logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / PEKANBARU
Basah Kuyup, Loyalitas Tak Luntur: Massa Padati PN Pekanbaru Kawal Sidang Abdul Wahid
Abdul Wahid turun berpayung dari mobil tahanan untuk menjalani sidang lanjutan di PN Pekanbaru. (Foto: Rico)
Basah Kuyup, Loyalitas Tak Luntur: Massa Padati PN Pekanbaru Kawal Sidang Abdul Wahid
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 6 Mei 2026 | 12:07:44

PEKANBARU — Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak Rabu (6/5/2026) pagi tak menyurutkan langkah ratusan simpatisan untuk memadati Pengadilan Negeri Pekanbaru. Mereka tetap bertahan demi mengawal sidang lanjutan Gubernur nonaktif Riau, Abdul Wahid.

Sejak pagi, arus massa terus berdatangan dengan perlengkapan seadanya. Payung dan jas hujan menjadi “tameng” di tengah cuaca yang tak bersahabat. Di halaman pengadilan, sejumlah simpatisan bahkan terlihat sigap membentuk barisan pengawalan saat Abdul Wahid tiba di lokasi.

iklan-view

Dukungan tak surut sepanjang persidangan berlangsung. Teriakan “Bebaskan Wahid” menggema silih berganti, menciptakan atmosfer yang tetap panas meski diguyur hujan.

Di dalam ruang sidang, antusiasme serupa juga terlihat. Kursi pengunjung sudah penuh sebelum sidang dimulai. Sejumlah warga bahkan rela berdiri demi menyaksikan jalannya proses hukum.

Salah seorang simpatisan menegaskan kehadiran mereka murni sebagai bentuk dukungan moral, bukan karena mobilisasi. Ia berharap proses hukum terhadap Abdul Wahid berjalan adil dan transparan.

Hingga siang hari, hujan tak kunjung reda. Namun massa tetap bertahan di sekitar pengadilan, menunjukkan konsistensi dukungan sambil menunggu kelanjutan sidang. (ric)

Home / Hukum
Basah Kuyup, Loyalitas Tak Luntur: Massa Padati PN Pekanbaru Kawal Sidang Abdul Wahid
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 6 Mei 2026 | 12:07:44
Basah Kuyup, Loyalitas Tak Luntur: Massa Padati PN Pekanbaru Kawal Sidang Abdul Wahid
Abdul Wahid turun berpayung dari mobil tahanan untuk menjalani sidang lanjutan di PN Pekanbaru. (Foto: Rico)

PEKANBARU — Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak Rabu (6/5/2026) pagi tak menyurutkan langkah ratusan simpatisan untuk memadati Pengadilan Negeri Pekanbaru. Mereka tetap bertahan demi mengawal sidang lanjutan Gubernur nonaktif Riau, Abdul Wahid.

Sejak pagi, arus massa terus berdatangan dengan perlengkapan seadanya. Payung dan jas hujan menjadi “tameng” di tengah cuaca yang tak bersahabat. Di halaman pengadilan, sejumlah simpatisan bahkan terlihat sigap membentuk barisan pengawalan saat Abdul Wahid tiba di lokasi.

Dukungan tak surut sepanjang persidangan berlangsung. Teriakan “Bebaskan Wahid” menggema silih berganti, menciptakan atmosfer yang tetap panas meski diguyur hujan.

Di dalam ruang sidang, antusiasme serupa juga terlihat. Kursi pengunjung sudah penuh sebelum sidang dimulai. Sejumlah warga bahkan rela berdiri demi menyaksikan jalannya proses hukum.

Salah seorang simpatisan menegaskan kehadiran mereka murni sebagai bentuk dukungan moral, bukan karena mobilisasi. Ia berharap proses hukum terhadap Abdul Wahid berjalan adil dan transparan.

Hingga siang hari, hujan tak kunjung reda. Namun massa tetap bertahan di sekitar pengadilan, menunjukkan konsistensi dukungan sambil menunggu kelanjutan sidang. (ric)