logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Green Policing Menguat, Polsek Teluk Meranti Tanam Ribuan Pohon di SMPN 1
Kapolsek Teluk Meranti bersama siswa usai penanaman pohon. (Foto: Istimewa)
Green Policing Menguat, Polsek Teluk Meranti Tanam Ribuan Pohon di SMPN 1
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: bambang irawan
Rubrik: hukum | 7 April 2026 | 11:57:42

PELALAWAN-Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digencarkan jajaran kepolisian. Kali ini, Polsek Teluk Meranti turun langsung menggerakkan aksi penghijauan melalui program Green Policing dengan menanam ribuan bibit pohon di kawasan SMPN 1 Teluk Meranti, Senin (6/4/2026).

Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Teluk Meranti, IPDA Vicky Risky, ini tidak hanya melibatkan personel kepolisian, tetapi juga menggandeng aparat desa, tokoh masyarakat, hingga pelajar. Kolaborasi lintas elemen ini menjadi kekuatan utama dalam membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan sejak dini.

“Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah langkah nyata menghadapi tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin terasa,” ujar Vicky di sela kegiatan.

iklan-view

Program Green Policing sendiri merupakan pendekatan humanis Polri yang menempatkan isu lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Dalam konteks Teluk Meranti, penghijauan dinilai mendesak, mengingat kawasan ini rentan terhadap abrasi serta penurunan kualitas udara akibat aktivitas pembukaan lahan.

Bibit pohon ditanam di sejumlah titik strategis, mulai dari lingkungan sekolah, bantaran sungai, kawasan permukiman, hingga lahan kosong yang selama ini belum dimanfaatkan optimal. Penanaman ini diharapkan mampu memperkuat fungsi ekologis wilayah sekaligus menciptakan ruang hijau baru.

Tak hanya berdampak pada lingkungan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Kehadiran pelajar dalam kegiatan tersebut menjadi edukasi langsung tentang pentingnya menjaga alam sejak usia dini.

Vicky menegaskan, aksi penghijauan ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), persoalan yang kerap terjadi di Riau saat musim kemarau.

“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat semakin peduli dan aktif berperan dalam mencegah kerusakan alam,” tegasnya.

Dengan semangat gotong royong, program Green Policing di Teluk Meranti diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (*)

Home / Hukum
Green Policing Menguat, Polsek Teluk Meranti Tanam Ribuan Pohon di SMPN 1
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: bambang irawan
Rubrik: hukum | 7 April 2026 | 11:57:42
Green Policing Menguat, Polsek Teluk Meranti Tanam Ribuan Pohon di SMPN 1
Kapolsek Teluk Meranti bersama siswa usai penanaman pohon. (Foto: Istimewa)

PELALAWAN-Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digencarkan jajaran kepolisian. Kali ini, Polsek Teluk Meranti turun langsung menggerakkan aksi penghijauan melalui program Green Policing dengan menanam ribuan bibit pohon di kawasan SMPN 1 Teluk Meranti, Senin (6/4/2026).

Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Teluk Meranti, IPDA Vicky Risky, ini tidak hanya melibatkan personel kepolisian, tetapi juga menggandeng aparat desa, tokoh masyarakat, hingga pelajar. Kolaborasi lintas elemen ini menjadi kekuatan utama dalam membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan sejak dini.

“Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah langkah nyata menghadapi tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin terasa,” ujar Vicky di sela kegiatan.

Program Green Policing sendiri merupakan pendekatan humanis Polri yang menempatkan isu lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Dalam konteks Teluk Meranti, penghijauan dinilai mendesak, mengingat kawasan ini rentan terhadap abrasi serta penurunan kualitas udara akibat aktivitas pembukaan lahan.

Bibit pohon ditanam di sejumlah titik strategis, mulai dari lingkungan sekolah, bantaran sungai, kawasan permukiman, hingga lahan kosong yang selama ini belum dimanfaatkan optimal. Penanaman ini diharapkan mampu memperkuat fungsi ekologis wilayah sekaligus menciptakan ruang hijau baru.

Tak hanya berdampak pada lingkungan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Kehadiran pelajar dalam kegiatan tersebut menjadi edukasi langsung tentang pentingnya menjaga alam sejak usia dini.

Vicky menegaskan, aksi penghijauan ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), persoalan yang kerap terjadi di Riau saat musim kemarau.

“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat semakin peduli dan aktif berperan dalam mencegah kerusakan alam,” tegasnya.

Dengan semangat gotong royong, program Green Policing di Teluk Meranti diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (*)