logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / KUANSING
OTT KPK di Kuansing: Empat Orang Diterbangkan ke Jakarta, Keberadaan Bupati Masih Misterius
Ruang kerja Bupati Suhardiman disegel KPK.
OTT KPK di Kuansing: Empat Orang Diterbangkan ke Jakarta, Keberadaan Bupati Masih Misterius
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 30 Juni 2026 | 14:45:08

PEKANBARU – Penanganan dugaan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, terus bergulir. Empat orang yang diamankan dalam operasi tersebut telah diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, sementara keberadaan Bupati Kuansing Suhardiman Amby hingga Selasa (30/6/2026) siang masih menjadi tanda tanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun PekanbaruTV.com dari berbagai sumber, empat orang itu diterbangkan menggunakan pesawat Citilink dari Pekanbaru menuju Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka akan menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan tersebut terdiri atas SC yang disebut-sebut sebagai istri muda Bupati Kuansing, Kepala Bagian Umum Setda Kuansing berinisial DA, seorang kepala organisasi perangkat daerah (OPD) berinisial H, serta seorang pihak swasta berinisial A.

iklan-view

Namun, seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing yang enggan disebutkan namanya menyebutkan dua pejabat yang dibawa ke Jakarta adalah Sekretaris Daerah dan Kepala Bagian Umum Setda Kuansing. Sementara identitas dua orang lainnya belum dapat dipastikan.

Sumber tersebut juga memastikan Bupati Suhardiman Amby tidak ikut dalam rombongan yang diberangkatkan ke Jakarta.

Keberadaan Bupati Misterius

Di tengah perkembangan itu, misteri keberadaan Suhardiman Amby, Wakil Bupati Mukhlisin, serta Ketua DPRD Kuansing Juprizal masih belum terungkap. Beredar kabar ketiganya sempat berada di Mapolda Riau maupun Mapolres Kuansing, namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang membenarkan maupun membantah informasi tersebut.

Upaya konfirmasi kepada Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana juga belum membuahkan hasil. Pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp belum mendapat tanggapan.

Sementara itu, Humas Polres Kuansing A. Rasak meminta awak media menunggu penjelasan dari KPK. "Ini ranahnya KPK, lebih tepatnya tanyakan saja ke jubir KPK," ujarnya singkat seperti dikutip dari riauin.com.

Di Kuansing, jejak operasi senyap lembaga antirasuah itu masih terlihat jelas. Sejumlah ruangan strategis di Kantor Bupati Kuansing hingga kini masih dipasangi garis segel KPK.

Ruangan yang disegel meliputi ruang kerja Bupati, ruang rapat Bupati, ruang kerja Wakil Bupati Mukhlisin, ruang Sekretaris Daerah Zulkarnain, hingga ruang Asisten I Setda Kuansing Fahdiansyah.

Suasana di kompleks perkantoran pemerintah maupun rumah dinas para pejabat daerah juga tampak lengang. Aktivitas di rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati nyaris tidak terlihat.

Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfoss) Kabupaten Kuansing, Hevi Antoni, mengaku belum memperoleh informasi mengenai keberadaan Bupati maupun perkembangan kegiatan KPK di daerah tersebut.

"Saya belum mendapatkan informasi terkait kabar itu. Kita tunggu saja keterangan resmi dari pihak yang berwenang," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah awak media juga sempat melakukan pemantauan di Markas Polda Riau hingga larut malam untuk memastikan informasi mengenai pemeriksaan lanjutan. Namun hingga menjelang tengah malam tidak terlihat adanya rombongan yang diduga membawa pihak-pihak dari Kuansing ke lokasi tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, KPK belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas lengkap pihak-pihak yang diamankan, status hukum mereka, maupun konstruksi perkara yang sedang ditangani. Publik masih menunggu penjelasan resmi lembaga antirasuah terkait rangkaian OTT yang menjadi sorotan di Kabupaten Kuantan Singingi. (**)

Home / Hukum
OTT KPK di Kuansing: Empat Orang Diterbangkan ke Jakarta, Keberadaan Bupati Masih Misterius
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 30 Juni 2026 | 14:45:08
OTT KPK di Kuansing: Empat Orang Diterbangkan ke Jakarta, Keberadaan Bupati Masih Misterius
Ruang kerja Bupati Suhardiman disegel KPK.

