
DAYUN - Suasana Kampung Dayun, Kabupaten Siak, Kamis (20/8/2026), mendadak semarak. Ratusan warga tumpah ke sepanjang jalan untuk menyaksikan Pawai Karnaval Dayun Expo 2026 yang menghadirkan beragam kreasi busana, seni tradisional, hingga pertunjukan budaya.
Kegiatan yang digelar mahasiswa KKN Kelompok 13 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bersama mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau dan Pemerintah Kampung Dayun itu tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, Dayun Expo 2026 menjadi ruang bersama untuk memperkenalkan potensi ekonomi lokal, merawat budaya, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Pawai budaya dimulai dari kawasan depan rumah Penghulu Kampung Dayun dan bergerak menuju Lapangan Embung Terpadu. Sepanjang rute, warga tampak antusias menyaksikan iring-iringan peserta yang mengenakan busana kreasi dan menampilkan berbagai kesenian tradisional.


Mahasiswa KKN kelompok 13 UMRI. (Foto: Ist)
Senyum dan tepuk tangan warga mengiringi setiap rombongan yang melintas. Anak-anak hingga orang dewasa ikut menikmati suasana, menjadikan pawai tersebut sebagai momen kebersamaan yang sederhana namun penuh kehangatan.
Koordinator KKN Kelompok 13 UMRI, Audy Ariandi, mengatakan keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
Sementara itu, Ketua KKN UMRI, Desriano Surya Putra, menilai kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kampung dan masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dikemas secara kreatif sekaligus memberi manfaat nyata.
"Kolaborasi antara KKN Kelompok 13 UMRI, KKN UIN, dan warga Kampung Dayun membuktikan bahwa integrasi program pengabdian lintas kampus dapat memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mempromosikan potensi lokal," ujarnya.
Semarak Dayun Expo 2026 kemudian berlanjut dengan pertunjukan seni yang melibatkan masyarakat dan mahasiswa.
Bagi warga Dayun, kegiatan ini bukan hanya tentang kemeriahan sebuah acara. Di balik pawai dan pertunjukan seni, ada semangat untuk memperkenalkan kekayaan kampung sekaligus membangun kebersamaan.
Melalui Dayun Expo 2026, mahasiswa dan Pemerintah Kampung Dayun berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus berlanjut, sehingga program pengabdian tidak berhenti ketika masa KKN berakhir, tetapi meninggalkan manfaat dan kenangan baik bagi warga. (are)




DAYUN - Suasana Kampung Dayun, Kabupaten Siak, Kamis (20/8/2026), mendadak semarak. Ratusan warga tumpah ke sepanjang jalan untuk menyaksikan Pawai Karnaval Dayun Expo 2026 yang menghadirkan beragam kreasi busana, seni tradisional, hingga pertunjukan budaya.
Kegiatan yang digelar mahasiswa KKN Kelompok 13 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bersama mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau dan Pemerintah Kampung Dayun itu tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, Dayun Expo 2026 menjadi ruang bersama untuk memperkenalkan potensi ekonomi lokal, merawat budaya, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Pawai budaya dimulai dari kawasan depan rumah Penghulu Kampung Dayun dan bergerak menuju Lapangan Embung Terpadu. Sepanjang rute, warga tampak antusias menyaksikan iring-iringan peserta yang mengenakan busana kreasi dan menampilkan berbagai kesenian tradisional.

Mahasiswa KKN kelompok 13 UMRI. (Foto: Ist)
Senyum dan tepuk tangan warga mengiringi setiap rombongan yang melintas. Anak-anak hingga orang dewasa ikut menikmati suasana, menjadikan pawai tersebut sebagai momen kebersamaan yang sederhana namun penuh kehangatan.
Koordinator KKN Kelompok 13 UMRI, Audy Ariandi, mengatakan keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
Sementara itu, Ketua KKN UMRI, Desriano Surya Putra, menilai kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kampung dan masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dikemas secara kreatif sekaligus memberi manfaat nyata.
"Kolaborasi antara KKN Kelompok 13 UMRI, KKN UIN, dan warga Kampung Dayun membuktikan bahwa integrasi program pengabdian lintas kampus dapat memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mempromosikan potensi lokal," ujarnya.
Semarak Dayun Expo 2026 kemudian berlanjut dengan pertunjukan seni yang melibatkan masyarakat dan mahasiswa.
Bagi warga Dayun, kegiatan ini bukan hanya tentang kemeriahan sebuah acara. Di balik pawai dan pertunjukan seni, ada semangat untuk memperkenalkan kekayaan kampung sekaligus membangun kebersamaan.
Melalui Dayun Expo 2026, mahasiswa dan Pemerintah Kampung Dayun berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus berlanjut, sehingga program pengabdian tidak berhenti ketika masa KKN berakhir, tetapi meninggalkan manfaat dan kenangan baik bagi warga. (are)