
PEKANBARU-Dr. Maxaxai Indra, S.H., M.H., kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Wilayah Riau periode 2026–2031. Keputusan tersebut dihasilkan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IV APHTN-HAN Riau yang digelar di Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR), Selasa (16/6/2026).
Terpilihnya kembali Maxaxai Indra menunjukkan kuatnya dukungan anggota terhadap kepemimpinannya dalam mengonsolidasikan organisasi profesi akademik hukum sekaligus memperkuat kontribusi keilmuan Hukum Tata Negara (HTN) dan Hukum Administrasi Negara (HAN) dalam pembangunan hukum di Provinsi Riau.
Proses pemilihan berlangsung secara musyawarah dan mufakat. Seluruh peserta Muswil yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Riau secara bulat menyepakati Maxaxai Indra untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi selama lima tahun ke depan.

Muswil IV APHTN-HAN Riau dipimpin oleh Dr. Eddy Asnawi, Dr. Husnu Abadi, S.H., M.Hum., Ph.D., dan Dr. Dodi Haryono. Forum tersebut juga dihadiri sejumlah akademisi senior, di antaranya Prof. Dr. Hj. Ellydar Chaidir, S.H., M.Hum., Prof. Dr. H. Sudi Fahmi, S.H., M.Hum., Dr. Arifin Bur, S.H., M.H., serta Dr. Effendi Ibnu Susilo, S.H., M.H.
Kegiatan itu turut mendapat perhatian dari pengurus pusat APHTN-HAN. Ketua Umum APHTN-HAN Pusat yang diwakili Ketua Harian Prof. Dr. Retno Saraswati, S.H., M.Hum., hadir bersama Sekretaris Jenderal Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono, S.H., M.H., serta Ketua Departemen Organisasi Dr. Vieta Cornelis, S.H., M.H.
Selain agenda pemilihan ketua, peserta Muswil juga membahas sejumlah isu strategis yang menjadi tantangan organisasi ke depan. Pembahasan mencakup penguatan pengembangan keilmuan HTN dan HAN, peningkatan kualitas pendidikan hukum, optimalisasi pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, hingga penguatan kontribusi akademik dalam mendukung pembangunan hukum di daerah.
Usai terpilih, Maxaxai Indra menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan anggota APHTN-HAN Riau. Menurutnya, amanah tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh anggota organisasi untuk terus meningkatkan kualitas dan peran akademisi hukum di tengah dinamika perkembangan ketatanegaraan dan administrasi negara.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada saya untuk memimpin APHTN-HAN Riau. Amanah ini bukan hanya tanggung jawab ketua, tetapi tanggung jawab kita bersama untuk menjadikan APHTN-HAN sebagai organisasi yang aktif, produktif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara,” ujarnya.
Maxaxai mengatakan kepengurusan periode mendatang akan difokuskan pada penguatan kolaborasi antardosen dan antarperguruan tinggi, khususnya dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah.
Menurut dia, sinergi yang lebih kuat antaranggota diperlukan agar APHTN-HAN mampu menghasilkan kajian akademik yang relevan dan dapat menjadi rujukan dalam menjawab berbagai persoalan hukum, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Ke depan, kita ingin memperkuat sinergi antaranggota, memperbanyak forum ilmiah, seminar, dan diskusi akademik, serta mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang dapat menjadi rujukan dalam menjawab berbagai persoalan ketatanegaraan dan administrasi negara,” katanya.
Ia juga menegaskan APHTN-HAN perlu mengambil peran yang lebih luas sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam memberikan pandangan akademik terhadap berbagai kebijakan publik dan perkembangan hukum.
“Sebagai organisasi profesi akademik, kita memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menghadirkan gagasan-gagasan yang konstruktif. APHTN-HAN harus hadir memberikan perspektif keilmuan dalam proses pembangunan hukum yang berkeadilan, demokratis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Muswil IV APHTN-HAN Riau, Dr. Aryo Akbar, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan musyawarah wilayah tersebut.
Menurut Aryo, pelaksanaan Muswil yang berlangsung lancar menunjukkan kuatnya komitmen dan kebersamaan para pengajar HTN-HAN di Provinsi Riau untuk terus memperkuat organisasi serta meningkatkan kontribusi akademik bagi masyarakat.
Dengan terpilihnya kembali Maxaxai Indra, APHTN-HAN Riau diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai wadah pengembangan keilmuan hukum sekaligus menghasilkan berbagai rekomendasi akademik yang dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan pembangunan hukum di daerah.
