logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / PEKANBARU
UPDATE: Kabur Setelah Kecelakaan, Polisi Buru Sopir Bus Pelangi yang Tewaskan 2 Penumpang di Tol Permai
Petugas Satlantas memeriksa mobil bus Pelangi yang remuk setelah menabrak bagian belakang truk di jalan tol Permai. (Foto: Ist)
UPDATE: Kabur Setelah Kecelakaan, Polisi Buru Sopir Bus Pelangi yang Tewaskan 2 Penumpang di Tol Permai
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 7 Juli 2026 | 14:21:50

PEKANBARU - Kepolisian mengungkap perkembangan terbaru terkait kecelakaan maut yang melibatkan Bus Pelangi dan truk Fuso di ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) jalur timur KM 03, Kecamatan Rumbai Barat, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Bus Pelangi bernomor polisi BL 7641 JK yang dikemudikan Pal Pal Sembiring (40) diduga mengalami microsleep saat melaju dari arah utara menuju selatan. Bus yang membawa sekitar 40 penumpang itu kemudian menabrak bagian belakang truk Fuso BK 8050 GU yang dikemudikan Alumawi Damanik dan melaju di jalur yang sama.

Benturan keras membuat truk terdorong ke sisi kiri jalan hingga menghantam pagar pembatas dan terbalik. Sementara bagian depan kiri Bus Pelangi mengalami kerusakan berat. Kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp100 juta.

iklan-view

Dalam peristiwa tersebut, dua penumpang meninggal dunia, yakni Ibrahim Yavi Al Arumi (2) yang meninggal di lokasi kejadian akibat luka berat di kepala dan dada, serta Ainul Mardiah (58) yang meninggal dunia di rumah sakit setelah mengalami patah pada kedua kaki dan luka serius di bagian dada. Tiga penumpang lainnya mengalami luka berat, sedangkan 13 korban lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Awal Bros Ahmad Yani Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara mengatakan keselamatan korban menjadi prioritas utama sejak informasi kecelakaan diterima.

"Begitu menerima informasi, personel langsung bergerak. Fokus kami menyelamatkan korban secepat mungkin, memberikan pertolongan, serta memastikan situasi tetap aman dan terkendali," ujarnya.

Menurut Eko, proses evakuasi dilakukan secara terpadu bersama personel kepolisian, PT Hutama Karya, tenaga kesehatan, serta Unit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru.

Polisi juga mengungkapkan bahwa pengemudi Bus Pelangi meninggalkan lokasi usai kecelakaan dan hingga kini masih dalam pencarian.

AKBP Eko Baskara mengingatkan para pengemudi, khususnya sopir angkutan umum dan kendaraan jarak jauh, agar tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh lelah.

"Jika mengantuk, segera berhenti dan manfaatkan rest area. Keselamatan harus menjadi prioritas," tegasnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta berharap seluruh korban luka segera pulih.

"Kami turut berduka cita. Semoga keluarga korban diberi ketabahan, dan korban luka segera pulih," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kesigapan seluruh personel dan pihak terkait dalam proses penyelamatan dan evakuasi korban.

Mengakhiri keterangannya, Jeki kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.

"Patuhi aturan, jangan memaksakan diri saat lelah. Ingat, keselamatan adalah tujuan utama setiap perjalanan," pungkasnya. (ric)

Home / Hukum
UPDATE: Kabur Setelah Kecelakaan, Polisi Buru Sopir Bus Pelangi yang Tewaskan 2 Penumpang di Tol Permai
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 7 Juli 2026 | 14:21:50
UPDATE: Kabur Setelah Kecelakaan, Polisi Buru Sopir Bus Pelangi yang Tewaskan 2 Penumpang di Tol Permai
Petugas Satlantas memeriksa mobil bus Pelangi yang remuk setelah menabrak bagian belakang truk di jalan tol Permai. (Foto: Ist)

PEKANBARU - Kepolisian mengungkap perkembangan terbaru terkait kecelakaan maut yang melibatkan Bus Pelangi dan truk Fuso di ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) jalur timur KM 03, Kecamatan Rumbai Barat, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Bus Pelangi bernomor polisi BL 7641 JK yang dikemudikan Pal Pal Sembiring (40) diduga mengalami microsleep saat melaju dari arah utara menuju selatan. Bus yang membawa sekitar 40 penumpang itu kemudian menabrak bagian belakang truk Fuso BK 8050 GU yang dikemudikan Alumawi Damanik dan melaju di jalur yang sama.

Benturan keras membuat truk terdorong ke sisi kiri jalan hingga menghantam pagar pembatas dan terbalik. Sementara bagian depan kiri Bus Pelangi mengalami kerusakan berat. Kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Dalam peristiwa tersebut, dua penumpang meninggal dunia, yakni Ibrahim Yavi Al Arumi (2) yang meninggal di lokasi kejadian akibat luka berat di kepala dan dada, serta Ainul Mardiah (58) yang meninggal dunia di rumah sakit setelah mengalami patah pada kedua kaki dan luka serius di bagian dada. Tiga penumpang lainnya mengalami luka berat, sedangkan 13 korban lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Awal Bros Ahmad Yani Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara mengatakan keselamatan korban menjadi prioritas utama sejak informasi kecelakaan diterima.

"Begitu menerima informasi, personel langsung bergerak. Fokus kami menyelamatkan korban secepat mungkin, memberikan pertolongan, serta memastikan situasi tetap aman dan terkendali," ujarnya.

Menurut Eko, proses evakuasi dilakukan secara terpadu bersama personel kepolisian, PT Hutama Karya, tenaga kesehatan, serta Unit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru.

Polisi juga mengungkapkan bahwa pengemudi Bus Pelangi meninggalkan lokasi usai kecelakaan dan hingga kini masih dalam pencarian.

AKBP Eko Baskara mengingatkan para pengemudi, khususnya sopir angkutan umum dan kendaraan jarak jauh, agar tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh lelah.

"Jika mengantuk, segera berhenti dan manfaatkan rest area. Keselamatan harus menjadi prioritas," tegasnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta berharap seluruh korban luka segera pulih.

"Kami turut berduka cita. Semoga keluarga korban diberi ketabahan, dan korban luka segera pulih," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kesigapan seluruh personel dan pihak terkait dalam proses penyelamatan dan evakuasi korban.

Mengakhiri keterangannya, Jeki kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.

"Patuhi aturan, jangan memaksakan diri saat lelah. Ingat, keselamatan adalah tujuan utama setiap perjalanan," pungkasnya. (ric)