logo
Mahasiswa UR Desak Masuk DPRD Riau, Polwan Ditarik dari Barisan Depan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Teluk Kuantan Bersolek Sambut MTQ Riau, Kawasan Astaka Kini Semakin Terang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Longsor Terjang Kuala Enok Inhil, Empat Rumah Hanyut ke Sungai, Belasan KK Mengu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Perayaan HUT Pekanbaru ke 242, Transmetro dan Parkir Gratis untuk Warga Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi JPU KPK Klaim Dakwaan Abdul Wahid Cs Makin Kokoh, Ahli Sebut Unsur Pemerasan dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kurir dan Bandar dalam Satu Cinta: Sejoli Pengedar Sabu Diciduk di Tapung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga Sawit Riau Menguat, TBS Tertinggi Mencapai Rp3.696 per Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga Kubu dan Kuba Tagih Janji Bistamam-Jhony Charles, Jalan Rusak tak Kunjung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Keuangan
Sempat Tertekan, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.805 per Dolar AS
Ilustrasi. Rupiah berbalik menguat, Senin (1/6/2026) petang.
Sempat Tertekan, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.805 per Dolar AS
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
1 Juni 2026 | 17:27:06

JAKARTA – Nilai tukar rupiah berhasil berbalik arah dan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (1/6/2026), setelah sempat berada di bawah tekanan pada sesi pagi.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 76 poin atau 0,43 persen ke level Rp17.805 per dolar AS. Posisi ini lebih baik dibandingkan perdagangan pagi yang sempat berada di kisaran Rp17.845 per dolar AS.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah relatif stagnan di level Rp17.878 per dolar AS.

Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia masih mencatat rupiah di posisi Rp17.883 per dolar AS pada Jumat (29/5/2026). JISDOR merupakan acuan transaksi valuta asing yang digunakan pelaku pasar dan perbankan.

iklan-view

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi sebelumnya memperkirakan pergerakan rupiah akan berlangsung fluktuatif. Meski sempat memperkirakan pelemahan, rupiah justru mampu menutup perdagangan di zona positif.

Menurut Ibrahim, penguatan rupiah ditopang oleh membaiknya sentimen global setelah muncul laporan bahwa Washington dan Teheran telah menyusun draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump.

“Prospek tercapainya kesepakatan damai mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global dan meningkatkan optimisme terhadap stabilitas jalur pelayaran internasional,” ujar Ibrahim.

Ia menjelaskan, harapan perdamaian juga memicu ekspektasi normalisasi aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Meski demikian, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut masih berada di bawah level normal sebelum konflik sehingga risiko geopolitik masih membayangi pasar minyak global.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar terus mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran karena berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak dunia, dolar AS, dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. (mtv)

Tags: rupiah menguat
Home / Ekonomi
Sempat Tertekan, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.805 per Dolar AS
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: ekonomi | 1 Juni 2026 | 17:27:06
Sempat Tertekan, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.805 per Dolar AS
Ilustrasi. Rupiah berbalik menguat, Senin (1/6/2026) petang.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah berhasil berbalik arah dan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (1/6/2026), setelah sempat berada di bawah tekanan pada sesi pagi.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 76 poin atau 0,43 persen ke level Rp17.805 per dolar AS. Posisi ini lebih baik dibandingkan perdagangan pagi yang sempat berada di kisaran Rp17.845 per dolar AS.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah relatif stagnan di level Rp17.878 per dolar AS.

Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia masih mencatat rupiah di posisi Rp17.883 per dolar AS pada Jumat (29/5/2026). JISDOR merupakan acuan transaksi valuta asing yang digunakan pelaku pasar dan perbankan.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi sebelumnya memperkirakan pergerakan rupiah akan berlangsung fluktuatif. Meski sempat memperkirakan pelemahan, rupiah justru mampu menutup perdagangan di zona positif.

Menurut Ibrahim, penguatan rupiah ditopang oleh membaiknya sentimen global setelah muncul laporan bahwa Washington dan Teheran telah menyusun draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump.

“Prospek tercapainya kesepakatan damai mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global dan meningkatkan optimisme terhadap stabilitas jalur pelayaran internasional,” ujar Ibrahim.

Ia menjelaskan, harapan perdamaian juga memicu ekspektasi normalisasi aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Meski demikian, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut masih berada di bawah level normal sebelum konflik sehingga risiko geopolitik masih membayangi pasar minyak global.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar terus mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran karena berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak dunia, dolar AS, dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. (mtv)

Tags: rupiah menguat