logo
● Penampungan Solar Ilegal di Kampar Digerebek Polda, Sempat Dihalangi Warga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer, Cetak Prestasi Bersejarah bagi Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kasus Sabu 46,93 Kg di Pekanbaru: Oknum TNI Ditahan Pomdam dan Terancam Dipecat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Lapas Bagansiapiapi Gagalkan Penyelundupan Liquid Vape Diduga Narkotika dalam Bo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pelajar 14 Tahun Tewas Tabrak Truk Parkir di Jalan SM Amin Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pekanbarutv.com dan UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Gagalkan Peredaran 46,9 Kg Sabu, Tersangka Babinsa dan Warga Sipil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Direktur Toba Pulp Lestari Anwar Lawden Tersangka Dugaan Korupsi Rp 2 Triliun Tr Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / PEKANBARU
Basah Kuyup, Loyalitas Tak Luntur: Massa Padati PN Pekanbaru Kawal Sidang Abdul Wahid
Abdul Wahid turun berpayung dari mobil tahanan untuk menjalani sidang lanjutan di PN Pekanbaru. (Foto: Rico)
Basah Kuyup, Loyalitas Tak Luntur: Massa Padati PN Pekanbaru Kawal Sidang Abdul Wahid
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 6 Mei 2026 | 12:07:44

PEKANBARU — Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak Rabu (6/5/2026) pagi tak menyurutkan langkah ratusan simpatisan untuk memadati Pengadilan Negeri Pekanbaru. Mereka tetap bertahan demi mengawal sidang lanjutan Gubernur nonaktif Riau, Abdul Wahid.

Sejak pagi, arus massa terus berdatangan dengan perlengkapan seadanya. Payung dan jas hujan menjadi “tameng” di tengah cuaca yang tak bersahabat. Di halaman pengadilan, sejumlah simpatisan bahkan terlihat sigap membentuk barisan pengawalan saat Abdul Wahid tiba di lokasi.

iklan-view

Dukungan tak surut sepanjang persidangan berlangsung. Teriakan “Bebaskan Wahid” menggema silih berganti, menciptakan atmosfer yang tetap panas meski diguyur hujan.

Di dalam ruang sidang, antusiasme serupa juga terlihat. Kursi pengunjung sudah penuh sebelum sidang dimulai. Sejumlah warga bahkan rela berdiri demi menyaksikan jalannya proses hukum.

Salah seorang simpatisan menegaskan kehadiran mereka murni sebagai bentuk dukungan moral, bukan karena mobilisasi. Ia berharap proses hukum terhadap Abdul Wahid berjalan adil dan transparan.

Hingga siang hari, hujan tak kunjung reda. Namun massa tetap bertahan di sekitar pengadilan, menunjukkan konsistensi dukungan sambil menunggu kelanjutan sidang. (ric)

Home / Hukum
Basah Kuyup, Loyalitas Tak Luntur: Massa Padati PN Pekanbaru Kawal Sidang Abdul Wahid
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 6 Mei 2026 | 12:07:44
Basah Kuyup, Loyalitas Tak Luntur: Massa Padati PN Pekanbaru Kawal Sidang Abdul Wahid
Abdul Wahid turun berpayung dari mobil tahanan untuk menjalani sidang lanjutan di PN Pekanbaru. (Foto: Rico)

PEKANBARU — Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak Rabu (6/5/2026) pagi tak menyurutkan langkah ratusan simpatisan untuk memadati Pengadilan Negeri Pekanbaru. Mereka tetap bertahan demi mengawal sidang lanjutan Gubernur nonaktif Riau, Abdul Wahid.

Sejak pagi, arus massa terus berdatangan dengan perlengkapan seadanya. Payung dan jas hujan menjadi “tameng” di tengah cuaca yang tak bersahabat. Di halaman pengadilan, sejumlah simpatisan bahkan terlihat sigap membentuk barisan pengawalan saat Abdul Wahid tiba di lokasi.

Dukungan tak surut sepanjang persidangan berlangsung. Teriakan “Bebaskan Wahid” menggema silih berganti, menciptakan atmosfer yang tetap panas meski diguyur hujan.

Di dalam ruang sidang, antusiasme serupa juga terlihat. Kursi pengunjung sudah penuh sebelum sidang dimulai. Sejumlah warga bahkan rela berdiri demi menyaksikan jalannya proses hukum.

Salah seorang simpatisan menegaskan kehadiran mereka murni sebagai bentuk dukungan moral, bukan karena mobilisasi. Ia berharap proses hukum terhadap Abdul Wahid berjalan adil dan transparan.

Hingga siang hari, hujan tak kunjung reda. Namun massa tetap bertahan di sekitar pengadilan, menunjukkan konsistensi dukungan sambil menunggu kelanjutan sidang. (ric)