logo
Beraksi 6 Kali di Pekanbaru, Polisi Ringkus Komplotan Begal Bersenjata Parang, H Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPK Periksa 11 Saksi Kasus Bupati Kuansing, Mulai dari Pejabat Pemkab, Ketua DPR Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga Sawit Riau Periode 29 Juli-4 Agustus Naik, Berikut Daftar Lengkapnya Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polisi Ringkus Sindikat Penipuan Online Berkedok Admin TikTok di Pekanbaru, Korb Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemkab Rohil Perbaiki Jalan Kubu Sepanjang 5 Km, Warga Berharap Pengaspalan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Duplik Dibacakan, Pembela Abdul Wahid Minta Bebas: Tak Ada Bukti Perintah Pengum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berkas Bendahara PAN Pelalawan di Kasus Narkoba THM Pekanbaru Masuk Kejari, Sela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap, KPK Periksa Plt Gubernur Riau Terkait Temuan Uang Saat Penggeledahan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Sumbar
Gunung Marapi Kembali Erupsi di Sumbar, Semburkan Abu 2.000 Meter, Warga Diminta Waspada
Gunung Marapi kembali mengalami erupsi. (Foto: Istimewa)
Gunung Marapi Kembali Erupsi di Sumbar, Semburkan Abu 2.000 Meter, Warga Diminta Waspada
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
30 Mei 2026 | 10:32:23

BUKITTINGGI-Aktivitas vulkanik Gunung Marapi kembali menunjukkan peningkatan. Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat itu meletus, Sabtu (30/5/2026) pagi dengan melontarkan kolom abu setinggi sekitar 2.000 meter dari puncak.

Erupsi terjadi pada pukul 08.42 WIB dan tercatat oleh Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi di Bukittinggi. Letusan berlangsung selama 85 detik dengan intensitas yang cukup jelas terpantau dari sejumlah wilayah di sekitar gunung.

Petugas PGA Marapi, Ahmad Rifandi, mengatakan aktivitas erupsi masih berlangsung saat laporan awal disusun. Kolom abu yang keluar dari kawah utama tampak berwarna kelabu pekat dengan arah sebaran menuju timur laut.

“Letusan sampai saat laporan ini dibuat masih berlangsung,” ujar Ahmad Rifandi saat dikonfirmasi.

iklan-view

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan masyarakat bahwa Gunung Marapi masih berada dalam fase aktivitas yang perlu diwaspadai. Sebagai salah satu gunung api paling aktif di Sumatera Barat, Marapi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan frekuensi erupsi yang cukup tinggi.

Meski belum terjadi laporan dampak signifikan terhadap permukiman penduduk, otoritas vulkanologi meminta warga tidak mengabaikan potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu. Terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan lereng gunung maupun jalur pendakian.

Saat ini status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Pada level tersebut, masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki radius tiga kilometer dari pusat erupsi atau kawah Verbeek yang menjadi sumber aktivitas vulkanik.

Selain potensi lontaran material vulkanik, hujan abu juga menjadi ancaman yang perlu diantisipasi. Abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit paru-paru.

Karena itu, masyarakat diminta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu di wilayah tempat tinggal mereka. Penggunaan pelindung mata dan pakaian tertutup juga disarankan untuk mengurangi risiko iritasi akibat partikel vulkanik yang terbawa angin.

Petugas PGA juga mengingatkan warga agar menjaga sumber air bersih dari kontaminasi abu vulkanik. Selain itu, atap rumah perlu dibersihkan secara berkala apabila terjadi penumpukan abu dalam jumlah besar.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kerusakan bangunan akibat beban abu yang semakin berat, terutama saat turun hujan.

Di sisi lain, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Marapi. Informasi resmi dari otoritas vulkanologi diminta menjadi rujukan utama masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Erupsi terbaru ini kembali menegaskan bahwa hidup berdampingan dengan gunung api aktif membutuhkan kesiapsiagaan yang konsisten. Bagi warga Sumatera Barat, kewaspadaan bukan hanya soal menghadapi bencana, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama ketika alam menunjukkan aktivitasnya. (cnn)

Home / News
Gunung Marapi Kembali Erupsi di Sumbar, Semburkan Abu 2.000 Meter, Warga Diminta Waspada
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: news | 30 Mei 2026 | 10:32:23
Gunung Marapi Kembali Erupsi di Sumbar, Semburkan Abu 2.000 Meter, Warga Diminta Waspada
Gunung Marapi kembali mengalami erupsi. (Foto: Istimewa)

BUKITTINGGI-Aktivitas vulkanik Gunung Marapi kembali menunjukkan peningkatan. Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat itu meletus, Sabtu (30/5/2026) pagi dengan melontarkan kolom abu setinggi sekitar 2.000 meter dari puncak.

Erupsi terjadi pada pukul 08.42 WIB dan tercatat oleh Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi di Bukittinggi. Letusan berlangsung selama 85 detik dengan intensitas yang cukup jelas terpantau dari sejumlah wilayah di sekitar gunung.

Petugas PGA Marapi, Ahmad Rifandi, mengatakan aktivitas erupsi masih berlangsung saat laporan awal disusun. Kolom abu yang keluar dari kawah utama tampak berwarna kelabu pekat dengan arah sebaran menuju timur laut.

“Letusan sampai saat laporan ini dibuat masih berlangsung,” ujar Ahmad Rifandi saat dikonfirmasi.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan masyarakat bahwa Gunung Marapi masih berada dalam fase aktivitas yang perlu diwaspadai. Sebagai salah satu gunung api paling aktif di Sumatera Barat, Marapi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan frekuensi erupsi yang cukup tinggi.

Meski belum terjadi laporan dampak signifikan terhadap permukiman penduduk, otoritas vulkanologi meminta warga tidak mengabaikan potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu. Terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan lereng gunung maupun jalur pendakian.

Saat ini status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Pada level tersebut, masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki radius tiga kilometer dari pusat erupsi atau kawah Verbeek yang menjadi sumber aktivitas vulkanik.

Selain potensi lontaran material vulkanik, hujan abu juga menjadi ancaman yang perlu diantisipasi. Abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit paru-paru.

Karena itu, masyarakat diminta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu di wilayah tempat tinggal mereka. Penggunaan pelindung mata dan pakaian tertutup juga disarankan untuk mengurangi risiko iritasi akibat partikel vulkanik yang terbawa angin.

Petugas PGA juga mengingatkan warga agar menjaga sumber air bersih dari kontaminasi abu vulkanik. Selain itu, atap rumah perlu dibersihkan secara berkala apabila terjadi penumpukan abu dalam jumlah besar.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kerusakan bangunan akibat beban abu yang semakin berat, terutama saat turun hujan.

Di sisi lain, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Marapi. Informasi resmi dari otoritas vulkanologi diminta menjadi rujukan utama masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Erupsi terbaru ini kembali menegaskan bahwa hidup berdampingan dengan gunung api aktif membutuhkan kesiapsiagaan yang konsisten. Bagi warga Sumatera Barat, kewaspadaan bukan hanya soal menghadapi bencana, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama ketika alam menunjukkan aktivitasnya. (cnn)