidak dapat diterima, kata laporan itu.

Sementara itu, Mesir dan Turki terus berupaya memfasilitasi dialog dan menawarkan berbagai tempat untuk pembicaraan antara AS dan Iran, seperti Doha atau Istanbul, menurut laporan itu.

Sebelumnya pada hari itu, kepala misi diplomatik Iran di Kairo Mojtaba Ferdosipour mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Iran hanya akan menyetujui pengakhiran perang sepenuhnya dan menentang gencatan senjata.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Rabu juga membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa Teheran meminta gencatan senjata.

Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap target di Iran pada 28 Februari, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi ketegangan seputar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yakni jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga energi.

Korban Tewas Capai 13 Orang

Sementara itu jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel di Jembatan B1 di Karaj, Iran, meningkat menjadi 13 orang, menurut Kantor Berita Mahasiswa Iran mengutip Direktur Jenderal Yayasan Veteran dan Martir Alborz, Amir Hossein Daneshkuhan, Sabtu (4/4/2026).

"Jumlah orang kehilangan nyawanya dalam serangan Amerika-Israel di Jembatan B1 di Provinsi Alborz telah meningkat menjadi 13 orang," kata Daneshkuhan seperti dilansir antaranews.

Serangan gabungan Amerika-Israel menghantam jembatan utama yang berada di jalan raya Provinsi Alborz, Iran utara, pada Kamis pagi (2/4/2026), demikian menurut laporan media.

Kantor Berita Fars menyebutkan beberapa lokasi terkena serangan berada di daerah Azimieh dekat Karaj, termasuk Jembatan B1, yang digambarkan sebagai jembatan tertinggi di Timur Tengah.

Kantor berita tersebut melaporkan beberapa korban luka. Jembatan yang merupakan bagian dari proyek infrastruktur besar dan akan segera diresmikan itu pun mengalami kerusakan.

Laporan mengatakan bahwa militer Amerika melakukan serangan double tap di Iran, yakni lokasi yang sama dihantam dua kali secara berturut-turut.

Menurut laporan yang dikutip dalam pemberitaan media, serangan kedua terjadi sekitar satu jam setelah serangan pertama. Saat serangan kedua terjadi, sejumlah petugas tanggap darurat sudah berada di lokasi kejadian untuk membantu korban luka, meskipun personel tersebut dianggap sebagai warga sipil yang dilindungi berdasarkan hukum internasional.

Serangan itu merupakan eskalasi terbaru dalam konvoi sejak 28 Februari lalu, saat Amerika dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran hingga menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran pun telah membalas dengan serangan drone dan rudal terhadap Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung pasukan Amerika, hingga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan. (**)