logo
● Niat Beli Minuman Berujung Pencurian, Perkara Dua Pria di Pekanbaru Dihentikan L Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SEMMI Riau Demo Kejati, Desak Dugaan Penyimpangan Dana Desa Balam Jaya Rohil Diu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Perkasa di Penghujung Pekan, Ditutup Rp17.882 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Siapkan Skema Sewa untuk Pedagang STC Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BGN Pangkas Kuota Penerima MBG Maksimal 3.000 Per Dapur untuk Cegah Keracunan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polisi Buru IB, Diduga Pemasok 122 Pil Ekstasi ke Jaringan Pekanbaru-Kampar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pentingnya Mitigasi Bencana dan Kualitas SDM Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Tiga Anggota DPRD dari Gerindra Terseret Kasus Narkoba di Surabaya Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Bayi Gajah Lahir, Harapan Baru Konservasi Tesso Nilo

news | 30 September 2026 | 20:15:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Dikky Kinoi | Ditonton: 257 kali

Kabar baik datang dari Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau. Seekor anak gajah Sumatera jantan lahir dengan selamat dari induk bernama Lisa, Senin malam, 28 September 2026. Bayi gajah ini lahir dalam kondisi sehat dengan berat 129 kilogram, tinggi 96 sentimeter, panjang badan 101 sentimeter, dan lingkar dada 125 sentimeter. Kelahiran ini merupakan anak keenam dari Lisa dan menambah jumlah gajah binaan di Camp Elephant Flying Squad Tesso Nilo menjadi delapan ekor. Di balik kabar gembira ini, upaya menjaga habitat gajah Sumatera masih menghadapi tantangan. Kawasan Tesso Nilo masih menghadapi persoalan alih fungsi hutan dan keberadaan permukiman serta perkebunan, yang berpotensi memicu konflik antara manusia dan gajah.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT