logo
Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / ROHIL
Memprihatinkan: SMP Negeri 3 Sinaboi Rohil Rusak Parah, Ratusan Siswa Belajar di Gedung Tak Layak ‎
Seorang guru di SMP Negeri 3 Sinaboi, Kecamatan Sinaboi, Rohil, terlihat sedang mengajar dengan kondisi ruangan kelas yang memprihatinkan. (Foto: Romi)
Memprihatinkan: SMP Negeri 3 Sinaboi Rohil Rusak Parah, Ratusan Siswa Belajar di Gedung Tak Layak ‎
Editor: Arya Mahendra | Penulis: romi ramadani
Rubrik: news | 4 Agustus 2026 | 17:24:19

ROKAN HILIR - Ratusan siswa di SMP Negeri 3 Sinaboi, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, hingga kini menjalani proses belajar mengajar di gedung sekolah yang mengalami kerusakan parah. Kondisi sekolah tersebut dinilai sudah tidak layak digunakan dan membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.‎

‎Sekolah yang berada di wilayah pesisir serta berbatasan langsung dengan Malaysia itu mengalami kerusakan hampir di seluruh bagian bangunan. Lantai ruang kelas berlubang, atap bangunan lapuk dan bocor saat hujan, serta sejumlah fasilitas lainnya sudah mengalami kerusakan akibat usia bangunan yang cukup tua.

‎Meski berada dalam keterbatasan, semangat belajar para siswa tidak pernah surut. Setiap hari mereka tetap mengikuti proses pembelajaran bersama para guru meskipun harus menghadapi berbagai risiko akibat kondisi bangunan yang memprihatinkan.‎

‎Lantai kelas yang berlubang menjadi ancaman serius bagi keselamatan siswa. Selain mengganggu aktivitas belajar, kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan kecelakaan ketika siswa beraktivitas di dalam ruang kelas.

‎Mirisnya, salah satu bangunan permanen yang berada di lingkungan sekolah justru dibangun melalui bantuan seorang alumni keturunan Tionghoa sebagai bentuk kepedulian terhadap almamaternya. Bangunan tersebut hingga kini masih dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

‎Kepala SMP Negeri 3 Sinaboi, Bambang Hermanto, mengatakan pihak sekolah sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah terhadap kondisi sekolah yang sudah lama mengalami kerusakan.‎

‎"Beginilah kondisi sekolah kami, Bang. Kami sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah untuk pembangunan sekolah," kata Bambang Hermanto kepada wartawan Pekanbarutv.com, Selasa (4/8/2026).

‎Ia menjelaskan, sekolah yang berdiri sejak era 1990-an itu belum pernah mendapatkan pembangunan maupun rehabilitasi secara menyeluruh dari pemerintah. Akibatnya, kondisi bangunan terus mengalami penurunan dan kini sebagian ruang kelas sudah tidak layak digunakan.

‎"Ada dua ruang kelas yang kondisinya rusak. Bangunan ini sejak tahun 90-an belum pernah disentuh pemerintah untuk pembangunan ataupun rehabilitasinya," ujarnya.‎

‎Keluhan juga datang dari salah seorang siswi kelas IX, Ayra. Menurutnya, kondisi lantai ruang kelas yang berlubang sangat membahayakan para siswa saat mengikuti pelajaran.‎

‎"Sekolah kami sangat buruk sekali. Lantainya berlubang, bahkan saya pernah jatuh dan pingsan," tutur Ayra.

‎Saat ini, sekitar 100 siswa masih menimba ilmu di SMP Negeri 3 Sinaboi dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan. Pihak sekolah, guru, orang tua, dan para siswa berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan atau rehabilitasi gedung sekolah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan layak, sehingga anak-anak di wilayah perbatasan memperoleh hak pendidikan yang setara dengan daerah lainnya. (rom)

iklan-view
Home / News
Memprihatinkan: SMP Negeri 3 Sinaboi Rohil Rusak Parah, Ratusan Siswa Belajar di Gedung Tak Layak ‎
Editor: Arya Mahendra | Penulis: romi ramadani
Rubrik: news | 4 Agustus 2026 | 17:24:19
Memprihatinkan: SMP Negeri 3 Sinaboi Rohil Rusak Parah, Ratusan Siswa Belajar di Gedung Tak Layak ‎
Seorang guru di SMP Negeri 3 Sinaboi, Kecamatan Sinaboi, Rohil, terlihat sedang mengajar dengan kondisi ruangan kelas yang memprihatinkan. (Foto: Romi)

ROKAN HILIR - Ratusan siswa di SMP Negeri 3 Sinaboi, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, hingga kini menjalani proses belajar mengajar di gedung sekolah yang mengalami kerusakan parah. Kondisi sekolah tersebut dinilai sudah tidak layak digunakan dan membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.‎

‎Sekolah yang berada di wilayah pesisir serta berbatasan langsung dengan Malaysia itu mengalami kerusakan hampir di seluruh bagian bangunan. Lantai ruang kelas berlubang, atap bangunan lapuk dan bocor saat hujan, serta sejumlah fasilitas lainnya sudah mengalami kerusakan akibat usia bangunan yang cukup tua.

‎Meski berada dalam keterbatasan, semangat belajar para siswa tidak pernah surut. Setiap hari mereka tetap mengikuti proses pembelajaran bersama para guru meskipun harus menghadapi berbagai risiko akibat kondisi bangunan yang memprihatinkan.‎

‎Lantai kelas yang berlubang menjadi ancaman serius bagi keselamatan siswa. Selain mengganggu aktivitas belajar, kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan kecelakaan ketika siswa beraktivitas di dalam ruang kelas.

‎Mirisnya, salah satu bangunan permanen yang berada di lingkungan sekolah justru dibangun melalui bantuan seorang alumni keturunan Tionghoa sebagai bentuk kepedulian terhadap almamaternya. Bangunan tersebut hingga kini masih dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

‎Kepala SMP Negeri 3 Sinaboi, Bambang Hermanto, mengatakan pihak sekolah sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah terhadap kondisi sekolah yang sudah lama mengalami kerusakan.‎

‎"Beginilah kondisi sekolah kami, Bang. Kami sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah untuk pembangunan sekolah," kata Bambang Hermanto kepada wartawan Pekanbarutv.com, Selasa (4/8/2026).

‎Ia menjelaskan, sekolah yang berdiri sejak era 1990-an itu belum pernah mendapatkan pembangunan maupun rehabilitasi secara menyeluruh dari pemerintah. Akibatnya, kondisi bangunan terus mengalami penurunan dan kini sebagian ruang kelas sudah tidak layak digunakan.

‎"Ada dua ruang kelas yang kondisinya rusak. Bangunan ini sejak tahun 90-an belum pernah disentuh pemerintah untuk pembangunan ataupun rehabilitasinya," ujarnya.‎

‎Keluhan juga datang dari salah seorang siswi kelas IX, Ayra. Menurutnya, kondisi lantai ruang kelas yang berlubang sangat membahayakan para siswa saat mengikuti pelajaran.‎

‎"Sekolah kami sangat buruk sekali. Lantainya berlubang, bahkan saya pernah jatuh dan pingsan," tutur Ayra.

‎Saat ini, sekitar 100 siswa masih menimba ilmu di SMP Negeri 3 Sinaboi dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan. Pihak sekolah, guru, orang tua, dan para siswa berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan atau rehabilitasi gedung sekolah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan layak, sehingga anak-anak di wilayah perbatasan memperoleh hak pendidikan yang setara dengan daerah lainnya. (rom)