logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / Narkoba
GRANAT Apresiasi Kinerja Polda Riau, Ungkap 1.026 Kasus Narkoba Awal 2026
Ketua Umum GRANAT, Henry Yosodiningrat. (Foto: Ist)
GRANAT Apresiasi Kinerja Polda Riau, Ungkap 1.026 Kasus Narkoba Awal 2026
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 18 April 2026 | 16:23:08

PEKANBARU — Provinsi Riau kembali disorot sebagai salah satu jalur strategis peredaran narkotika internasional. Dalam kurun waktu Januari hingga April 2026, Polda Riau mencatat pengungkapan 1.026 kasus narkoba dengan 742 tersangka.

Data tersebut mengemuka seiring apresiasi dari Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) terhadap kinerja aparat kepolisian di wilayah tersebut.

Ketua Umum GRANAT, Henry Yosodiningrat, menyebut capaian itu sebagai indikator kuat bahwa wilayah pesisir Riau masih menjadi pintu masuk jaringan narkotika lintas negara, khususnya di kawasan Rokan Hilir.

“Ini bukan sekadar prestasi penegakan hukum, tapi juga alarm bahwa ancaman narkotika di wilayah perbatasan masih sangat serius,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima PekanbaruTV.com, Sabtu (18/4/2026).

Sepanjang operasi tersebut, aparat menyita berbagai jenis narkotika dalam jumlah besar, mulai dari sabu, heroin, ekstasi, ganja, hingga psikotropika dan zat sintetis lainnya. Temuan ini memperlihatkan pola distribusi yang semakin beragam dan terorganisir.

GRANAT menilai pendekatan yang dilakukan Polda Riau tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mulai menyasar pemutusan jaringan dari hulu ke hilir. Meski demikian, mereka mengingatkan bahwa perang terhadap narkoba belum menunjukkan tanda mereda.

Henry menekankan pentingnya penguatan pengawasan di jalur pesisir serta sinergi lintas sektor untuk menutup celah masuknya narkotika dari luar negeri.

“Tanpa keterlibatan masyarakat dan koordinasi yang kuat antarinstansi, upaya ini tidak akan maksimal,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga mendorong penindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat, termasuk jika terdapat oknum aparat, guna menjaga integritas pemberantasan narkotika.

Lonjakan pengungkapan kasus ini sekaligus menjadi cermin bahwa Riau masih berada dalam tekanan jaringan narkoba internasional, sehingga membutuhkan strategi yang lebih komprehensif, tidak hanya represif tetapi juga preventif dan rehabilitatif. (ric)

Home / Hukum
GRANAT Apresiasi Kinerja Polda Riau, Ungkap 1.026 Kasus Narkoba Awal 2026
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 18 April 2026 | 16:23:08
GRANAT Apresiasi Kinerja Polda Riau, Ungkap 1.026 Kasus Narkoba Awal 2026
Ketua Umum GRANAT, Henry Yosodiningrat. (Foto: Ist)

PEKANBARU — Provinsi Riau kembali disorot sebagai salah satu jalur strategis peredaran narkotika internasional. Dalam kurun waktu Januari hingga April 2026, Polda Riau mencatat pengungkapan 1.026 kasus narkoba dengan 742 tersangka.

Data tersebut mengemuka seiring apresiasi dari Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) terhadap kinerja aparat kepolisian di wilayah tersebut.

Ketua Umum GRANAT, Henry Yosodiningrat, menyebut capaian itu sebagai indikator kuat bahwa wilayah pesisir Riau masih menjadi pintu masuk jaringan narkotika lintas negara, khususnya di kawasan Rokan Hilir.

“Ini bukan sekadar prestasi penegakan hukum, tapi juga alarm bahwa ancaman narkotika di wilayah perbatasan masih sangat serius,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima PekanbaruTV.com, Sabtu (18/4/2026).

Sepanjang operasi tersebut, aparat menyita berbagai jenis narkotika dalam jumlah besar, mulai dari sabu, heroin, ekstasi, ganja, hingga psikotropika dan zat sintetis lainnya. Temuan ini memperlihatkan pola distribusi yang semakin beragam dan terorganisir.

GRANAT menilai pendekatan yang dilakukan Polda Riau tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mulai menyasar pemutusan jaringan dari hulu ke hilir. Meski demikian, mereka mengingatkan bahwa perang terhadap narkoba belum menunjukkan tanda mereda.

Henry menekankan pentingnya penguatan pengawasan di jalur pesisir serta sinergi lintas sektor untuk menutup celah masuknya narkotika dari luar negeri.

“Tanpa keterlibatan masyarakat dan koordinasi yang kuat antarinstansi, upaya ini tidak akan maksimal,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga mendorong penindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat, termasuk jika terdapat oknum aparat, guna menjaga integritas pemberantasan narkotika.

Lonjakan pengungkapan kasus ini sekaligus menjadi cermin bahwa Riau masih berada dalam tekanan jaringan narkoba internasional, sehingga membutuhkan strategi yang lebih komprehensif, tidak hanya represif tetapi juga preventif dan rehabilitatif. (ric)