logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / Pekanbaru
DPP Golkar Minta Maaf Usai Dua Kadernya Baku Hantam di DPRD Riau
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung meminta maaf kepada masyarakat Riau atas bentrok dua kadernya di DPRD Riau. (Foto: Istimewa)
DPP Golkar Minta Maaf Usai Dua Kadernya Baku Hantam di DPRD Riau
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: hukum | 17 Juli 2026 | 14:05:23

PEKANBARU-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Riau, menyusul baku hantam massa dua kadernya di DPRD Riau, Parisman Ihwan alias Iwan Fattah dan Indra Gunawan Eet di rapat pembahasan anggaran di Gedung DPRD Riau, Kamis (16/7/2026).

Permintaan maaf tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Dia menilai, peristiwa tersebut tidak hanya mencoreng nama Partai Golkar, tetapi juga merusak citra lembaga legislatif di mata publik.

“Ini sangat memalukan,” kata Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

iklan-view

Menurut Doli, anggota legislatif sebagai wakil rakyat semestinya mampu menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan tindakan emosional maupun kekerasan fisik yang dipertontonkan di ruang publik.

Dikatakan, pihaknya telah memperoleh informasi awal mengenai kronologi kejadian. Berdasarkan laporan yang diterimanya, baku hantam bermula dari rapat pembahasan anggaran berlangsung.

Doli menyebut, Indra Gunawan Eet diduga menyampaikan pernyataan yang dianggap memojokkan Parisman Ihwan. Situasi tersebut kemudian memicu emosi dan berujung bentrokan.

“Saya sudah cek, persoalan itu berawal dari saudara Eet yang memojokkan saudara Parisman. Padahal rapat itu sedang membahas urusan anggaran. Saudara Parisman pun kemudian terpancing emosi,” ujarnya.

Meski mengungkap kronologi awal berdasarkan informasi yang diterimanya, Doli menegaskan, kedua kader Golkar tetap memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kehormatan partai dan marwah lembaga legislatif.

Menurutnya, sesama anggota Fraksi Partai Golkar seharusnya saling menjaga nama baik, memperkuat soliditas, serta menghindari konflik terbuka yang dapat disaksikan masyarakat.

“Seharusnya sesama anggota Fraksi Partai Golkar bisa saling menjaga nama baik kolega, soliditas, dan marwah Golkar. Bukan saling tuding dan merasa hebat-hebatan, apalagi di depan anggota DPRD lain dan publik,” katanya.

DPP Partai Golkar meminta jajaran pengurus Partai Golkar di Riau segera mengambil langkah penyelesaian agar konflik tidak berkembang menjadi perselisihan yang lebih luas.

Doli berharap, kedua kader dipanggil dan dipertemukan untuk menyelesaikan persoalan secara internal sehingga tidak memicu gesekan lanjutan, termasuk di antara para pendukung masing-masing.

“Saya berharap pimpinan Partai Golkar di sana dapat segera menyelesaikan urusan mereka, dengan memanggil mereka berdua, agar tidak memperpanjang persoalan, apalagi melibatkan antar kelompok masing-masing,” ujarnya.

Atas nama Partai Golkar, Doli juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Riau yang menyaksikan insiden tersebut.

“Atas nama Partai Golkar saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya masyarakat Riau yang pasti tidak nyaman melihat peristiwa tersebut,” katanya.

Sampai berita ini dirilis, belum ada pernyataan resmi dari Parisman Ihwan maupun Indra Gunawan Eet terkait bentrokan tersebut maupun kronologi versi masing-masing.

Kumpulkan CCTV dan Rekaman Video

Di sisi lain, Polda Riau mulai melakukan penyelidikan terhadap kericuhan yang terjadi setelah rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau, AKBP Roy Noor mengatakan, tim penyidik bersama Polresta Pekanbaru langsung menuju lokasi setelah menerima laporan adanya keributan.

“Terkait dengan kejadian hari ini di Kantor DPRD Provinsi, tadi kami mendapat laporan adanya keributan di lokasi. Kemudian kami bersama Polresta dan Polda Riau turun ke lokasi. Namun, pada saat kami tiba, situasi sudah kondusif,” ujarnya.

Saat ini, penyidik memfokuskan proses penyelidikan pada pengumpulan alat bukti guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi.

Barang bukti yang dikumpulkan meliputi rekaman video, dokumentasi yang beredar, hingga kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

“Untuk sementara, pihak kami bersama Polresta bekerja sama mengumpulkan bukti-bukti berupa rekaman maupun CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian,” kata Roy.

