logo
● 4 Tersangka Baru Masuk Bui, Eks Anggota DPRD Kampar Terancam Dijemput Paksa Kasu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pemko Pekanbaru Segera Bagikan Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa SD dan SMP Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polsek Kubu Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Rokan Hilir, Satu Tersangka Diamank Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pilpeng Rantau Panjang Kiri Berlangsung Tertib, Dua Kandidat Bersaing Rebut Kepe Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SMK Pertanian Terpadu Pekanbaru Jadikan Budidaya Bebek Petelur sebagai Laborator Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Atlet Sepatu Roda Pekanbaru Borong 54 Medali di MIS Open 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Bangun Kepercayaan Publik, Kejati Riau Pererat Komunikasi dengan Media Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kapolda Riau Rangkul Insan Pers, Dorong Kolaborasi Cegah Narkoba dan Konflik Sos Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Pasokan Energi Global Terancam, Selat Hormuz dan Pelabuhan Iran Dblokade AS
Ilustrasi. Dua perahu tradisional berlayar melewati sebuah kapal kontainer besar di Selat Hormuz, Jumat, 19 Mei 2023. (Foto: int)
Pasokan Energi Global Terancam, Selat Hormuz dan Pelabuhan Iran Dblokade AS
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 14 April 2026 | 10:38:38

JAKARTA - Washington memberlakukan blokade terhadap seluruh jalur pelayaran menuju dan keluar dari pelabuhan Iran, termasuk Selat Hormuz — jalur ekspor minyak paling vital di dunia. Kebijakan ini memicu kekhawatiran serius atas stabilitas pasokan energi global.

Dikutip dari Al Jazeera, Senin (13/3/2026), blokade yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) mencakup semua kapal dari berbagai negara yang hendak memasuki maupun meninggalkan pelabuhan Iran, termasuk kawasan pesisir di Teluk Persia dan Teluk Oman.

Selat Hormuz menjadi titik paling kritis dalam kebijakan ini. Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Samudra Hindia itu merupakan pintu utama ekspor minyak negara-negara Timur Tengah ke pasar dunia.

iklan-view

Blokade AS tidak hanya menyasar kapal berbendera Iran. Seluruh kapal internasional yang melintas menuju atau keluar dari pelabuhan Iran turut terdampak. Wilayah yang masuk dalam cakupan blokade meliputi perairan teritorial Iran di Teluk Persia, jalur pelayaran di Selat Hormuz, hingga perairan menuju Teluk Oman.

Sejumlah pelabuhan ekspor strategis Iran yang menjadi pusat perdagangan energi kawasan ikut teridentifikasi sebagai area terdampak dalam ilustrasi yang dirilis Al Jazeera.

Para analis menilai langkah ini sebagai eskalasi geopolitik yang signifikan. Ketergantungan pasar global terhadap minyak dari kawasan Teluk membuat setiap gangguan di Selat Hormuz berpotensi langsung mendorong lonjakan harga energi dan mengguncang stabilitas ekonomi dunia.

Situasi di lapangan semakin rumit karena kawasan ini melibatkan banyak yurisdiksi. Perairan di sekitar Teluk Persia berbatasan dengan wilayah maritim Iran, Oman, dan Uni Emirat Arab — kondisi yang meningkatkan risiko insiden atau salah perhitungan yang dapat memicu konflik terbuka.

Selain dampak terhadap rantai pasok energi global, blokade ini juga berpotensi mengganggu jalur perdagangan internasional secara lebih luas, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu koridor pelayaran tersibuk dan terpenting di dunia. (bsc)

Home / News
Pasokan Energi Global Terancam, Selat Hormuz dan Pelabuhan Iran Dblokade AS
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 14 April 2026 | 10:38:38
Pasokan Energi Global Terancam, Selat Hormuz dan Pelabuhan Iran Dblokade AS
Ilustrasi. Dua perahu tradisional berlayar melewati sebuah kapal kontainer besar di Selat Hormuz, Jumat, 19 Mei 2023. (Foto: int)

JAKARTA - Washington memberlakukan blokade terhadap seluruh jalur pelayaran menuju dan keluar dari pelabuhan Iran, termasuk Selat Hormuz — jalur ekspor minyak paling vital di dunia. Kebijakan ini memicu kekhawatiran serius atas stabilitas pasokan energi global.

Dikutip dari Al Jazeera, Senin (13/3/2026), blokade yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) mencakup semua kapal dari berbagai negara yang hendak memasuki maupun meninggalkan pelabuhan Iran, termasuk kawasan pesisir di Teluk Persia dan Teluk Oman.

Selat Hormuz menjadi titik paling kritis dalam kebijakan ini. Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Samudra Hindia itu merupakan pintu utama ekspor minyak negara-negara Timur Tengah ke pasar dunia.

Blokade AS tidak hanya menyasar kapal berbendera Iran. Seluruh kapal internasional yang melintas menuju atau keluar dari pelabuhan Iran turut terdampak. Wilayah yang masuk dalam cakupan blokade meliputi perairan teritorial Iran di Teluk Persia, jalur pelayaran di Selat Hormuz, hingga perairan menuju Teluk Oman.

Sejumlah pelabuhan ekspor strategis Iran yang menjadi pusat perdagangan energi kawasan ikut teridentifikasi sebagai area terdampak dalam ilustrasi yang dirilis Al Jazeera.

Para analis menilai langkah ini sebagai eskalasi geopolitik yang signifikan. Ketergantungan pasar global terhadap minyak dari kawasan Teluk membuat setiap gangguan di Selat Hormuz berpotensi langsung mendorong lonjakan harga energi dan mengguncang stabilitas ekonomi dunia.

Situasi di lapangan semakin rumit karena kawasan ini melibatkan banyak yurisdiksi. Perairan di sekitar Teluk Persia berbatasan dengan wilayah maritim Iran, Oman, dan Uni Emirat Arab — kondisi yang meningkatkan risiko insiden atau salah perhitungan yang dapat memicu konflik terbuka.

Selain dampak terhadap rantai pasok energi global, blokade ini juga berpotensi mengganggu jalur perdagangan internasional secara lebih luas, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu koridor pelayaran tersibuk dan terpenting di dunia. (bsc)