logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / PEKANBARU
KPK Perkuat Bukti Kasus Abdul Wahid, Ajudan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Akan Diperiksa Ulang
Terdakwa kasus dugaan korupsi di lingkungan Dinas PUPR PKPP Riau Abdul Wahid (tengah) yang juga Gubernur nonaktif Riau tiba untuk menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kelas IA Pekanbaru, Riau, Rabu (20/5/2026). (Foto: Antara)
KPK Perkuat Bukti Kasus Abdul Wahid, Ajudan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Akan Diperiksa Ulang
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: hukum | 6 Juli 2026 | 13:40:06

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Penyidik kini mendalami dugaan adanya penyerahan sejumlah uang yang dilakukan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid melalui ajudan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein membenarkan adanya dugaan tersebut. Namun, ia menegaskan seluruh konstruksi perkara akan dibuktikan melalui proses persidangan.

"Dugaannya seperti itu. Nanti diikuti saja persidangannya ya," kata Taufik kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/7/2026).

iklan-view

Untuk menguji dugaan tersebut, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap ajudan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai sebagai saksi. Keterangannya dinilai penting guna memperjelas dugaan aliran uang yang sedang didalami penyidik.

"KPK butuh penegasan keterangan ajudan Pangdam," ujarnya.

Namun, pemeriksaan yang dijadwalkan pada Kamis (2/7) itu belum terlaksana karena saksi berhalangan hadir akibat memiliki agenda lain.

"Karena ada kegiatan lain, ajudan Pangdam saat itu tidak hadir dan akan dijadwalkan ulang oleh tim penyidik," kata Taufik.

Menurut dia, penyidik berharap saksi dapat memenuhi panggilan berikutnya karena keterangannya dibutuhkan untuk melengkapi berkas perkara tersangka Marjani (MJN), ajudan Abdul Wahid yang kini telah ditahan KPK.

"Iya, betul. Keterangannya dibutuhkan untuk berkas perkara tersangka MJN selaku ajudan gubernur yang saat ini sedang ditahan oleh penyidik. Berkasnya sedang diselesaikan dan akan segera dilimpahkan ke tahap penuntutan," ujarnya.

Perkembangan ini menjadi bagian dari upaya KPK memperkuat alat bukti dalam mengungkap rangkaian dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 3 November 2025. Saat itu, Abdul Wahid bersama delapan orang lainnya diamankan.

Sehari kemudian, tepatnya 4 November 2025, Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M. Nursalam menyerahkan diri kepada KPK.

Pada 5 November 2025, KPK menetapkan Abdul Wahid (AW), Kepala Dinas PUPRPKPP Riau M. Arief Setiawan (MAS), dan Tenaga Ahli Gubernur Dani M. Nursalam (DAN) sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau Tahun Anggaran 2025.

Penyidikan kemudian berkembang. Pada 9 Maret 2026, KPK kembali menetapkan Marjani (MJN), ajudan Abdul Wahid, sebagai tersangka. Saat ini, penyidik tengah merampungkan berkas perkara Marjani sembari melengkapi alat bukti, termasuk melalui pemeriksaan saksi-saksi yang dianggap mengetahui dugaan aliran uang dalam perkara tersebut. (**)

Sumber: Antaranews

Home / Hukum
KPK Perkuat Bukti Kasus Abdul Wahid, Ajudan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Akan Diperiksa Ulang
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: hukum | 6 Juli 2026 | 13:40:06
KPK Perkuat Bukti Kasus Abdul Wahid, Ajudan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Akan Diperiksa Ulang
Terdakwa kasus dugaan korupsi di lingkungan Dinas PUPR PKPP Riau Abdul Wahid (tengah) yang juga Gubernur nonaktif Riau tiba untuk menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kelas IA Pekanbaru, Riau, Rabu (20/5/2026). (Foto: Antara)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Penyidik kini mendalami dugaan adanya penyerahan sejumlah uang yang dilakukan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid melalui ajudan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein membenarkan adanya dugaan tersebut. Namun, ia menegaskan seluruh konstruksi perkara akan dibuktikan melalui proses persidangan.

"Dugaannya seperti itu. Nanti diikuti saja persidangannya ya," kata Taufik kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Untuk menguji dugaan tersebut, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap ajudan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai sebagai saksi. Keterangannya dinilai penting guna memperjelas dugaan aliran uang yang sedang didalami penyidik.

"KPK butuh penegasan keterangan ajudan Pangdam," ujarnya.

Namun, pemeriksaan yang dijadwalkan pada Kamis (2/7) itu belum terlaksana karena saksi berhalangan hadir akibat memiliki agenda lain.

"Karena ada kegiatan lain, ajudan Pangdam saat itu tidak hadir dan akan dijadwalkan ulang oleh tim penyidik," kata Taufik.

Menurut dia, penyidik berharap saksi dapat memenuhi panggilan berikutnya karena keterangannya dibutuhkan untuk melengkapi berkas perkara tersangka Marjani (MJN), ajudan Abdul Wahid yang kini telah ditahan KPK.

"Iya, betul. Keterangannya dibutuhkan untuk berkas perkara tersangka MJN selaku ajudan gubernur yang saat ini sedang ditahan oleh penyidik. Berkasnya sedang diselesaikan dan akan segera dilimpahkan ke tahap penuntutan," ujarnya.

Perkembangan ini menjadi bagian dari upaya KPK memperkuat alat bukti dalam mengungkap rangkaian dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 3 November 2025. Saat itu, Abdul Wahid bersama delapan orang lainnya diamankan.

Sehari kemudian, tepatnya 4 November 2025, Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M. Nursalam menyerahkan diri kepada KPK.

Pada 5 November 2025, KPK menetapkan Abdul Wahid (AW), Kepala Dinas PUPRPKPP Riau M. Arief Setiawan (MAS), dan Tenaga Ahli Gubernur Dani M. Nursalam (DAN) sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau Tahun Anggaran 2025.

Penyidikan kemudian berkembang. Pada 9 Maret 2026, KPK kembali menetapkan Marjani (MJN), ajudan Abdul Wahid, sebagai tersangka. Saat ini, penyidik tengah merampungkan berkas perkara Marjani sembari melengkapi alat bukti, termasuk melalui pemeriksaan saksi-saksi yang dianggap mengetahui dugaan aliran uang dalam perkara tersebut. (**)

Sumber: Antaranews