
JAKARTA – Fakta baru terungkap dalam penyidikan kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Bupati Pemalang periode 2025–2030, Anom Widiyantoro. Saat diamankan penyidik pada Selasa (28/7/2026) malam, Anom diketahui sedang berada di sebuah hotel di kawasan Jakarta bersama seorang wanita.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein. Ia menyebut wanita yang turut diamankan bersama Anom masih didalami keterlibatannya dalam perkara yang sedang disidik.
"Betul diamankan di hotel. Pihak-pihak yang bersama bupati masih didalami apakah memiliki peran dalam konstruksi perkara atau ada pengembangan lain dari proses penyidikan," ujar Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (30/7/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, wanita tersebut diketahui bernama Ambar. Namun hingga kini KPK belum menetapkan status hukum yang bersangkutan dan masih melakukan pendalaman terhadap perannya.
Dalam operasi tangkap tangan itu, KPK mengamankan total 21 orang dari sejumlah lokasi. Setelah melakukan pemeriksaan, lembaga antirasuah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
KPK mengungkap dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan terhadap aparatur pemerintah daerah serta rekanan swasta. Selain itu, penyidik juga menemukan dugaan upaya suap terkait pengurusan perkara di lingkungan internal KPK.
Menurut penyidik, praktik pemerasan diduga dilakukan Anom melalui orang kepercayaannya, Mohamad Haris. Haris disebut berperan mengumpulkan uang dari sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak swasta untuk memenuhi permintaan bupati.
Salah satu aliran dana yang menjadi perhatian penyidik adalah penyerahan uang tunai sebesar Rp1,2 miliar yang diduga diserahkan Haris kepada seorang pihak bernama Lilik.
KPK menegaskan proses penyidikan masih terus berlangsung. Penyidik akan mendalami peran seluruh pihak yang diamankan dalam OTT, termasuk wanita yang berada bersama Anom saat penangkapan dilakukan, guna mengungkap secara utuh konstruksi perkara dugaan korupsi tersebut.




JAKARTA – Fakta baru terungkap dalam penyidikan kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Bupati Pemalang periode 2025–2030, Anom Widiyantoro. Saat diamankan penyidik pada Selasa (28/7/2026) malam, Anom diketahui sedang berada di sebuah hotel di kawasan Jakarta bersama seorang wanita.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein. Ia menyebut wanita yang turut diamankan bersama Anom masih didalami keterlibatannya dalam perkara yang sedang disidik.
"Betul diamankan di hotel. Pihak-pihak yang bersama bupati masih didalami apakah memiliki peran dalam konstruksi perkara atau ada pengembangan lain dari proses penyidikan," ujar Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (30/7/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, wanita tersebut diketahui bernama Ambar. Namun hingga kini KPK belum menetapkan status hukum yang bersangkutan dan masih melakukan pendalaman terhadap perannya.
Dalam operasi tangkap tangan itu, KPK mengamankan total 21 orang dari sejumlah lokasi. Setelah melakukan pemeriksaan, lembaga antirasuah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
KPK mengungkap dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan terhadap aparatur pemerintah daerah serta rekanan swasta. Selain itu, penyidik juga menemukan dugaan upaya suap terkait pengurusan perkara di lingkungan internal KPK.
Menurut penyidik, praktik pemerasan diduga dilakukan Anom melalui orang kepercayaannya, Mohamad Haris. Haris disebut berperan mengumpulkan uang dari sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak swasta untuk memenuhi permintaan bupati.
Salah satu aliran dana yang menjadi perhatian penyidik adalah penyerahan uang tunai sebesar Rp1,2 miliar yang diduga diserahkan Haris kepada seorang pihak bernama Lilik.
KPK menegaskan proses penyidikan masih terus berlangsung. Penyidik akan mendalami peran seluruh pihak yang diamankan dalam OTT, termasuk wanita yang berada bersama Anom saat penangkapan dilakukan, guna mengungkap secara utuh konstruksi perkara dugaan korupsi tersebut.