logo
● Penampungan Solar Ilegal di Kampar Digerebek Polda, Sempat Dihalangi Warga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer, Cetak Prestasi Bersejarah bagi Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kasus Sabu 46,93 Kg di Pekanbaru: Oknum TNI Ditahan Pomdam dan Terancam Dipecat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Lapas Bagansiapiapi Gagalkan Penyelundupan Liquid Vape Diduga Narkotika dalam Bo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pelajar 14 Tahun Tewas Tabrak Truk Parkir di Jalan SM Amin Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pekanbarutv.com dan UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Gagalkan Peredaran 46,9 Kg Sabu, Tersangka Babinsa dan Warga Sipil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Direktur Toba Pulp Lestari Anwar Lawden Tersangka Dugaan Korupsi Rp 2 Triliun Tr Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Area Pencarian Kapal Rombongan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Diperluas
Tim SAR memperluas cakupan area pencarian pada hari kedua operasi penyelamatan delapan penumpang kapal cepat rombongan jurnalis, termasuk pewarta foto ANTARA yang dilaporkan hilang kontak saat peliputan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Area Pencarian Kapal Rombongan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Diperluas
Editor: putrajaya
Rubrik: hukum | 9 September 2026 | 12:45:00

Jakarta - Tim SAR memperluas cakupan area pencarian pada hari kedua operasi penyelamatan delapan penumpang kapal cepat rombongan jurnalis, termasuk pewarta foto ANTARA yang dilaporkan hilang kontak saat peliputan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa penyisiran pada hari kedua dioptimalkan dengan membagi kekuatan menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) guna menjangkau radius yang lebih luas.

"Operasi SAR hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR serta dukungan penuh sarana laut dan udara," kata dia.

iklan-view

Dia merinci pencarian dibagi ke dalam empat titik krusial, yakni SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 menyisir sejauh 68,3 nautical mile (NM), SRU 2 mengoperasikan KAL Anyer sejauh 69,5 NM, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung sejauh 67 NM, serta SRU 4 mengerahkan RIB 02 Banten khusus menyisir perairan sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Selain armada kapal utama, operasi ini juga menyiagakan KP Sanjaya, RIB 03 Lampung, rescue car, truk personel, hingga drone thermal untuk pemantauan suhu tubuh dari udara, disokong peralatan medis dan komunikasi darurat.

Sebanyak delapan orang korban yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri atas tiga kru kapal, yakni Warta (55/kapten), Surakman (60/ABK), dan Heriyanto (49/guide), serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas).

Operasi penyelamatan ini melibatkan personel gabungan dari Kantor SAR Banten, Unit SAR Pandeglang, Kantor SAR Lampung, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, serta nelayan setempat.

Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan dengan tiupan angin dari selatan ke utara berkecepatan 14 knot serta ketinggian gelombang laut relatif kondusif berkisar 0,4 hingga 1 meter.

Basarnas mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, maupun pengguna jasa transportasi laut di perairan Selat Sunda untuk segera memberikan informasi kepada tim gabungan apabila menemukan petunjuk keberadaan kapal maupun para korban. (*)

Home / Hukum
Area Pencarian Kapal Rombongan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Diperluas
Editor: putrajaya
Rubrik: hukum | 9 September 2026 | 12:45:00
Area Pencarian Kapal Rombongan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Diperluas
Tim SAR memperluas cakupan area pencarian pada hari kedua operasi penyelamatan delapan penumpang kapal cepat rombongan jurnalis, termasuk pewarta foto ANTARA yang dilaporkan hilang kontak saat peliputan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Jakarta - Tim SAR memperluas cakupan area pencarian pada hari kedua operasi penyelamatan delapan penumpang kapal cepat rombongan jurnalis, termasuk pewarta foto ANTARA yang dilaporkan hilang kontak saat peliputan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa penyisiran pada hari kedua dioptimalkan dengan membagi kekuatan menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) guna menjangkau radius yang lebih luas.

"Operasi SAR hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR serta dukungan penuh sarana laut dan udara," kata dia.

Dia merinci pencarian dibagi ke dalam empat titik krusial, yakni SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 menyisir sejauh 68,3 nautical mile (NM), SRU 2 mengoperasikan KAL Anyer sejauh 69,5 NM, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung sejauh 67 NM, serta SRU 4 mengerahkan RIB 02 Banten khusus menyisir perairan sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Selain armada kapal utama, operasi ini juga menyiagakan KP Sanjaya, RIB 03 Lampung, rescue car, truk personel, hingga drone thermal untuk pemantauan suhu tubuh dari udara, disokong peralatan medis dan komunikasi darurat.

Sebanyak delapan orang korban yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri atas tiga kru kapal, yakni Warta (55/kapten), Surakman (60/ABK), dan Heriyanto (49/guide), serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas).

Operasi penyelamatan ini melibatkan personel gabungan dari Kantor SAR Banten, Unit SAR Pandeglang, Kantor SAR Lampung, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, serta nelayan setempat.

Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan dengan tiupan angin dari selatan ke utara berkecepatan 14 knot serta ketinggian gelombang laut relatif kondusif berkisar 0,4 hingga 1 meter.

Basarnas mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, maupun pengguna jasa transportasi laut di perairan Selat Sunda untuk segera memberikan informasi kepada tim gabungan apabila menemukan petunjuk keberadaan kapal maupun para korban. (*)