logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / Hukum
Video Viral, Polisi Selidiki Dugaan Penghinaan dan Ancaman terhadap Tokoh Adat di Pekanbaru
Polda Riau sedang mengusut laporan keributan antara Iwan Pansa dengan tokoh masyarakat Riau H Suparman di salah satu kedai kopi di Pekanbaru baru-baru ini. (Foto: tangkapan layar video viral)
Video Viral, Polisi Selidiki Dugaan Penghinaan dan Ancaman terhadap Tokoh Adat di Pekanbaru
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 5 Mei 2026 | 14:20:59

PEKANBARU – Kepolisian Daerah Riau tengah menyelidiki dugaan penghinaan disertai ancaman terhadap tokoh adat Melayu Riau, H. Suparman, yang terjadi di sebuah warung kopi di Kota Pekanbaru. Kasus ini mencuat setelah rekaman video insiden tersebut beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria yang diketahui bernama Iwan Pansa diduga melontarkan kata-kata kasar kepada Suparman. Tidak hanya itu, pria tersebut juga disebut sempat mengeluarkan ancaman pembunuhan di hadapan sejumlah pengunjung yang berada di lokasi.

Peristiwa itu terjadi saat Suparman tengah berada di warung kopi bersama sejumlah pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Situasi sempat memanas akibat adu mulut, namun ketegangan berhasil diredam oleh pihak yang berada di tempat kejadian sehingga tidak berujung pada bentrokan fisik.

iklan-view

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara jelas kronologi dan unsur pidana dalam kasus itu.

“Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan untuk membuat terang peristiwa yang terjadi,” ujarnya, Selasa (5/5/2026) siang.

Polisi menyatakan akan menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan. Sejumlah langkah awal telah dilakukan, termasuk pengumpulan keterangan saksi serta penelusuran rekaman video yang beredar. (ric)

Home / Hukum
Video Viral, Polisi Selidiki Dugaan Penghinaan dan Ancaman terhadap Tokoh Adat di Pekanbaru
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 5 Mei 2026 | 14:20:59
Video Viral, Polisi Selidiki Dugaan Penghinaan dan Ancaman terhadap Tokoh Adat di Pekanbaru
Polda Riau sedang mengusut laporan keributan antara Iwan Pansa dengan tokoh masyarakat Riau H Suparman di salah satu kedai kopi di Pekanbaru baru-baru ini. (Foto: tangkapan layar video viral)

PEKANBARU – Kepolisian Daerah Riau tengah menyelidiki dugaan penghinaan disertai ancaman terhadap tokoh adat Melayu Riau, H. Suparman, yang terjadi di sebuah warung kopi di Kota Pekanbaru. Kasus ini mencuat setelah rekaman video insiden tersebut beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria yang diketahui bernama Iwan Pansa diduga melontarkan kata-kata kasar kepada Suparman. Tidak hanya itu, pria tersebut juga disebut sempat mengeluarkan ancaman pembunuhan di hadapan sejumlah pengunjung yang berada di lokasi.

Peristiwa itu terjadi saat Suparman tengah berada di warung kopi bersama sejumlah pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Situasi sempat memanas akibat adu mulut, namun ketegangan berhasil diredam oleh pihak yang berada di tempat kejadian sehingga tidak berujung pada bentrokan fisik.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara jelas kronologi dan unsur pidana dalam kasus itu.

“Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan untuk membuat terang peristiwa yang terjadi,” ujarnya, Selasa (5/5/2026) siang.

Polisi menyatakan akan menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan. Sejumlah langkah awal telah dilakukan, termasuk pengumpulan keterangan saksi serta penelusuran rekaman video yang beredar. (ric)