
PEKANBARU — Kepolisian Daerah Riau memberikan penghargaan kepada 161 personel dan masyarakat yang dinilai berkontribusi dalam pengungkapan sejumlah kasus menonjol di wilayah tersebut.
Dari total penerima, 52 personel diganjar Pin Emas dan 33 lainnya menerima Pin Perak dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan mengungkap berbagai kasus strategis, termasuk perburuan gajah liar yang menjadi perhatian publik.
Selain penghargaan dari Kapolri, sebanyak 76 orang lainnya—yang terdiri dari personel kepolisian, masyarakat sipil, hingga unsur swasta—mendapat apresiasi dari Kapolda Riau. Penyerahan penghargaan digelar di halaman Mapolda Riau, Rabu (1/4/2026).

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan, penghargaan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri untuk mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengungkapan kasus, tidak hanya dari internal kepolisian.
“Penerima penghargaan tidak hanya anggota Polri, tetapi juga masyarakat, tenaga medis, sekuriti, hingga pihak perusahaan yang turut membantu pengungkapan berbagai kasus penting,” ujarnya.
Sejumlah kasus yang menjadi dasar pemberian penghargaan di antaranya pengungkapan perburuan satwa dilindungi, peredaran narkotika, serta praktik illegal logging. Kapolda menyebut capaian tersebut sebagai bukti komitmen institusinya dalam menjaga keamanan sekaligus kelestarian lingkungan.
Rinciannya, penghargaan Kapolda diberikan kepada 20 personel Direktorat Reserse Narkoba atas pengungkapan penyelundupan heroin, empat personel Ditlantas yang terlibat dalam aksi penyelamatan warga dengan kondisi gagal ginjal, 23 personel Polres Rokan Hilir dalam pengungkapan kasus sabu, serta 15 personel Polres Indragiri Hulu terkait kasus illegal logging.
Tak hanya aparat, penghargaan juga diberikan kepada tujuh atlet berprestasi di ajang Piala Kemenpora, seorang sekuriti yang menyelamatkan mahasiswi, personel Balai Besar KSDA Riau, karyawan swasta, hingga informan yang berperan dalam pengungkapan kasus.
Di sisi lain, Kapolda mengingatkan bahwa penghargaan harus berjalan beriringan dengan penegakan disiplin. Ia menegaskan, setiap pelanggaran yang mencoreng institusi akan ditindak tegas.
“Apresiasi diberikan kepada yang berprestasi, tetapi terhadap pelanggaran yang merusak marwah institusi, kami tidak akan ragu untuk menindak,” tegasnya.
Polda Riau berharap, penghargaan ini dapat menjadi pemicu bagi seluruh personel dan masyarakat untuk terus berkontribusi dalam menjaga keamanan serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan sosial. (ric)




PEKANBARU — Kepolisian Daerah Riau memberikan penghargaan kepada 161 personel dan masyarakat yang dinilai berkontribusi dalam pengungkapan sejumlah kasus menonjol di wilayah tersebut.
Dari total penerima, 52 personel diganjar Pin Emas dan 33 lainnya menerima Pin Perak dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan mengungkap berbagai kasus strategis, termasuk perburuan gajah liar yang menjadi perhatian publik.
Selain penghargaan dari Kapolri, sebanyak 76 orang lainnya—yang terdiri dari personel kepolisian, masyarakat sipil, hingga unsur swasta—mendapat apresiasi dari Kapolda Riau. Penyerahan penghargaan digelar di halaman Mapolda Riau, Rabu (1/4/2026).
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan, penghargaan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri untuk mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengungkapan kasus, tidak hanya dari internal kepolisian.
“Penerima penghargaan tidak hanya anggota Polri, tetapi juga masyarakat, tenaga medis, sekuriti, hingga pihak perusahaan yang turut membantu pengungkapan berbagai kasus penting,” ujarnya.
Sejumlah kasus yang menjadi dasar pemberian penghargaan di antaranya pengungkapan perburuan satwa dilindungi, peredaran narkotika, serta praktik illegal logging. Kapolda menyebut capaian tersebut sebagai bukti komitmen institusinya dalam menjaga keamanan sekaligus kelestarian lingkungan.
Rinciannya, penghargaan Kapolda diberikan kepada 20 personel Direktorat Reserse Narkoba atas pengungkapan penyelundupan heroin, empat personel Ditlantas yang terlibat dalam aksi penyelamatan warga dengan kondisi gagal ginjal, 23 personel Polres Rokan Hilir dalam pengungkapan kasus sabu, serta 15 personel Polres Indragiri Hulu terkait kasus illegal logging.
Tak hanya aparat, penghargaan juga diberikan kepada tujuh atlet berprestasi di ajang Piala Kemenpora, seorang sekuriti yang menyelamatkan mahasiswi, personel Balai Besar KSDA Riau, karyawan swasta, hingga informan yang berperan dalam pengungkapan kasus.
Di sisi lain, Kapolda mengingatkan bahwa penghargaan harus berjalan beriringan dengan penegakan disiplin. Ia menegaskan, setiap pelanggaran yang mencoreng institusi akan ditindak tegas.
“Apresiasi diberikan kepada yang berprestasi, tetapi terhadap pelanggaran yang merusak marwah institusi, kami tidak akan ragu untuk menindak,” tegasnya.
Polda Riau berharap, penghargaan ini dapat menjadi pemicu bagi seluruh personel dan masyarakat untuk terus berkontribusi dalam menjaga keamanan serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan sosial. (ric)