logo
● 4 Tersangka Baru Masuk Bui, Eks Anggota DPRD Kampar Terancam Dijemput Paksa Kasu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pemko Pekanbaru Segera Bagikan Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa SD dan SMP Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polsek Kubu Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Rokan Hilir, Satu Tersangka Diamank Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pilpeng Rantau Panjang Kiri Berlangsung Tertib, Dua Kandidat Bersaing Rebut Kepe Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SMK Pertanian Terpadu Pekanbaru Jadikan Budidaya Bebek Petelur sebagai Laborator Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Atlet Sepatu Roda Pekanbaru Borong 54 Medali di MIS Open 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Bangun Kepercayaan Publik, Kejati Riau Pererat Komunikasi dengan Media Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kapolda Riau Rangkul Insan Pers, Dorong Kolaborasi Cegah Narkoba dan Konflik Sos Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Internasional
Muncul dari “Bayangan”, Khamenei Klaim AS Tumbang, Sindir Trump Tanpa Ampun
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, buka suara terkait perang dengan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir, Kamis (30/4/2026). (Foto: CNN via Reuters)
Muncul dari “Bayangan”, Khamenei Klaim AS Tumbang, Sindir Trump Tanpa Ampun
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 1 Mei 2026 | 15:32:17

JAKARTA — Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, akhirnya buka suara setelah lama tak muncul ke publik di tengah perang dengan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung dua bulan.

Dalam pernyataan tertulis yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Kamis (30/4/2026), Khamenei secara tegas mengklaim Amerika Serikat mengalami kekalahan dalam konflik tersebut.

Ia menyebut, agresi militer besar-besaran yang dilancarkan AS dan sekutunya sejak 28 Februari lalu berujung pada kegagalan.

iklan-view

“Dua bulan setelah pengerahan militer terbesar oleh kekuatan arogan dunia dan kegagalan memalukan Amerika Serikat, kini sebuah babak baru tengah terbuka bagi Teluk Persia dan Selat Hormuz,” ujar Khamenei, seperti dikutip AFP.

Khamenei menegaskan Iran akan mengambil peran penuh dalam mengamankan kawasan Teluk Persia, sekaligus menghentikan apa yang ia sebut sebagai “penyalahgunaan jalur perairan oleh pihak musuh.”

Ia bahkan mengklaim pengelolaan baru Selat Hormuz di bawah Iran akan membawa stabilitas, kemajuan, dan keuntungan ekonomi bagi negara-negara di kawasan.

Pernyataan ini menjadi sorotan karena Khamenei belum pernah muncul langsung sejak diangkat menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari.

Selama ini, seluruh pernyataannya hanya disampaikan melalui pesan tertulis atau media sosial, memicu spekulasi luas soal kondisi dan keberadaannya.

Intelijen Amerika Serikat sebelumnya bahkan menduga Khamenei berada dalam kondisi kritis.

Namun, pejabat senior Iran, Azim Ebrahimpour, membantah kabar tersebut. Ia menyebut Khamenei hanya mengalami luka ringan di kaki akibat ledakan rudal di kompleks kediaman keluarganya.

Ebrahimpour menegaskan isu cedera parah yang beredar merupakan informasi palsu yang sengaja disebarkan untuk memecah belah Iran.

Meski begitu, misteri absennya Khamenei di ruang publik terus memicu pertanyaan besar: siapa sebenarnya yang saat ini memegang kendali penuh atas keputusan strategis di Teheran? (cnn)

Home / News
Muncul dari “Bayangan”, Khamenei Klaim AS Tumbang, Sindir Trump Tanpa Ampun
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 1 Mei 2026 | 15:32:17
Muncul dari “Bayangan”, Khamenei Klaim AS Tumbang, Sindir Trump Tanpa Ampun
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, buka suara terkait perang dengan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir, Kamis (30/4/2026). (Foto: CNN via Reuters)

JAKARTA — Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, akhirnya buka suara setelah lama tak muncul ke publik di tengah perang dengan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung dua bulan.

Dalam pernyataan tertulis yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Kamis (30/4/2026), Khamenei secara tegas mengklaim Amerika Serikat mengalami kekalahan dalam konflik tersebut.

Ia menyebut, agresi militer besar-besaran yang dilancarkan AS dan sekutunya sejak 28 Februari lalu berujung pada kegagalan.

“Dua bulan setelah pengerahan militer terbesar oleh kekuatan arogan dunia dan kegagalan memalukan Amerika Serikat, kini sebuah babak baru tengah terbuka bagi Teluk Persia dan Selat Hormuz,” ujar Khamenei, seperti dikutip AFP.

Khamenei menegaskan Iran akan mengambil peran penuh dalam mengamankan kawasan Teluk Persia, sekaligus menghentikan apa yang ia sebut sebagai “penyalahgunaan jalur perairan oleh pihak musuh.”

Ia bahkan mengklaim pengelolaan baru Selat Hormuz di bawah Iran akan membawa stabilitas, kemajuan, dan keuntungan ekonomi bagi negara-negara di kawasan.

Pernyataan ini menjadi sorotan karena Khamenei belum pernah muncul langsung sejak diangkat menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari.

Selama ini, seluruh pernyataannya hanya disampaikan melalui pesan tertulis atau media sosial, memicu spekulasi luas soal kondisi dan keberadaannya.

Intelijen Amerika Serikat sebelumnya bahkan menduga Khamenei berada dalam kondisi kritis.

Namun, pejabat senior Iran, Azim Ebrahimpour, membantah kabar tersebut. Ia menyebut Khamenei hanya mengalami luka ringan di kaki akibat ledakan rudal di kompleks kediaman keluarganya.

Ebrahimpour menegaskan isu cedera parah yang beredar merupakan informasi palsu yang sengaja disebarkan untuk memecah belah Iran.

Meski begitu, misteri absennya Khamenei di ruang publik terus memicu pertanyaan besar: siapa sebenarnya yang saat ini memegang kendali penuh atas keputusan strategis di Teheran? (cnn)