Selain itu, kepolisian juga masih mendalami penyebab serta motif yang memicu kericuhan tersebut. Informasi yang beredar di media sosial akan dicocokkan dengan hasil penyelidikan dan alat bukti yang diperoleh penyidik. (trp)

Home / Hukum
DPP Golkar Minta Maaf Usai Dua Kadernya Baku Hantam di DPRD Riau
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: hukum | 17 Juli 2026 | 14:05:23
DPP Golkar Minta Maaf Usai Dua Kadernya Baku Hantam di DPRD Riau
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung meminta maaf kepada masyarakat Riau atas bentrok dua kadernya di DPRD Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Riau, menyusul baku hantam massa dua kadernya di DPRD Riau, Parisman Ihwan alias Iwan Fattah dan Indra Gunawan Eet di rapat pembahasan anggaran di Gedung DPRD Riau, Kamis (16/7/2026).

Permintaan maaf tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Dia menilai, peristiwa tersebut tidak hanya mencoreng nama Partai Golkar, tetapi juga merusak citra lembaga legislatif di mata publik.

“Ini sangat memalukan,” kata Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

Menurut Doli, anggota legislatif sebagai wakil rakyat semestinya mampu menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan tindakan emosional maupun kekerasan fisik yang dipertontonkan di ruang publik.

Dikatakan, pihaknya telah memperoleh informasi awal mengenai kronologi kejadian. Berdasarkan laporan yang diterimanya, baku hantam bermula dari rapat pembahasan anggaran berlangsung.

Doli menyebut, Indra Gunawan Eet diduga menyampaikan pernyataan yang dianggap memojokkan Parisman Ihwan. Situasi tersebut kemudian memicu emosi dan berujung bentrokan.

“Saya sudah cek, persoalan itu berawal dari saudara Eet yang memojokkan saudara Parisman. Padahal rapat itu sedang membahas urusan anggaran. Saudara Parisman pun kemudian terpancing emosi,” ujarnya.

Meski mengungkap kronologi awal berdasarkan informasi yang diterimanya, Doli menegaskan, kedua kader Golkar tetap memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kehormatan partai dan marwah lembaga legislatif.

Menurutnya, sesama anggota Fraksi Partai Golkar seharusnya saling menjaga nama baik, memperkuat soliditas, serta menghindari konflik terbuka yang dapat disaksikan masyarakat.

“Seharusnya sesama anggota Fraksi Partai Golkar bisa saling menjaga nama baik kolega, soliditas, dan marwah Golkar. Bukan saling tuding dan merasa hebat-hebatan, apalagi di depan anggota DPRD lain dan publik,” katanya.

DPP Partai Golkar meminta jajaran pengurus Partai Golkar di Riau segera mengambil langkah penyelesaian agar konflik tidak berkembang menjadi perselisihan yang lebih luas.

Doli berharap, kedua kader dipanggil dan dipertemukan untuk menyelesaikan persoalan secara internal sehingga tidak memicu gesekan lanjutan, termasuk di antara para pendukung masing-masing.

“Saya berharap pimpinan Partai Golkar di sana dapat segera menyelesaikan urusan mereka, dengan memanggil mereka berdua, agar tidak memperpanjang persoalan, apalagi melibatkan antar kelompok masing-masing,” ujarnya.

Atas nama Partai Golkar, Doli juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Riau yang menyaksikan insiden tersebut.

“Atas nama Partai Golkar saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya masyarakat Riau yang pasti tidak nyaman melihat peristiwa tersebut,” katanya.

Sampai berita ini dirilis, belum ada pernyataan resmi dari Parisman Ihwan maupun Indra Gunawan Eet terkait bentrokan tersebut maupun kronologi versi masing-masing.

Kumpulkan CCTV dan Rekaman Video

Di sisi lain, Polda Riau mulai melakukan penyelidikan terhadap kericuhan yang terjadi setelah rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau, AKBP Roy Noor mengatakan, tim penyidik bersama Polresta Pekanbaru langsung menuju lokasi setelah menerima laporan adanya keributan.

“Terkait dengan kejadian hari ini di Kantor DPRD Provinsi, tadi kami mendapat laporan adanya keributan di lokasi. Kemudian kami bersama Polresta dan Polda Riau turun ke lokasi. Namun, pada saat kami tiba, situasi sudah kondusif,” ujarnya.

Saat ini, penyidik memfokuskan proses penyelidikan pada pengumpulan alat bukti guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi.

Barang bukti yang dikumpulkan meliputi rekaman video, dokumentasi yang beredar, hingga kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

“Untuk sementara, pihak kami bersama Polresta bekerja sama mengumpulkan bukti-bukti berupa rekaman maupun CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian,” kata Roy.

Selain itu, kepolisian juga masih mendalami penyebab serta motif yang memicu kericuhan tersebut. Informasi yang beredar di media sosial akan dicocokkan dengan hasil penyelidikan dan alat bukti yang diperoleh penyidik. (trp)