
JAKARTA - Kondisi wilayah Teluk makin kacau dan kembali jadi ajang perang. Setelah militer Amerika Serikat menyerang dan menyita kapal berbendera Iran di Teluk Oman, beberapa jam kemudian giliran Iran membalas tindakan itu dengan mengerahkan pesawat drone menghujani kapal perang AS, Minggu (19/4/2026) waktu setempat.
Sebelumnya Presiden Donald Trump pada Minggu (19/4/2026) mengonfirmasi bahwa sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS telah menembaki dan kemudian menyita kapal kargo Iran setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan untuk berhenti.
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyebut kapal bernama Touska tidak mengindahkan instruksi militer AS. Ia mengatakan kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance "menghentikan mereka tepat di tempat dengan melubangi ruang mesin."

"Saat ini, Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut," tulis Trump, menambahkan "dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!"
Insiden ini terjadi di tengah situasi yang sudah sangat tegang di Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak dan gas dunia, yang praktis tertutup sejak dimulainya perang antara AS-Israel melawan Iran sekitar tujuh minggu lalu.
Tidak beberapa lama setelah kejadian, giliran Pasukan Iran balik melancarkan rentetan serangan drone terhadap beberapa kapal Amerika Serikat.
Serangan drone itu, seperti dilansir Anadolu Agency dan TRT World, Senin (20/4/2026), merupakan pembalasan Teheran terhadap tembakan dan penyitaan yang dilakukan Washington terhadap kapal kargo tersebut.
Kantor berita Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa setelah pasukan AS menaiki kapal kontainer TOUSKA di perairan Teluk Oman, drone-drone Iran diluncurkan terhadap kapal-kapal Amerika. Tidak disebutkan lebih lanjut oleh Tasnim apakah target serangan drone Teheran itu kapal militer atau komersial.
Iran sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa pasukan AS menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran, dan memperingatkan bahwa mereka akan membalas "segera" setelah tindakan tersebut.
Teheran menyebut tindakan Washington itu sebagai pelanggaran gencatan senjata selama dua minggu, yang dimediasi Pakistan dan diberlakukan sejak diumumkan pada 7 April lalu.
Kantor berita Iran lainnya, Fars News Agency, melaporkan bahwa Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando pusat militer Iran, menuduh pasukan AS telah menargetkan kapal kontainer tersebut, menonaktifkan sistem navigasinya, dan menaikinya setelah apa yang digambarkan sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa kapal kontainer TOUSKA berangkat dari Port Klang di Malaysia pada 12 April lalu.
Iran sempat membuka kembali selat tersebut pada Jumat sebagai respons terhadap gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Namun, hanya sehari kemudian, Teheran kembali menutupnya setelah Amerika Serikat tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju dan keluar dari pelabuhan Iran. (dtc/cnbc)







JAKARTA - Kondisi wilayah Teluk makin kacau dan kembali jadi ajang perang. Setelah militer Amerika Serikat menyerang dan menyita kapal berbendera Iran di Teluk Oman, beberapa jam kemudian giliran Iran membalas tindakan itu dengan mengerahkan pesawat drone menghujani kapal perang AS, Minggu (19/4/2026) waktu setempat.
Sebelumnya Presiden Donald Trump pada Minggu (19/4/2026) mengonfirmasi bahwa sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS telah menembaki dan kemudian menyita kapal kargo Iran setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan untuk berhenti.
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyebut kapal bernama Touska tidak mengindahkan instruksi militer AS. Ia mengatakan kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance "menghentikan mereka tepat di tempat dengan melubangi ruang mesin."
"Saat ini, Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut," tulis Trump, menambahkan "dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!"
Insiden ini terjadi di tengah situasi yang sudah sangat tegang di Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak dan gas dunia, yang praktis tertutup sejak dimulainya perang antara AS-Israel melawan Iran sekitar tujuh minggu lalu.
Tidak beberapa lama setelah kejadian, giliran Pasukan Iran balik melancarkan rentetan serangan drone terhadap beberapa kapal Amerika Serikat.
Serangan drone itu, seperti dilansir Anadolu Agency dan TRT World, Senin (20/4/2026), merupakan pembalasan Teheran terhadap tembakan dan penyitaan yang dilakukan Washington terhadap kapal kargo tersebut.
Kantor berita Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa setelah pasukan AS menaiki kapal kontainer TOUSKA di perairan Teluk Oman, drone-drone Iran diluncurkan terhadap kapal-kapal Amerika. Tidak disebutkan lebih lanjut oleh Tasnim apakah target serangan drone Teheran itu kapal militer atau komersial.
Iran sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa pasukan AS menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran, dan memperingatkan bahwa mereka akan membalas "segera" setelah tindakan tersebut.
Teheran menyebut tindakan Washington itu sebagai pelanggaran gencatan senjata selama dua minggu, yang dimediasi Pakistan dan diberlakukan sejak diumumkan pada 7 April lalu.
Kantor berita Iran lainnya, Fars News Agency, melaporkan bahwa Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando pusat militer Iran, menuduh pasukan AS telah menargetkan kapal kontainer tersebut, menonaktifkan sistem navigasinya, dan menaikinya setelah apa yang digambarkan sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa kapal kontainer TOUSKA berangkat dari Port Klang di Malaysia pada 12 April lalu.
Iran sempat membuka kembali selat tersebut pada Jumat sebagai respons terhadap gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Namun, hanya sehari kemudian, Teheran kembali menutupnya setelah Amerika Serikat tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju dan keluar dari pelabuhan Iran. (dtc/cnbc)