logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Pembangunan 83 Jembatan Tahap II Dimulai, Polda Riau Turunkan 120 Personel ke Kabupaten
Wakapolda Riau, Hengki Haryadi di Mapolda Riau, Rabu (15/4/2026), melepas Satgas Darurat Merah Putih Presisi yang akan bertugas membangun 83 jembatan di seluruh kabupaten di Provinsi Riau. (Foto: Rico Syahputra)
Pembangunan 83 Jembatan Tahap II Dimulai, Polda Riau Turunkan 120 Personel ke Kabupaten
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 15 April 2026 | 09:54:11

PEKANBARU – Kepolisian Daerah Riau tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga turun langsung mendukung pembangunan infrastruktur di daerah terpencil. Melalui Satuan Tugas (Satgas) Darurat Merah Putih Presisi Tahap II, sebanyak 120 personel diterjunkan untuk mengawal sekaligus mendukung pembangunan puluhan jembatan di berbagai wilayah.

Apel pemberangkatan dipimpin Wakapolda Riau, Hengki Haryadi, di Mapolda Riau, Rabu (15/4/2026). Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa keterlibatan polisi dalam proyek ini merupakan bagian dari upaya nyata membantu akses dasar masyarakat, khususnya di daerah yang masih terisolasi.

Menurut Hengki, pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, tetapi menyangkut keselamatan dan masa depan masyarakat, terutama anak-anak yang selama ini harus menempuh jalur berisiko untuk pergi ke sekolah.

iklan-view

“Masih ada anak-anak yang harus menyeberang menggunakan sampan. Ini menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Pada tahap kedua ini, pembangunan difokuskan pada 83 jembatan yang akan dikerjakan dalam dua gelombang hingga Juni 2026. Sebelumnya, sebanyak 27 jembatan telah rampung dibangun, sehingga total target mencapai 110 jembatan di seluruh kabupaten di Riau.

Wilayah dengan tantangan terbesar berada di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Kepulauan Meranti, yang memiliki kondisi geografis sulit dijangkau. Karena itu, pembangunan di daerah tersebut memerlukan penanganan khusus serta koordinasi lintas pihak.

Program ini mengusung konsep pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Polisi tidak hanya berperan dalam pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi percepatan pembangunan.

Langkah ini sekaligus menegaskan peran Polri dalam mendukung agenda pembangunan nasional, terutama dalam membuka akses wilayah yang selama ini terhambat infrastruktur terbatas.

“Ini bukan hanya soal pembangunan jembatan, tapi bagaimana kita membuka akses kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Hengki.

Dengan pelibatan personel lintas satuan, Polda Riau menargetkan seluruh pekerjaan dapat berjalan tepat waktu, aman, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di pelosok daerah. (ric)

Home / Hukum
Pembangunan 83 Jembatan Tahap II Dimulai, Polda Riau Turunkan 120 Personel ke Kabupaten
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 15 April 2026 | 09:54:11
Pembangunan 83 Jembatan Tahap II Dimulai, Polda Riau Turunkan 120 Personel ke Kabupaten
Wakapolda Riau, Hengki Haryadi di Mapolda Riau, Rabu (15/4/2026), melepas Satgas Darurat Merah Putih Presisi yang akan bertugas membangun 83 jembatan di seluruh kabupaten di Provinsi Riau. (Foto: Rico Syahputra)

PEKANBARU – Kepolisian Daerah Riau tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga turun langsung mendukung pembangunan infrastruktur di daerah terpencil. Melalui Satuan Tugas (Satgas) Darurat Merah Putih Presisi Tahap II, sebanyak 120 personel diterjunkan untuk mengawal sekaligus mendukung pembangunan puluhan jembatan di berbagai wilayah.

Apel pemberangkatan dipimpin Wakapolda Riau, Hengki Haryadi, di Mapolda Riau, Rabu (15/4/2026). Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa keterlibatan polisi dalam proyek ini merupakan bagian dari upaya nyata membantu akses dasar masyarakat, khususnya di daerah yang masih terisolasi.

Menurut Hengki, pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, tetapi menyangkut keselamatan dan masa depan masyarakat, terutama anak-anak yang selama ini harus menempuh jalur berisiko untuk pergi ke sekolah.

“Masih ada anak-anak yang harus menyeberang menggunakan sampan. Ini menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Pada tahap kedua ini, pembangunan difokuskan pada 83 jembatan yang akan dikerjakan dalam dua gelombang hingga Juni 2026. Sebelumnya, sebanyak 27 jembatan telah rampung dibangun, sehingga total target mencapai 110 jembatan di seluruh kabupaten di Riau.

Wilayah dengan tantangan terbesar berada di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Kepulauan Meranti, yang memiliki kondisi geografis sulit dijangkau. Karena itu, pembangunan di daerah tersebut memerlukan penanganan khusus serta koordinasi lintas pihak.

Program ini mengusung konsep pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Polisi tidak hanya berperan dalam pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi percepatan pembangunan.

Langkah ini sekaligus menegaskan peran Polri dalam mendukung agenda pembangunan nasional, terutama dalam membuka akses wilayah yang selama ini terhambat infrastruktur terbatas.

“Ini bukan hanya soal pembangunan jembatan, tapi bagaimana kita membuka akses kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Hengki.

Dengan pelibatan personel lintas satuan, Polda Riau menargetkan seluruh pekerjaan dapat berjalan tepat waktu, aman, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di pelosok daerah. (ric)