logo
● Penampungan Solar Ilegal di Kampar Digerebek Polda, Sempat Dihalangi Warga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer, Cetak Prestasi Bersejarah bagi Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kasus Sabu 46,93 Kg di Pekanbaru: Oknum TNI Ditahan Pomdam dan Terancam Dipecat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Lapas Bagansiapiapi Gagalkan Penyelundupan Liquid Vape Diduga Narkotika dalam Bo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pelajar 14 Tahun Tewas Tabrak Truk Parkir di Jalan SM Amin Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pekanbarutv.com dan UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Gagalkan Peredaran 46,9 Kg Sabu, Tersangka Babinsa dan Warga Sipil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Direktur Toba Pulp Lestari Anwar Lawden Tersangka Dugaan Korupsi Rp 2 Triliun Tr Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / SIAK
5 Saksi Diperiksa Pasca-Kematian Dokter Residen di Siak, Polisi: Penyebab Pasti Tunggu Hasil Labfor Dua Minggu Lagi
Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos.
5 Saksi Diperiksa Pasca-Kematian Dokter Residen di Siak, Polisi: Penyebab Pasti Tunggu Hasil Labfor Dua Minggu Lagi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 15 Juli 2026 | 20:28:17

SIAK - Penyebab pasti kematian dokter residen anestesi Alex Cristo Loris (30) yang ditemukan meninggal dunia di samping RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Selasa (14/7/2026), hingga kini masih menjadi tanda tanya. Meski autopsi telah selesai dilakukan, kepolisian menegaskan penyebab kematian belum dapat dipastikan dan baru akan diketahui setelah hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) keluar sekitar dua pekan mendatang.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak menyatakan dokter forensik masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah sampel yang diambil saat autopsi. Hasil analisis laboratorium itulah yang nantinya menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematian korban.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam melalui Kasatreskrim AKP Raja Kosmos mengatakan autopsi terhadap jenazah korban telah rampung pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, hingga saat ini dokter forensik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian.

iklan-view

"Otopsi telah selesai dilaksanakan. Namun dokter forensik belum bisa memastikan penyebab kematian karena masih memerlukan pemeriksaan lanjutan terhadap beberapa sampel di laboratorium forensik," ujar Raja Kosmos, Rabu (15/7/2026) malam.

Untuk mempercepat proses penyelidikan, penyidik telah mengirimkan permohonan pemeriksaan sampel ke Laboratorium Forensik. Berdasarkan hasil koordinasi, pemeriksaan tersebut diperkirakan rampung dalam waktu sekitar dua minggu.

"Kami telah membuat surat permohonan pemeriksaan ke laboratorium forensik. Mudah-mudahan hasilnya dapat keluar kurang lebih dua minggu lagi," katanya.

Sembari menunggu hasil Labfor, penyidik terus menyusun rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia dengan memeriksa sejumlah saksi. Hingga kini, sedikitnya lima orang telah dimintai keterangan.

Kelima saksi tersebut terdiri atas petugas keamanan, sopir, pegawai rumah sakit yang pertama kali menemukan jenazah korban, rekan sesama peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi, dr. Mayang, serta dr. Beni yang merupakan senior sekaligus pembimbing korban di RSUD Tengku Rafian.

Menurut Raja Kosmos, pemeriksaan saksi masih akan terus dikembangkan dan tidak menutup kemungkinan jumlah saksi akan bertambah seiring perkembangan penyidikan.

"Hingga saat ini pemeriksaan saksi masih terus diintensifkan. Perkembangannya akan kami sampaikan setelah hasil laboratorium forensik maupun pendalaman terhadap saksi-saksi selesai," pungkasnya. (ric)

Home / Hukum
5 Saksi Diperiksa Pasca-Kematian Dokter Residen di Siak, Polisi: Penyebab Pasti Tunggu Hasil Labfor Dua Minggu Lagi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 15 Juli 2026 | 20:28:17
5 Saksi Diperiksa Pasca-Kematian Dokter Residen di Siak, Polisi: Penyebab Pasti Tunggu Hasil Labfor Dua Minggu Lagi
Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos.

SIAK - Penyebab pasti kematian dokter residen anestesi Alex Cristo Loris (30) yang ditemukan meninggal dunia di samping RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Selasa (14/7/2026), hingga kini masih menjadi tanda tanya. Meski autopsi telah selesai dilakukan, kepolisian menegaskan penyebab kematian belum dapat dipastikan dan baru akan diketahui setelah hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) keluar sekitar dua pekan mendatang.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak menyatakan dokter forensik masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah sampel yang diambil saat autopsi. Hasil analisis laboratorium itulah yang nantinya menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematian korban.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam melalui Kasatreskrim AKP Raja Kosmos mengatakan autopsi terhadap jenazah korban telah rampung pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, hingga saat ini dokter forensik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian.

"Otopsi telah selesai dilaksanakan. Namun dokter forensik belum bisa memastikan penyebab kematian karena masih memerlukan pemeriksaan lanjutan terhadap beberapa sampel di laboratorium forensik," ujar Raja Kosmos, Rabu (15/7/2026) malam.

Untuk mempercepat proses penyelidikan, penyidik telah mengirimkan permohonan pemeriksaan sampel ke Laboratorium Forensik. Berdasarkan hasil koordinasi, pemeriksaan tersebut diperkirakan rampung dalam waktu sekitar dua minggu.

"Kami telah membuat surat permohonan pemeriksaan ke laboratorium forensik. Mudah-mudahan hasilnya dapat keluar kurang lebih dua minggu lagi," katanya.

Sembari menunggu hasil Labfor, penyidik terus menyusun rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia dengan memeriksa sejumlah saksi. Hingga kini, sedikitnya lima orang telah dimintai keterangan.

Kelima saksi tersebut terdiri atas petugas keamanan, sopir, pegawai rumah sakit yang pertama kali menemukan jenazah korban, rekan sesama peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi, dr. Mayang, serta dr. Beni yang merupakan senior sekaligus pembimbing korban di RSUD Tengku Rafian.

Menurut Raja Kosmos, pemeriksaan saksi masih akan terus dikembangkan dan tidak menutup kemungkinan jumlah saksi akan bertambah seiring perkembangan penyidikan.

"Hingga saat ini pemeriksaan saksi masih terus diintensifkan. Perkembangannya akan kami sampaikan setelah hasil laboratorium forensik maupun pendalaman terhadap saksi-saksi selesai," pungkasnya. (ric)