logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / Hukum
Gempur Narkoba! Polda Riau Bongkar 2.506 Kasus, Sita Lebih 1 Ton Barang Bukti dari Sabu hingga Heroin
Pemusnahan barang bukti narkoba di Polda Riau. (Foto: Rico)
Gempur Narkoba! Polda Riau Bongkar 2.506 Kasus, Sita Lebih 1 Ton Barang Bukti dari Sabu hingga Heroin
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 5 Mei 2026 | 17:53:54

PEKANBARU – Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mencatat capaian besar dalam perang melawan peredaran gelap narkotika sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Sepanjang 2025, Ditresnarkoba Polda Riau mengungkap 2.506 kasus dengan 3.643 tersangka. Dari operasi tersebut, polisi menyita barang bukti narkotika mencapai 1.022.058,07 gram atau setara lebih dari 1 ton.

“Total barang bukti yang disita sepanjang 2025 mencapai 1,02 ton,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, Selasa (5/5/2026).

iklan-view

Beragam jenis narkotika berhasil diamankan, mulai dari sabu, ganja, ekstasi, happy five, heroin, ketamin, happy water, hingga etomidate.

Memasuki 2026, tren pengungkapan masih tinggi. Dalam periode Januari hingga April, polisi menangani 1.066 laporan polisi dengan 1.471 tersangka.

Dari periode ini, aparat kembali menyita 213.595,3 gram atau sekitar 213,5 kilogram narkotika. Barang bukti yang diamankan mencakup sabu, ganja, ekstasi, happy five, heroin, ketamin, etomidate, serta alprazolam.

Putu menegaskan, pihaknya akan terus mengintensifkan pemberantasan narkoba di Riau dengan memperkuat sinergi lintas sektor.

“Ini komitmen kami untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman narkoba,” tegasnya. (ric)

Home / Hukum
Gempur Narkoba! Polda Riau Bongkar 2.506 Kasus, Sita Lebih 1 Ton Barang Bukti dari Sabu hingga Heroin
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 5 Mei 2026 | 17:53:54
Gempur Narkoba! Polda Riau Bongkar 2.506 Kasus, Sita Lebih 1 Ton Barang Bukti dari Sabu hingga Heroin
Pemusnahan barang bukti narkoba di Polda Riau. (Foto: Rico)

PEKANBARU – Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mencatat capaian besar dalam perang melawan peredaran gelap narkotika sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Sepanjang 2025, Ditresnarkoba Polda Riau mengungkap 2.506 kasus dengan 3.643 tersangka. Dari operasi tersebut, polisi menyita barang bukti narkotika mencapai 1.022.058,07 gram atau setara lebih dari 1 ton.

“Total barang bukti yang disita sepanjang 2025 mencapai 1,02 ton,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, Selasa (5/5/2026).

Beragam jenis narkotika berhasil diamankan, mulai dari sabu, ganja, ekstasi, happy five, heroin, ketamin, happy water, hingga etomidate.

Memasuki 2026, tren pengungkapan masih tinggi. Dalam periode Januari hingga April, polisi menangani 1.066 laporan polisi dengan 1.471 tersangka.

Dari periode ini, aparat kembali menyita 213.595,3 gram atau sekitar 213,5 kilogram narkotika. Barang bukti yang diamankan mencakup sabu, ganja, ekstasi, happy five, heroin, ketamin, etomidate, serta alprazolam.

Putu menegaskan, pihaknya akan terus mengintensifkan pemberantasan narkoba di Riau dengan memperkuat sinergi lintas sektor.

“Ini komitmen kami untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman narkoba,” tegasnya. (ric)