Peran tersebut dinilai penting mengingat dinamika regulasi dan tata kelola pemerintahan yang terus berkembang membutuhkan kontribusi pemikiran akademik yang berbasis riset, objektif, dan berorientasi pada kepentingan publik. (bsh)




PEKANBARU-Dr. Maxaxai Indra, S.H., M.H., kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Wilayah Riau periode 2026–2031. Keputusan tersebut dihasilkan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IV APHTN-HAN Riau yang digelar di Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR), Selasa (16/6/2026).
Terpilihnya kembali Maxaxai Indra menunjukkan kuatnya dukungan anggota terhadap kepemimpinannya dalam mengonsolidasikan organisasi profesi akademik hukum sekaligus memperkuat kontribusi keilmuan Hukum Tata Negara (HTN) dan Hukum Administrasi Negara (HAN) dalam pembangunan hukum di Provinsi Riau.
Proses pemilihan berlangsung secara musyawarah dan mufakat. Seluruh peserta Muswil yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Riau secara bulat menyepakati Maxaxai Indra untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi selama lima tahun ke depan.
Muswil IV APHTN-HAN Riau dipimpin oleh Dr. Eddy Asnawi, Dr. Husnu Abadi, S.H., M.Hum., Ph.D., dan Dr. Dodi Haryono. Forum tersebut juga dihadiri sejumlah akademisi senior, di antaranya Prof. Dr. Hj. Ellydar Chaidir, S.H., M.Hum., Prof. Dr. H. Sudi Fahmi, S.H., M.Hum., Dr. Arifin Bur, S.H., M.H., serta Dr. Effendi Ibnu Susilo, S.H., M.H.
Kegiatan itu turut mendapat perhatian dari pengurus pusat APHTN-HAN. Ketua Umum APHTN-HAN Pusat yang diwakili Ketua Harian Prof. Dr. Retno Saraswati, S.H., M.Hum., hadir bersama Sekretaris Jenderal Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono, S.H., M.H., serta Ketua Departemen Organisasi Dr. Vieta Cornelis, S.H., M.H.
Selain agenda pemilihan ketua, peserta Muswil juga membahas sejumlah isu strategis yang menjadi tantangan organisasi ke depan. Pembahasan mencakup penguatan pengembangan keilmuan HTN dan HAN, peningkatan kualitas pendidikan hukum, optimalisasi pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, hingga penguatan kontribusi akademik dalam mendukung pembangunan hukum di daerah.
Usai terpilih, Maxaxai Indra menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan anggota APHTN-HAN Riau. Menurutnya, amanah tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh anggota organisasi untuk terus meningkatkan kualitas dan peran akademisi hukum di tengah dinamika perkembangan ketatanegaraan dan administrasi negara.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada saya untuk memimpin APHTN-HAN Riau. Amanah ini bukan hanya tanggung jawab ketua, tetapi tanggung jawab kita bersama untuk menjadikan APHTN-HAN sebagai organisasi yang aktif, produktif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara,” ujarnya.
Maxaxai mengatakan kepengurusan periode mendatang akan difokuskan pada penguatan kolaborasi antardosen dan antarperguruan tinggi, khususnya dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah.
Menurut dia, sinergi yang lebih kuat antaranggota diperlukan agar APHTN-HAN mampu menghasilkan kajian akademik yang relevan dan dapat menjadi rujukan dalam menjawab berbagai persoalan hukum, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Ke depan, kita ingin memperkuat sinergi antaranggota, memperbanyak forum ilmiah, seminar, dan diskusi akademik, serta mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang dapat menjadi rujukan dalam menjawab berbagai persoalan ketatanegaraan dan administrasi negara,” katanya.
Ia juga menegaskan APHTN-HAN perlu mengambil peran yang lebih luas sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam memberikan pandangan akademik terhadap berbagai kebijakan publik dan perkembangan hukum.
“Sebagai organisasi profesi akademik, kita memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menghadirkan gagasan-gagasan yang konstruktif. APHTN-HAN harus hadir memberikan perspektif keilmuan dalam proses pembangunan hukum yang berkeadilan, demokratis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Muswil IV APHTN-HAN Riau, Dr. Aryo Akbar, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan musyawarah wilayah tersebut.
Menurut Aryo, pelaksanaan Muswil yang berlangsung lancar menunjukkan kuatnya komitmen dan kebersamaan para pengajar HTN-HAN di Provinsi Riau untuk terus memperkuat organisasi serta meningkatkan kontribusi akademik bagi masyarakat.
Dengan terpilihnya kembali Maxaxai Indra, APHTN-HAN Riau diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai wadah pengembangan keilmuan hukum sekaligus menghasilkan berbagai rekomendasi akademik yang dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan pembangunan hukum di daerah.
Peran tersebut dinilai penting mengingat dinamika regulasi dan tata kelola pemerintahan yang terus berkembang membutuhkan kontribusi pemikiran akademik yang berbasis riset, objektif, dan berorientasi pada kepentingan publik. (bsh)