logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / PELALAWAN
Tanam Mangrove dan Bagikan Bantuan, Ekspedisi Merah Putih Presisi Hadirkan Semangat Kebangsaan di Pelalawan
Kegiatan Ekspedisi Merah Putih Presis yang digelar Polda Riau bersama Polres Pelalawan di Pantai Ogis, Desa Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Selasa (4/8/2026). (Foto: Dikky)
Tanam Mangrove dan Bagikan Bantuan, Ekspedisi Merah Putih Presisi Hadirkan Semangat Kebangsaan di Pelalawan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: dikky kinoy
Rubrik: hukum | 4 Agustus 2026 | 18:32:06

PELALAWAN - Polda Riau bersama Polres Pelalawan menggelar Ekspedisi Merah Putih Presisi di Pantai Ogis, Desa Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Selasa (4/8/2026). Kegiatan bertema "Merajut Kebersamaan Menjaga Keberlanjutan" itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus implementasi program Green Policing Polda Riau.

Pantai Ogis dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu kawasan pesisir yang rentan terhadap abrasi. Melalui penanaman mangrove, Polda Riau ingin mendorong upaya pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Kegiatan dihadiri Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara beserta jajaran, Bupati Pelalawan H. Zukri, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, hingga pelajar SMAN 1 Teluk Meranti.

iklan-view

Rangkaian acara diawali dengan pawai Ekspedisi Merah Putih, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Mars Ekspedisi Merah Putih. Selanjutnya dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada tokoh masyarakat, pembagian Bendera Merah Putih kepada warga, penyerahan dua unit sepeda motor kepada Polsek Kuala Kampar untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta bantuan empat unit mesin ketinting dan paket sembako bagi masyarakat pesisir.

Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman bibit mangrove secara simbolis oleh jajaran Polda Riau, Polres Pelalawan, Pemerintah Kabupaten Pelalawan, dan masyarakat setempat.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro mengatakan, penanaman mangrove merupakan bagian dari komitmen Green Policing dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, mangrove memiliki peran penting melindungi garis pantai dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota laut, sekaligus membantu menyerap emisi karbon.

"Kami hadir bukan hanya menanam pohon, tetapi juga memberikan bantuan nyata agar masyarakat merasakan kehadiran Polri," ujarnya.

Dalam sesi dialog bersama masyarakat, Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Teluk Meranti, Marlizar, menyampaikan keluhan terkait dugaan praktik penangkapan ikan menggunakan aliran listrik oleh oknum dari desa tetangga.

Menanggapi hal itu, Kombes Pol Ade Kuncoro menegaskan bahwa praktik tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan karena dapat merusak ekosistem perairan dan membahayakan keselamatan. Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan aktivitas serupa.

Dialog juga diwarnai pertanyaan dari siswi SMAN 1 Teluk Meranti, Fitri Rahmadani, mengenai cara mencintai tanah air selain melalui aksi penanaman mangrove.

Ade Kuncoro menjelaskan bahwa Polda Riau juga membagikan 1.000 Bendera Merah Putih kepada masyarakat untuk dikibarkan sepanjang bulan Agustus sebagai bentuk menumbuhkan semangat nasionalisme.

"Mengibarkan Bendera Merah Putih dan menjaga persatuan juga merupakan bentuk cinta kepada tanah air," katanya.

Sementara itu, Bupati Pelalawan H. Zukri mengapresiasi pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.

"Terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan Polri terus terjalin demi menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," ujar Zukri.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi, Polda Riau berharap semangat kebangsaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kolaborasi dalam menjaga kawasan pesisir terus tumbuh di tengah masyarakat. (dik)

Home / Hukum
Tanam Mangrove dan Bagikan Bantuan, Ekspedisi Merah Putih Presisi Hadirkan Semangat Kebangsaan di Pelalawan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: dikky kinoy
Rubrik: hukum | 4 Agustus 2026 | 18:32:06
Tanam Mangrove dan Bagikan Bantuan, Ekspedisi Merah Putih Presisi Hadirkan Semangat Kebangsaan di Pelalawan
Kegiatan Ekspedisi Merah Putih Presis yang digelar Polda Riau bersama Polres Pelalawan di Pantai Ogis, Desa Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Selasa (4/8/2026). (Foto: Dikky)

PELALAWAN - Polda Riau bersama Polres Pelalawan menggelar Ekspedisi Merah Putih Presisi di Pantai Ogis, Desa Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Selasa (4/8/2026). Kegiatan bertema "Merajut Kebersamaan Menjaga Keberlanjutan" itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus implementasi program Green Policing Polda Riau.

Pantai Ogis dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu kawasan pesisir yang rentan terhadap abrasi. Melalui penanaman mangrove, Polda Riau ingin mendorong upaya pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Kegiatan dihadiri Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara beserta jajaran, Bupati Pelalawan H. Zukri, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, hingga pelajar SMAN 1 Teluk Meranti.

Rangkaian acara diawali dengan pawai Ekspedisi Merah Putih, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Mars Ekspedisi Merah Putih. Selanjutnya dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada tokoh masyarakat, pembagian Bendera Merah Putih kepada warga, penyerahan dua unit sepeda motor kepada Polsek Kuala Kampar untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta bantuan empat unit mesin ketinting dan paket sembako bagi masyarakat pesisir.

Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman bibit mangrove secara simbolis oleh jajaran Polda Riau, Polres Pelalawan, Pemerintah Kabupaten Pelalawan, dan masyarakat setempat.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro mengatakan, penanaman mangrove merupakan bagian dari komitmen Green Policing dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, mangrove memiliki peran penting melindungi garis pantai dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota laut, sekaligus membantu menyerap emisi karbon.

"Kami hadir bukan hanya menanam pohon, tetapi juga memberikan bantuan nyata agar masyarakat merasakan kehadiran Polri," ujarnya.

Dalam sesi dialog bersama masyarakat, Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Teluk Meranti, Marlizar, menyampaikan keluhan terkait dugaan praktik penangkapan ikan menggunakan aliran listrik oleh oknum dari desa tetangga.

Menanggapi hal itu, Kombes Pol Ade Kuncoro menegaskan bahwa praktik tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan karena dapat merusak ekosistem perairan dan membahayakan keselamatan. Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan aktivitas serupa.

Dialog juga diwarnai pertanyaan dari siswi SMAN 1 Teluk Meranti, Fitri Rahmadani, mengenai cara mencintai tanah air selain melalui aksi penanaman mangrove.

Ade Kuncoro menjelaskan bahwa Polda Riau juga membagikan 1.000 Bendera Merah Putih kepada masyarakat untuk dikibarkan sepanjang bulan Agustus sebagai bentuk menumbuhkan semangat nasionalisme.

"Mengibarkan Bendera Merah Putih dan menjaga persatuan juga merupakan bentuk cinta kepada tanah air," katanya.

Sementara itu, Bupati Pelalawan H. Zukri mengapresiasi pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.

"Terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan Polri terus terjalin demi menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," ujar Zukri.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi, Polda Riau berharap semangat kebangsaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kolaborasi dalam menjaga kawasan pesisir terus tumbuh di tengah masyarakat. (dik)