
PELALAWAN - Suasana Desa Wisata Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Minggu (12/7/2026), dipadati ratusan masyarakat yang memadati tepian Sungai Kampar untuk menyaksikan hari terakhir Pelalawan Boat Racing 2026.
Ajang balap perahu ketinting tradisional tersebut menjadi magnet wisata sekaligus upaya melestarikan budaya sungai yang telah mengakar di tengah masyarakat.
Event yang berlangsung sejak 10 Juli itu secara resmi dibuka Bupati Pelalawan, Zukri, didampingi unsur Forkopimda. Sebanyak 63 peserta yang terdiri dari 58 pembalap putra dan putri, ambil bagian. Mereka berasal dari Kabupaten Pelalawan, Kampar, dan Indragiri Hilir.

Perlombaan ini yang mempertandingkan lima kelas, meliputi: kelas nelayan, Campuran open, Kelas 500cc -550 cc, Kelas wanita dan Kelas drac. Setiap perlombaan berlangsung dua trek. Khusus kelas nelayan 1 trek berjarak 500 meter. Sedangkan nomor lainnya per-putaran sejauh 1.000 meter.
Bupati Pelalawan, Zukri, mengatakan penyelenggaraan Boat Racing tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga tradisional, tetapi juga menjadi sarana mempromosikan potensi wisata Desa Kuala Terusan yang dikenal dengan keindahan Sungai Kampar.

"Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkenalkan potensi wisata Pelalawan kepada masyarakat luas sekaligus menjaga tradisi masyarakat sungai agar tetap lestari," ujarnya.
Selain menghadirkan persaingan sengit di lintasan sungai, perlombaan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung membuat pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga penyedia jasa transportasi sungai merasakan peningkatan pendapatan selama pelaksanaan kegiatan.
Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, menyampaikan pihaknya menerjunkan personel gabungan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Menurutnya, Boat Racing menjadi agenda positif yang mampu mengembangkan sektor pariwisata sekaligus menumbuhkan bibit-bibit atlet balap ketinting dari Provinsi Riau.
Dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun, Pelalawan Boat Racing diharapkan menjadi agenda tahunan yang semakin besar. Tak hanya menjaga denyut budaya sungai, tetapi juga mengukuhkan Desa Wisata Kuala Terusan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pelalawan. (dik)


PELALAWAN - Suasana Desa Wisata Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Minggu (12/7/2026), dipadati ratusan masyarakat yang memadati tepian Sungai Kampar untuk menyaksikan hari terakhir Pelalawan Boat Racing 2026.
Ajang balap perahu ketinting tradisional tersebut menjadi magnet wisata sekaligus upaya melestarikan budaya sungai yang telah mengakar di tengah masyarakat.
Event yang berlangsung sejak 10 Juli itu secara resmi dibuka Bupati Pelalawan, Zukri, didampingi unsur Forkopimda. Sebanyak 63 peserta yang terdiri dari 58 pembalap putra dan putri, ambil bagian. Mereka berasal dari Kabupaten Pelalawan, Kampar, dan Indragiri Hilir.
Perlombaan ini yang mempertandingkan lima kelas, meliputi: kelas nelayan, Campuran open, Kelas 500cc -550 cc, Kelas wanita dan Kelas drac. Setiap perlombaan berlangsung dua trek. Khusus kelas nelayan 1 trek berjarak 500 meter. Sedangkan nomor lainnya per-putaran sejauh 1.000 meter.
Bupati Pelalawan, Zukri, mengatakan penyelenggaraan Boat Racing tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga tradisional, tetapi juga menjadi sarana mempromosikan potensi wisata Desa Kuala Terusan yang dikenal dengan keindahan Sungai Kampar.

"Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkenalkan potensi wisata Pelalawan kepada masyarakat luas sekaligus menjaga tradisi masyarakat sungai agar tetap lestari," ujarnya.
Selain menghadirkan persaingan sengit di lintasan sungai, perlombaan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung membuat pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga penyedia jasa transportasi sungai merasakan peningkatan pendapatan selama pelaksanaan kegiatan.
Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, menyampaikan pihaknya menerjunkan personel gabungan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Menurutnya, Boat Racing menjadi agenda positif yang mampu mengembangkan sektor pariwisata sekaligus menumbuhkan bibit-bibit atlet balap ketinting dari Provinsi Riau.
Dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun, Pelalawan Boat Racing diharapkan menjadi agenda tahunan yang semakin besar. Tak hanya menjaga denyut budaya sungai, tetapi juga mengukuhkan Desa Wisata Kuala Terusan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pelalawan. (dik)