logo
● Penampungan Solar Ilegal di Kampar Digerebek Polda, Sempat Dihalangi Warga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer, Cetak Prestasi Bersejarah bagi Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kasus Sabu 46,93 Kg di Pekanbaru: Oknum TNI Ditahan Pomdam dan Terancam Dipecat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Lapas Bagansiapiapi Gagalkan Penyelundupan Liquid Vape Diduga Narkotika dalam Bo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pelajar 14 Tahun Tewas Tabrak Truk Parkir di Jalan SM Amin Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pekanbarutv.com dan UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Gagalkan Peredaran 46,9 Kg Sabu, Tersangka Babinsa dan Warga Sipil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Direktur Toba Pulp Lestari Anwar Lawden Tersangka Dugaan Korupsi Rp 2 Triliun Tr Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / Hukum
1.026 Kasus Terungkap, Polda Riau Kunci Pergerakan Jaringan Narkoba
Kapolda Riau Herry Heryawan.
1.026 Kasus Terungkap, Polda Riau Kunci Pergerakan Jaringan Narkoba
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 24 April 2026 | 15:24:17

PEKANBARU - Langkah agresif pemberantasan narkotika di Riau mulai menunjukkan hasil yang tak bisa diabaikan. Dalam rentang empat bulan pertama 2026, Kepolisian Daerah Riau mencatat lebih dari seribu perkara narkoba berhasil diungkap, dan meringkus sebanyak 742 tersangka. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sinyal kuat bahwa tekanan terhadap jaringan peredaran gelap semakin intens.

Di bawah komando Kapolda Riau, Herry Heryawan, pendekatan yang digunakan tidak lagi bertumpu pada penindakan semata. Operasi yang dilakukan terlihat lebih terstruktur—menggabungkan kekuatan intelijen, pemetaan jaringan, hingga kolaborasi lintas sektor. Hasilnya, ratusan tersangka berhasil diamankan, termasuk mereka yang diduga berada dalam lingkaran distribusi utama.

Kinerja ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto terkait sikap tanpa kompromi terhadap kejahatan narkotika. Di level daerah, kebijakan tersebut diterjemahkan dalam bentuk operasi yang lebih terukur, dengan fokus memutus jalur suplai, bukan sekadar menangkap pengguna atau pelaku lapangan.

iklan-view

Peneliti dari Maarif Institute, Endang Tirtana, melihat pola ini sebagai pergeseran penting. Menurutnya, pemberantasan narkoba yang efektif memang menuntut dua hal sekaligus: tekanan hukum yang konsisten dan strategi jangka panjang untuk mempersempit ruang gerak jaringan.

Apresiasi juga datang dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, yang menilai capaian tersebut sebagai indikator meningkatnya profesionalitas aparat di lapangan. Di tengah kompleksitas peredaran narkotika yang kian masif, pendekatan terintegrasi menjadi kunci agar penindakan tidak berhenti di permukaan.

Dengan tren pengungkapan yang terus meningkat, publik kini menaruh harapan lebih besar: bukan hanya pada jumlah kasus yang terungkap, tetapi pada sejauh mana upaya ini mampu benar-benar memutus rantai peredaran narkoba di Riau hingga ke akarnya. (ric)

Home / Hukum
1.026 Kasus Terungkap, Polda Riau Kunci Pergerakan Jaringan Narkoba
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 24 April 2026 | 15:24:17
1.026 Kasus Terungkap, Polda Riau Kunci Pergerakan Jaringan Narkoba
Kapolda Riau Herry Heryawan.

PEKANBARU - Langkah agresif pemberantasan narkotika di Riau mulai menunjukkan hasil yang tak bisa diabaikan. Dalam rentang empat bulan pertama 2026, Kepolisian Daerah Riau mencatat lebih dari seribu perkara narkoba berhasil diungkap, dan meringkus sebanyak 742 tersangka. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sinyal kuat bahwa tekanan terhadap jaringan peredaran gelap semakin intens.

Di bawah komando Kapolda Riau, Herry Heryawan, pendekatan yang digunakan tidak lagi bertumpu pada penindakan semata. Operasi yang dilakukan terlihat lebih terstruktur—menggabungkan kekuatan intelijen, pemetaan jaringan, hingga kolaborasi lintas sektor. Hasilnya, ratusan tersangka berhasil diamankan, termasuk mereka yang diduga berada dalam lingkaran distribusi utama.

Kinerja ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto terkait sikap tanpa kompromi terhadap kejahatan narkotika. Di level daerah, kebijakan tersebut diterjemahkan dalam bentuk operasi yang lebih terukur, dengan fokus memutus jalur suplai, bukan sekadar menangkap pengguna atau pelaku lapangan.

Peneliti dari Maarif Institute, Endang Tirtana, melihat pola ini sebagai pergeseran penting. Menurutnya, pemberantasan narkoba yang efektif memang menuntut dua hal sekaligus: tekanan hukum yang konsisten dan strategi jangka panjang untuk mempersempit ruang gerak jaringan.

Apresiasi juga datang dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, yang menilai capaian tersebut sebagai indikator meningkatnya profesionalitas aparat di lapangan. Di tengah kompleksitas peredaran narkotika yang kian masif, pendekatan terintegrasi menjadi kunci agar penindakan tidak berhenti di permukaan.

Dengan tren pengungkapan yang terus meningkat, publik kini menaruh harapan lebih besar: bukan hanya pada jumlah kasus yang terungkap, tetapi pada sejauh mana upaya ini mampu benar-benar memutus rantai peredaran narkoba di Riau hingga ke akarnya. (ric)