PEKANBARU – Penanganan dugaan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, terus bergulir. Empat orang yang diamankan dalam operasi tersebut telah diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, sementara keberadaan Bupati Kuansing Suhardiman Amby hingga Selasa (30/6/2026) siang masih menjadi tanda tanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun PekanbaruTV.com dari berbagai sumber, empat orang itu diterbangkan menggunakan pesawat Citilink dari Pekanbaru menuju Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka akan menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan tersebut terdiri atas SC yang disebut-sebut sebagai istri muda Bupati Kuansing, Kepala Bagian Umum Setda Kuansing berinisial DA, seorang kepala organisasi perangkat daerah (OPD) berinisial H, serta seorang pihak swasta berinisial A.

Namun, seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing yang enggan disebutkan namanya menyebutkan dua pejabat yang dibawa ke Jakarta adalah Sekretaris Daerah dan Kepala Bagian Umum Setda Kuansing. Sementara identitas dua orang lainnya belum dapat dipastikan.

Sumber tersebut juga memastikan Bupati Suhardiman Amby tidak ikut dalam rombongan yang diberangkatkan ke Jakarta.

Keberadaan Bupati Misterius

Di tengah perkembangan itu, misteri keberadaan Suhardiman Amby, Wakil Bupati Mukhlisin, serta Ketua DPRD Kuansing Juprizal masih belum terungkap. Beredar kabar ketiganya sempat berada di Mapolda Riau maupun Mapolres Kuansing, namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang membenarkan maupun membantah informasi tersebut.

Upaya konfirmasi kepada Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana juga belum membuahkan hasil. Pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp belum mendapat tanggapan.

Sementara itu, Humas Polres Kuansing A. Rasak meminta awak media menunggu penjelasan dari KPK. "Ini ranahnya KPK, lebih tepatnya tanyakan saja ke jubir KPK," ujarnya singkat seperti dikutip dari riauin.com.

Di Kuansing, jejak operasi senyap lembaga antirasuah itu masih terlihat jelas. Sejumlah ruangan strategis di Kantor Bupati Kuansing hingga kini masih dipasangi garis segel KPK.

Ruangan yang disegel meliputi ruang kerja Bupati, ruang rapat Bupati, ruang kerja Wakil Bupati Mukhlisin, ruang Sekretaris Daerah Zulkarnain, hingga ruang Asisten I Setda Kuansing Fahdiansyah.

Suasana di kompleks perkantoran pemerintah maupun rumah dinas para pejabat daerah juga tampak lengang. Aktivitas di rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati nyaris tidak terlihat.

Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfoss) Kabupaten Kuansing, Hevi Antoni, mengaku belum memperoleh informasi mengenai keberadaan Bupati maupun perkembangan kegiatan KPK di daerah tersebut.

"Saya belum mendapatkan informasi terkait kabar itu. Kita tunggu saja keterangan resmi dari pihak yang berwenang," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah awak media juga sempat melakukan pemantauan di Markas Polda Riau hingga larut malam untuk memastikan informasi mengenai pemeriksaan lanjutan. Namun hingga menjelang tengah malam tidak terlihat adanya rombongan yang diduga membawa pihak-pihak dari Kuansing ke lokasi tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, KPK belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas lengkap pihak-pihak yang diamankan, status hukum mereka, maupun konstruksi perkara yang sedang ditangani. Publik masih menunggu penjelasan resmi lembaga antirasuah terkait rangkaian OTT yang menjadi sorotan di Kabupaten Kuantan Singingi. (**)