
ROHIL-Isu rencana aksi damai bersama menutup rumah bandar sabu di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), mendadak viral di media sosial.
Informasi yang menyebut masyarakat akan menggelar aksi usai salat Jumat di Masjid Nurul Iman langsung direspons cepat oleh aparat kepolisian.
Langkah sigap ini dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan situasi tetap kondusif.

Beredar luas di platform media sosial, unggahan tersebut mengajak masyarakat berkumpul dan melakukan aksi damai menuntut penutupan total lokasi yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba di Jalan Damai Panipahan.
Namun hingga kini, kebenaran informasi tersebut belum dapat dipastikan. Menyikapi isu tersebut, Polsek Panipahan langsung mengambil langkah preventif dengan menelusuri sumber informasi.
Aparat berupaya menghubungi pemilik akun yang pertama kali menyebarkan kabar tersebut, namun tidak mendapatkan tanggapan.
Kondisi ini justru menimbulkan dugaan adanya pihak tertentu yang sengaja menyebarkan informasi tidak jelas untuk memancing situasi atau memperkeruh suasana di tengah masyarakat.
Kapolsek Panipahan, Iptu Robiansyah S.H, M.H menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam terhadap isu yang muncul dan langsung melakukan verifikasi kebenarannya. Tim operasional (Opsnal) langsung diterjunkan untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait kebenaran isu tersebut.
Alhasil, Tim Opsnal yang mengecek lokasi tidak menemukan narkoba di rumah yang dimaksud dalam akun tersebut. Kondisi rumah kosong. Setelah ditanyakan ke tetangga sekitar lokasi, tidak ditemukan hal mencurigakan.
“Kami sudah turunkan sejumlah personel untuk mengecek langsung informasi yang beredar. Namun tidak ditemukan hal yang diungkapkan dalam akun tersebut. Begitu kita konfirmasi akun yang bersangkutan, tidak ada respon,” ujar Iptu Robiansyah kepada media ini, Kamis (2/3/2026).
Di sisi lain, kapolsek juga mengapresiasi sikap masyarakat Panipahan yang tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas sumbernya. Hal ini dinilai sebagai indikator positif adanya stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Meski demikian, kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan. Polsek Panipahan memastikan akan terus memantau perkembangan situasi, terutama menjelang waktu yang disebutkan dalam unggahan tersebut.
Di sisi lain, Robiansyah menegaskan, isu narkoba memang menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Panipahan terus dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui penindakan maupun pendekatan preventif kepada masyarakat.
“Walaupun ini baru sebatas isu di media sosial, kami tetap menyikapinya secara bijak. Permasalahan narkoba memang menjadi perhatian utama kami,” tegasnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Warga diminta untuk tetap menjaga ketertiban dan melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait narkoba.
Langkah cepat yang dilakukan Polsek Panipahan ini diharapkan mampu meredam potensi konflik sekaligus mencegah terjadinya aksi yang berujung pelanggaran hukum.
Iptu Robiansyah memastikan, keamanan dan ketertiban masyarakat, tetap menjadi prioritas utama kepolisian.
Dengan situasi yang masih kondusif, dia berharap masyarakat tetap mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan pihak berwenang dalam menyikapi berbagai persoalan, termasuk isu peredaran narkoba yang sensitif dan berpotensi memicu reaksi massa. (*)




ROHIL-Isu rencana aksi damai bersama menutup rumah bandar sabu di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), mendadak viral di media sosial.
Informasi yang menyebut masyarakat akan menggelar aksi usai salat Jumat di Masjid Nurul Iman langsung direspons cepat oleh aparat kepolisian.
Langkah sigap ini dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan situasi tetap kondusif.
Beredar luas di platform media sosial, unggahan tersebut mengajak masyarakat berkumpul dan melakukan aksi damai menuntut penutupan total lokasi yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba di Jalan Damai Panipahan.
Namun hingga kini, kebenaran informasi tersebut belum dapat dipastikan. Menyikapi isu tersebut, Polsek Panipahan langsung mengambil langkah preventif dengan menelusuri sumber informasi.
Aparat berupaya menghubungi pemilik akun yang pertama kali menyebarkan kabar tersebut, namun tidak mendapatkan tanggapan.
Kondisi ini justru menimbulkan dugaan adanya pihak tertentu yang sengaja menyebarkan informasi tidak jelas untuk memancing situasi atau memperkeruh suasana di tengah masyarakat.
Kapolsek Panipahan, Iptu Robiansyah S.H, M.H menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam terhadap isu yang muncul dan langsung melakukan verifikasi kebenarannya. Tim operasional (Opsnal) langsung diterjunkan untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait kebenaran isu tersebut.
Alhasil, Tim Opsnal yang mengecek lokasi tidak menemukan narkoba di rumah yang dimaksud dalam akun tersebut. Kondisi rumah kosong. Setelah ditanyakan ke tetangga sekitar lokasi, tidak ditemukan hal mencurigakan.
“Kami sudah turunkan sejumlah personel untuk mengecek langsung informasi yang beredar. Namun tidak ditemukan hal yang diungkapkan dalam akun tersebut. Begitu kita konfirmasi akun yang bersangkutan, tidak ada respon,” ujar Iptu Robiansyah kepada media ini, Kamis (2/3/2026).
Di sisi lain, kapolsek juga mengapresiasi sikap masyarakat Panipahan yang tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas sumbernya. Hal ini dinilai sebagai indikator positif adanya stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Meski demikian, kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan. Polsek Panipahan memastikan akan terus memantau perkembangan situasi, terutama menjelang waktu yang disebutkan dalam unggahan tersebut.
Di sisi lain, Robiansyah menegaskan, isu narkoba memang menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Panipahan terus dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui penindakan maupun pendekatan preventif kepada masyarakat.
“Walaupun ini baru sebatas isu di media sosial, kami tetap menyikapinya secara bijak. Permasalahan narkoba memang menjadi perhatian utama kami,” tegasnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Warga diminta untuk tetap menjaga ketertiban dan melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait narkoba.
Langkah cepat yang dilakukan Polsek Panipahan ini diharapkan mampu meredam potensi konflik sekaligus mencegah terjadinya aksi yang berujung pelanggaran hukum.
Iptu Robiansyah memastikan, keamanan dan ketertiban masyarakat, tetap menjadi prioritas utama kepolisian.
Dengan situasi yang masih kondusif, dia berharap masyarakat tetap mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan pihak berwenang dalam menyikapi berbagai persoalan, termasuk isu peredaran narkoba yang sensitif dan berpotensi memicu reaksi massa. (*)