logo
Beraksi 6 Kali di Pekanbaru, Polisi Ringkus Komplotan Begal Bersenjata Parang, H Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPK Periksa 11 Saksi Kasus Bupati Kuansing, Mulai dari Pejabat Pemkab, Ketua DPR Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga Sawit Riau Periode 29 Juli-4 Agustus Naik, Berikut Daftar Lengkapnya Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polisi Ringkus Sindikat Penipuan Online Berkedok Admin TikTok di Pekanbaru, Korb Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemkab Rohil Perbaiki Jalan Kubu Sepanjang 5 Km, Warga Berharap Pengaspalan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Duplik Dibacakan, Pembela Abdul Wahid Minta Bebas: Tak Ada Bukti Perintah Pengum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berkas Bendahara PAN Pelalawan di Kasus Narkoba THM Pekanbaru Masuk Kejari, Sela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap, KPK Periksa Plt Gubernur Riau Terkait Temuan Uang Saat Penggeledahan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Taheran
Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Turun
Harga minyak dunia kembali turun. (Foto: Istimewa)
Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Turun
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
18 April 2026 | 12:50:19

TAHERAN-Harga minyak dunia jatuh tajam pada Jumat (17/4/2026) setelah Iran memastikan jalur strategis Selat Hormuz kembali dibuka untuk pelayaran internasional.

Keputusan ini langsung meredakan kekhawatiran pasar global terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan pembukaan Selat Hormuz dilakukan seiring berlakunya gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.

Jalur tersebut kini dapat dilintasi kapal dagang melalui rute yang telah diatur otoritas maritim Iran selama masa gencatan berlangsung.

iklan-view

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital distribusi minyak dunia yang menghubungkan kawasan Teluk Arab dengan Samudera Hindia.

Rute ini menjadi lintasan utama ekspor minyak dari negara-negara produsen seperti Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.

Merespons kabar tersebut, harga minyak mentah global langsung terkoreksi signifikan. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 10,29 persen atau 9,47 dolar AS ke level 84,95 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak Brent melemah 8,52 persen menjadi 90,87 dolar AS per barel.

Penurunan harga minyak dunia ini juga berdampak positif pada pasar saham global. Indeks S&P 500 menguat 1,2 persen, disusul Dow Jones yang melonjak 1,8 persen.

Nasdaq Composite pun naik 1,5 persen, didorong optimisme meredanya konflik geopolitik.

Namun situasi belum sepenuhnya stabil. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan blokade terhadap pelabuhan Iran masih diberlakukan hingga tercapai kesepakatan damai penuh.

Pernyataan tersebut memicu ketegangan baru di tengah upaya deeskalasi konflik.

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa Selat Hormuz bisa kembali ditutup jika tekanan terhadap Iran terus berlanjut.

Ia menegaskan kebijakan terkait jalur pelayaran ditentukan berdasarkan kondisi lapangan, bukan pernyataan politik di media sosial.

Ketidakpastian ini membuat pasar tetap waspada. Meski harga minyak dunia turun, potensi gejolak masih terbuka jika konflik kembali memanas atau jalur distribusi energi terganggu. (kpc)

Home / Ekonomi
Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Turun
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: ekonomi | 18 April 2026 | 12:50:19
Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Turun
Harga minyak dunia kembali turun. (Foto: Istimewa)

TAHERAN-Harga minyak dunia jatuh tajam pada Jumat (17/4/2026) setelah Iran memastikan jalur strategis Selat Hormuz kembali dibuka untuk pelayaran internasional.

Keputusan ini langsung meredakan kekhawatiran pasar global terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan pembukaan Selat Hormuz dilakukan seiring berlakunya gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.

Jalur tersebut kini dapat dilintasi kapal dagang melalui rute yang telah diatur otoritas maritim Iran selama masa gencatan berlangsung.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital distribusi minyak dunia yang menghubungkan kawasan Teluk Arab dengan Samudera Hindia.

Rute ini menjadi lintasan utama ekspor minyak dari negara-negara produsen seperti Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.

Merespons kabar tersebut, harga minyak mentah global langsung terkoreksi signifikan. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 10,29 persen atau 9,47 dolar AS ke level 84,95 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak Brent melemah 8,52 persen menjadi 90,87 dolar AS per barel.

Penurunan harga minyak dunia ini juga berdampak positif pada pasar saham global. Indeks S&P 500 menguat 1,2 persen, disusul Dow Jones yang melonjak 1,8 persen.

Nasdaq Composite pun naik 1,5 persen, didorong optimisme meredanya konflik geopolitik.

Namun situasi belum sepenuhnya stabil. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan blokade terhadap pelabuhan Iran masih diberlakukan hingga tercapai kesepakatan damai penuh.

Pernyataan tersebut memicu ketegangan baru di tengah upaya deeskalasi konflik.

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa Selat Hormuz bisa kembali ditutup jika tekanan terhadap Iran terus berlanjut.

Ia menegaskan kebijakan terkait jalur pelayaran ditentukan berdasarkan kondisi lapangan, bukan pernyataan politik di media sosial.

Ketidakpastian ini membuat pasar tetap waspada. Meski harga minyak dunia turun, potensi gejolak masih terbuka jika konflik kembali memanas atau jalur distribusi energi terganggu. (kpc)